Sukses

Tekanan Darah Tinggi dan Kekurangan Zink, Adakah Kaitannya?

Tekanan darah tinggi dapat berkaitan dengan berbagai kondisi kesehatan lainnya. Apakah kekurangan zink merupakan salah satunya?

Klikdokter.com, Jakarta Seiring dengan berjalannya waktu, tekanan darah tinggi semakin mendapatkan perhatian karena angka kejadiannya yang terus meningkat. Tekanan darah tinggi merupakan suatu kondisi kesehatan yang dapat menyebabkan berbagai komplikasi, di antaranya penyakit jantung, stroke, dan penyakit ginjal. Selain itu, salah satu penelitian juga menunjukkan bahwa hipertensi berkaitan dengan penurunan kadar zink di dalam tubuh.

Penelitian yang dipublikasikan di American Journal of Physiology – Renal Physiology tersebut melakukan pemeriksaan pada hewan tikus untuk menginvestigasi kaitan antara zink dan tekanan darah tinggi serta mekanisme yang berperan.

Dari hasil yang didapat, tikus yang diberikan diet rendah zink kemudian menunjukkan tanda-tanda hipertensi. Lalu, tikus tersebut dibagi menjadi dua kelompok: tikus yang diberikan diet dengan jumlah zink memadai dan yang kedua tidak. Sesuai dugaan para peneliti, tekanan darah dari kelompok tikus yang mendapatkan zink memadai kembali mencapai normal.

Lalu, apa saja sebenarnya peran dari zink pada tubuh? Berikut adalah beberapa contohnya:

  1. Menunjang sistem daya tahan tubuh

Zink merupakan salah satu mineral yang dibutuhkan untuk membangun sistem daya tahan tubuh yang sehat. Kekurangan zink dapat membuat seseorang lebih rentan terhadap penyakit. Sebenarnya, seseorang hanya membutuhkan zink dalam jumlah yang sangat sedikit setiap harinya. Oleh karena itu, zink dan berbagai mineral lainnya tergolong sebagai mikronutrien.

  1. Meningkatkan daya ingat

Selain perannya dalam menunjang sistem daya tahan tubuh, zink juga memiliki serangkaian manfaat positif bagi proses pembelajaran dan daya ingat. Penelitian yang dilakukan di University of Toronto dan dipublikasikan di jurnal kedokteran Neuron menemukan bahwa zink memiliki peran yang sangat penting dalam regulasi komunikasi antar neuron, yang memengaruhi bagaimana memori seseorang dibentuk.

  1. Mencegah kerusakan retina

Menurut salah satu penelitian yang dimuat di jurnal kedokteran Archives of Ophthalmology, zink diketahui dapat mencegah terjadinya kerusakan selular pada retina. Alhasil, zink dapat memperlambat progresivitas dari kerusakan daya lihat.

  1. Meningkatkan fertilitas

Beberapa penelitian dan uji klinis yang ada menghubungkan antara status zink yang rendah dengan kualitas sperma yang buruk. Salah satu penelitian di Belanda menemukan bahwa subjek yang mendapatkan suplementasi zink dan asam folat memiliki jumlah sperma yang lebih memadai.

Pada penelitian lainnya, para pakar juga mengemukakan bahwa kadar zink yang rendah dapat menjadi faktor risiko pria untuk mengalami infertilitas.

Penelitian yang telah dilakukan memang menunjukkan bahwa konsumsi zink yang tidak memadai dapat menyebabkan kadar tekanan darah menjadi semakin meningkat. Namun, masih dibutuhkan berbagai uji klinis lainnya untuk memastikan kaitan antara kedua faktor tersebut.

Selain itu, memahami mekanisme bagaimana kekurangan zink dapat berkontribusi terhadap ketidakseimbangan tekanan darah dapat berdampak penting dalam penanganan hipertensi. Oleh karena itu, setiap orang disarankan untuk mengonsumsi makanan yang mengandung zink setiap harinya sesuai batasan yang normal. Asupan zink yang memadai dapat  memastikan tubuh Anda mendapatkan vitamin dan mineral yang dibutuhkan, serta dapat berfungsi dengan optimal.

[RS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar