Sukses

Benarkah Sering Minum Air Es Picu Penyakit Jantung?

Bagi Anda yang kerap percaya hoaks kesehatan, cari tahu dulu fakta tentang minum air es yang bisa picu penyakit jantung berikut ini.

Klikdokter.com, Jakarta Di era digital seperti sekarang ini, hoaks bak makanan sehari-hari. Dengan mudahnya informasi bohong tersebar di media sosial ataupun aplikasi chat seperti WhatsApp. Survei dari Persatuan Wartawan Indonesia menemukan bahwa hoaks yang paling banyak tersebar adalah info tentang kesehatan. Dan benar saja, pekan ini, ada informasi yang menyebutkan bahwa meminum air es bisa memicu penyakit jantung.

Nah, buat Anda kebetulan mendapatkan informasi tersebut dan sempat memercayainya, yuk simak dulu fakta medisnya berikut ini.

Tentang air es dan penyakit jantung

Sebetulnya, air es sudah sering dihubung-hubungkan dengan segala kondisi kesehatan. Jadi, hoaks tentang air dingin bukanlah hal yang baru. Misalnya saja, banyak yang bilang bahwa sering minum air es bisa bikin gemuk. Lalu, sering minum air es bisa menyebabkan sakit tenggorokan hingga pusing. Dan sekarang, giliran organ jantung yang katanya bisa terganggu jika Anda keseringan minum air es.

Dilansir berbagai sumber, dokter Yoga Yuniadi, Sp.JP, dari RS Pusat Jantung Nasional Harapan Kita mengatakan bahwa suhu air tidak ada hubungannya sama sekali dengan kegagalan organ jantung.

Menurutnya, semua jenis makanan mulai dari es hingga makanan yang baru matang sekalipun (bersuhu panas) akan mengalami penyesuaian suhu ketika masuk ke dalam saluran pencernaan. Dan timbulnya penyakit jantung itu bukan karena suhu air/makanan yang dingin atau panas, melainkan kandungan zat di dalamnya. Misalnya, jika makanan yang Anda konsumsi tinggi kolesterol dan lemak, baik dalam suhu panas ataupun dingin, akan tetap berisiko meningkatkan penyakit jantung.

Hoaks lainnya terkait air es

Selain hoaks tentang air dingin dan sakit jantung, salah satu hoaks yang sering terdengar adalah minum air es bisa bikin gemuk. Katanya, air dingin bisa membuat lemak-lemak dari makanan yang dikonsumsi menjadi membeku dan bertahan di dalam perut sehingga membuat perut buncit dan berat badan naik. Selain itu, ada yang bilang minum air es setelah berolahraga bisa menggagalkan usaha diet Anda.

Padahal, menurut dr. Melyarna Putri dari KlikDokter, itu adalah mitos belaka. “Bagi Anda yang ingin menurunkan berat badan dan sangat suka minum air es setelah berolahraga, hal tersebut boleh-boleh saja. Air es itu mengandung 0 kalori sehingga tidak berpotensi meningkatkan berat badan,” jelas dr. Melyarna.

Namun, bila yang Anda minum itu adalah air dingin yang mengandung gula tinggi, seperti minuman bersoda ataupun minuman manis kemasan lainnya, memang hal tersebut bisa membuat Anda gemuk. Tapi sekali lagi, yang salah di sini adalah kandungan dari minuman dingin tersebut dan bukan soal suhunya. Jadi, jika Anda ingin tetap meneruskan hobi minum air es, tetaplah pilih air putih, bukan minuman tinggi gula.

Lagi pula, dr. Melyarna berpendapat, terlepas dari  berapa pun suhunya, air putih itu sendiri sangat bermanfaat sebagai media transportasi oksigen dan zat gizi ke organ di seluruh tubuh. Air juga berperan untuk mengatur suhu tubuh, melembapkan kulit, dan menunjang proses pengeluaran racun dari dalam tubuh. Karena itu, tetaplah mengonsumsi putih matang tanpa perlu memperhatikan suhunya karena air es, air hangat, dan air suhu ruang sama-sama baik. Dan, hoaks soal air es memicu penyakit jantung tak perlu Anda dengarkan lagi.

[RS/ RVS]

1 Komentar

  • mujaini

    Walaupun tidak berpengaruh tapi setidaknya kita juga harus berhati2 untuk tidak sering meminum air es