Sukses

Apakah Nyeri di Selangkangan Selalu Tanda Kanker Testis?

Nyeri di selangkangan merupakan salah satu gejala kanker testis. Tapi, apakah rasa nyeri ini selalu menandakan penyakit yang sama?

Klikdokter.com, Jakarta Bisa dibilang, kanker testis adalah salah satu penyakit yang menakutkan bagi para pria. Kondisi tersebut biasanya bisa terjadi pada salah satu dari dua testis yang dimiliki pria. Ada beragam gejala yang menyertai penyakit ini, salah satunya adalah munculnya rasa nyeri di selangkangan. Lalu, apakah nyeri di selangkangan selalu menjadi tanda munculnya kanker testis?

Testis merupakan salah satu bagian tubuh yang penting dalam sistem reproduksi pria. Organ yang terletak di bawah penis dan tersimpan di dalam skrotum ini bertugas memproduksi sperma, menyimpan sperma, menghasilkan hormon testosteron, serta memberikan dorongan seks, ereksi, dan ejakulasi.

Jika kanker menyerang testis, maka akan sangat membahayakan proses reproduksi. Sejauh ini, kanker testis biasanya menyerang salah satu testis. Bisa saja terjadi gangguan pada kedua testis. Namun, kasus seperti ini masih sangat jarang terjadi.

Kanker testis dan nyeri di selangkangan

Perlu Anda waspadai, kanker testis bisa menyerang pria pada rentang umur berapa pun. Hanya saja, sejauh ini lebih sering ditemukan pada pria muda dengan rentang usia 15-44 tahun.

Lalu, apa sebenarnya yang menandakan seseorang terkena kanker testis? Banyak yang percaya bahwa nyeri di selakangan selalu berhubungan dengan kanker testis. Selain itu, beberapa literatur juga menyebutkan hal yang sama.

Akan tetapi, menurut dr. Sepriani Timurtini Limbong dari KlikDokter, kondisi tersebut belum tentu menjadi penanda kanker testis. Bisa jadi ada masalah kesehatan lainnya.

"Kalau nyeri di selangkangan, itu tidak selalu karena kanker testis. Bisa dilihat dulu, kalau ada lesi kulit, ada kemerahan, bisa jadi itu jamur atau biasanya disebut tinea. Nah, kalau lesi kulitnya disertai nyeri, bisa jadi itu herpes," ungkap dokter yang akrab disapa dr. Sepri itu.

Menurutnya, nyeri di selangkangan itu bisa juga terkait dengan masalah otot. “Misalnya sehabis olahraga atau angkat berat. Terus kalau di sekitar nyeri ada benjolan, bisa jadi itu hernia. Benjolan akibat hernia ini bisa muncul tiba-tiba saat mengejan atau batuk," sambungnya.

Kemungkinan yang terjadi karena nyeri di selangkangan sangat banyak. Selain itu, jika terjadi pembengkakan di testis, Anda pun tak perlu buru-buru berasumsi terkena kanker testis. Dijelaskan oleh dr. Sepri, hal tersebut bisa jadi merupakan pembengkakan pada pembuluh darah pada kantong zakar. Namun, dengan catatan, pembengkakan yang terjadi tidak berlangsung lama dan tidak terdapat keluhan sebelumnya.

1 dari 2 halaman

Tanda-tanda kanker testis yang perlu Anda ketahui

Memang benar, nyeri di selangkangan adalah salah satu tanda kanker testis. Di sisi lain, dr. Nitish Basant Adnani BMedSc MSc dari KlikDokter menyebut bahwa kanker testis bisa dideteksi dari munculnya berbagai gejala lain.

Menurutnya, Anda perlu segera memeriksakan diri ketika terdapat benjolan atau pembesaran di kedua testis, terasa berat pada skrotum, terdapat tumpukan cairan pada skrotum, serta nyeri yang tidak spesifik pada perut.

Namun, kanker testis juga memiliki gejala lanjutan dan biasanya muncul ketika kanker sudah semakin parah. Berikut adalah beberapa gejala lanjutan dari kanker testis:

  • Nyeri punggung bawah, akibat dari kanker yang menyebar ke kelenjar getah bening (kumpulan sel-sel kekebalan seukuran kacang) di belakang perut.
  • Sesak napas, nyeri dada, atau batuk (bahkan batuk darah) dapat berkembang dari kanker yang menyebar di paru-paru.
  • Nyeri perut, baik karena pembesaran kelenjar getah bening atau karena kanker telah menyebar ke hati.
  • Sakit kepala atau kebingungan, akibat penyebaran kanker sudah mencapai di otak.

Nyeri di selangkangan memang salah satu gejala kanker, tapi kondisi tersebut tidak selalu bisa dikaitkan dengan kanker testis. Akan tetapi, jika ditemukan tanda-tanda seperti di atas, baik pada tahap awal atau bahkan sudah lanjutan, lebih baik segera periksakan diri Anda ke dokter untuk mendapatkan pemeriksaan menyeluruh dan diagnosis yang tepat.

[NP/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar