Sukses

Jangan Sepelekan Bisul pada Penderita Diabetes

Bisul kerap dianggap sepele, tapi tidak bagi penderita diabetes. Kenapa? Baca ulasan lengkap medisnya lewat artikel ini.

Klikdokter.com, Jakarta Kemunculan bisul tak jarang diabaikan. Namun, jangan sepelekan bisul pada penderita diabetes. Sebagai contoh kasus, tahun 2016 silam Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU), Husni Kamil Manik, tutup usia. Dilansir dari berbagai sumber, ia meninggal dunia akibat peradangan dari bisul, yang kemudian melebar dan menjadi infeksi.

Bisul (impetigo) terjadi akibat infeksi bakteri pada permukaan kulit. Berbagai bakteri dapat menyebabkan impetigo, salah satunya Staphylococcus aureus, yang banyak ditemukan di permukaan kulit manusia. Bisul adalah salah satu bentuk infeksi kulit yang sangat sering ditemukan sehari-hari. Namun, bagi penderita diabetes, kelainan kulit bisa menjadi awal dari gangguan kesehatan yang lebih serius.

Bisul adalah infeksi kulit yang bisa bermula dari sebuah jerawat kecil, yang kemudian dapat berisi cairan atau nanah. Ketika pecah, dapat terjadi erosi pada kulit. Adanya gangguan ringan di kulit bisa menjadi awal dari infeksi ini, bahkan dari goresan kecil yang tidak disadari. Selain itu, bisul juga bisa timbul jika penderita sebelumnya sudah memiliki gangguan kulit seperti dermatitis atopik, dermatitis kontak, psoriasis, luka bakar, atau gigitan serangga.

Mengapa bisul bisa berbahaya bagi penderita diabetes?

Faktanya, banyak penderita diabetes mengalami luka yang dan tidak sembuh dalam waktu yang lama. Penyakit diabetes itu sendiri yang mengakibatkan luka sulit sembuh. Ditakutkan, bisul dapat berkembang menjadi infeksi kulit yang lebih dalam dan berat.

Infeksi pada kulit dapat menyebar secara lokal, seperti pada jaringan di sekelilingnya. Contoh kasus yang cukup banyak dijumpai pada penyebaran infeksi permukaan kulit penderita diabetes adalah perburukan menuju penyakit selulitis. Penyakit ini adalah infeksi lapisan dalam kulit, termasuk jaringan lunak di bawah kulit.

Gejala yang timbul adalah kemerahan yang luas, nyeri berat, rasa panas ketika disentuh, serta bengkak. Kondisi seperti bukan tak mungkin diawali hanya dari infeksi kulit ringan seperti bisul yang tidak ditangani dengan baik.

1 dari 2 halaman

Mencegah perburukan bisul pada penderita diabetes

Bisul maupun infeksi kulit lainnya “hanya” berbahaya bagi penderita diabetes yang gula darahnya tidak terkontrol. Ketika gula darah tak terkontrol, misalnya tidak rutin mengonsumsi obat atau disuntik insulin, maka banyak perubahan yang terjadi dalam tubuh. Salah satunya adalah melemahnya sistem imunitas tubuh.

Fungsi sel darah putih akan terganggu ketika kadar gula darah terus-menerus tinggi secara kronis. Bila sistem imunitas tubuh tidak mampu melawan kuman penyakit dengan sempurna, maka infeksi dapat menyebar dan semakin memberat.

Selain itu, diabetes yang tidak terkontrol juga berkaitan dengan sirkulasi darah yang buruk. Ketika sirkulasi darah tidak baik, maka pengantaran nutrisi dan oksigen menuju luka akan terhambat. Dengan begitu, luka yang terjadi akan sulit sembuh.

Terakhir, kerusakan saraf adalah salah satu “momok” gangguan kulit yang terjadi pada penderita diabetes yang gula darahnya tak terkontrol. Kondisi ini bisa menyebabkan kerusakan saraf-saraf tubuh, terutama yang berada di tangan maupun kaki. Hal ini menyebabkan penderita terlambat memperoleh penanganan yang tepat, sehingga bisul atau luka akan mudah memberat.

Oleh sebab itu, agar penderita diabetes tidak perlu khawatir atas infeksi kulit ringan seperti bisul, pengontrolan kadar gula darah adalah kuncinya. Jangan biarkan kadar gula darah Anda lebih tinggi dibandingkan nilai normal, karena berdampak pada banyak gangguan dalam tubuh. Bersamaan dengan rutin mengonsumsi obat dari dokter, perbaiki juga gaya hidup seperti pola makan yang tepat dan olahraga secara rutin.

Selain itu, penting bagi penderita diabetes untuk melakukan perawatan kulit harian yang baik. Bersihkanlah tubuh dengan rutin menggunakan sabun yang paling cocok untuk jenis kulit Anda. Ketika ada bagian kulit yang kering, oleskan pelembap kulit dengan rutin. Kulit penderita diabetes cenderung lebih kering. Padahal, kulit yang kering bisa menjadi “pintu” menuju banyak infeksi kulit, yang salah satunya adalah bisul.

Jika bisul sudah telanjur muncul, segera tangani dengan benar. Jagalah kebersihan kulit yang terkena bisul dan jangan memanipulasinya (misalnya memencet atau memecahkan), apalagi dengan menggunakan tangan yang kotor atau alat yang tidak steril. Bila bisul tampak parah atau jumlahnya banyak, periksakan ke dokter agar diberikan antibiotik yang sesuai.

Mengacu penjelasan di atas, itulah kenapa para penderita diabetes semestinya tidak menyepelekan adanya bisul. Ingatlah bahwa luka yang tak kunjung sembuh bisa mengancam nyawa. Untuk itu, lakukan kontrol gula darah secara rutin, lakukan perawatan kulit harian yang baik, serta dapatkan penanganan yang tepat jika mengalami bisul atau infeksi kulit lainnya.

(RN/ RVS)

0 Komentar

Belum ada komentar