Sukses

Doyan Sushi? Ini Menu yang Paling Sehat

Sushi memang pilihan makanan yang tampaknya sehat, tapi bisa juga tidak. Jika ingin yang sehat, pesan menu ini!

Klikdokter.com, Jakarta Begitu populernya sushi, terbukti dengan bertebarannya restoran (plus konsep sushi kaki lima) Jepang di kota-kota besar. Bagi banyak orang, sushi merupakan pilihan makanan yang tampaknya sehat. Padahal, ini tergantung menu yang Anda pesan.

Faktanya, beberapa jenis sushi disajikan dengan gaya fusion atau kerap disesuaikan dengan lidah orang Indonesia. “Misalnya dengan penambahan mayones, krim keju, saus sambal, atau dimasak dengan digoreng (deep fried). Jadi, sushi yang awalnya merupakan hidangan sehat, bisa jadi malah mengancam kesehatan,” kata dr. Alvin Nursalim dari KlikDokter.

Jika makanan sehat adalah yang Anda cari, pastikan pada kunjungan Anda ke restoran sushi selanjutnya, pilih menu yang paling sehat.

  1. Awali dengan sup

Sebelum menyantap hidangan sushi, sebaiknya awali dengan sup. Sup miso bisa menjadi pilihan. Sup ini bisa membantu memberikan rasa kenyang tanpa banyak kalori. Menurut Janel Ovrut Funk, ahli diet asal Amerika Serikat (AS) kepada Shape, semangkuk kecil sup miso mengandung kurang dari 75 kalori. Selain itu, sup miso juga mengandung probiotik yang baik untuk pencernaan.

  1. Abaikan yang garing-garing

Siapa tak suka makanan yang crunchy? Sayangnya, ini tak sehat. Memang tampilannya menggoda, apalagi dengan warna kecokelatan. Namun, lebih baik hindari pilihan menu crunchy rolls yang isiannya digoreng atau aneka tempura.

Sushi dengan penyajian segar tanpa diproses merupakan pilihan yang lebih baik. Hindari sushi dengan cara masak deep fried,” kata dr. Alvin.

  1. Pesan salmon dan tuna

Sushi sebetulnya adalah definisi makanan yang rendah lemak. Namun, jika tidak dimakan secara benar atau salah pesan, bisa jadi sebaliknya. Untuk memaksimalkan manfaat sushi, pesanlah menu yang kaya akan omega-3, lemak tak jenuh yang dapat melindungi jantung dan meningkatkan kekuatan otak, yaitu tuna dan salmon.

Ini dibenarkan oleh dr. Astrid Wulan Kusumoastuti dari KlikDokter. “Dengan pemilihan ikan yang tepat, sushi yang Anda santap menjadi kaya akan omega-3 dan berbagai vitamin dan mineral seperti vitamin D,” tegasnya. Untuk kunjungan selanjutnya, pesanlah sashimi!

  1. Daripada yang digoreng, pilih yang dikukus, dipanggang, atau dibakar

Jika tak suka makan sushi mentah seperti sashimi, Anda bisa pesan menu yang dimasak dengan cara masak dikukus (steam), dipanggang, atau dibakar.

  1. Jangan lupakan wasabi

Wasabi terbuat dari tanaman asli Jepang yang masih satu keluarga dengan lobak, yaitu Eutrema japonica atau Japanese horseradish. Wasabi kaya akan antioksidan seperti isothiocyanates, senyawa dengan bau dan rasa menyengat, yang ketika dipanaskan bisa memberikan keampuhan antikanker. Senyawa ini juga bersifat antimikroba sehingga irisan ikan segar umumnya selalu dimakan bersama wasabi.

“Meskipun memiliki rasa dan aroma yang kuat, wasabi kaya akan beta-karoten, glukosinolat, dan isothiocyanates yang punya manfaat antibakteri, antiradang, dan membantu mengecilkan risiko kanker,” ungkap dr. Astrid. 

  1. Acar jahenya dimakan juga, dong!

Biasanya acar jahe hanya dianggap sebagai hiasan dan sering dilewatkan. Secara tradisionalnya, acar jahe (gari) disajikan sebagai pembersih mulut di antara beberapa menu sushi ikan. Biasanya acar jahe dimakan sebelum beralih ke menu sushi ikan lain yang berbeda, sehingga memungkinkan Anda untuk membedakan rasa yang berbeda dari setiap jenis ikan. Ingat, makan acar jahe bersamaan dengan sushi adalah cara yang salah.

Dikatakan oleh dr. Astrid, jahe terkenal memiliki banyak khasiat sejak dulu. Jahe kaya akan kalium dan magnesium, serta dapat membantu melindungi tubuh dari berbagai infeksi.

“Jahe dapat membantu meredakan mual, nyeri otot dan kram akibat menstruasi, serta menurunkan kadar kolesterol jahat LDL dalam darah.”

  1. Pakai soy sauce tak perlu banyak-banyak!

Masih banyak orang yang menuangkan soy sauce ke dalam mangkuk terlalu banyak. Bahkan, sushi “ditenggelamkan” ke dalam saus tersebut. Chef sushi asal Jepang, Naomichi Yasuda, syok ketika melihat banyak orang yang melakukan kebiasaan tersebut. Katanya kepada LA Times, yang benar adalah mencelup sushi sedikit saja untuk merasakan saus tersebut.

Riset yang dilakukan oleh The George Institute for Global Health menilai 150 saus Asia yang berbeda, mulai dari soy sauce, saus tiram, dan kecap ikan. Hasil temuannya cukup mencengangkan—satu sendok makan soy sauce mengandung 61 persen total asupan garam harian yang direkomendasikan. Riset ini juga menemukan bahwa satu paket kecil soy sauce sushi mengandung 10 persen dari total asupan garam harian.

Seperti yang sudah Anda ketahui, konsumsi terlalu banyak garam terus-menerus bisa menyebabkan tekanan darah tinggi, yang mana ini bisa meningkatkan risiko stroke, serta penyakit jantung dan ginjal. 

  1. Ternyata, pakai sumpit itu sehat, lho!

Memang tak semua orang menguasai cara makan dengan sumpit. Padahal, sumpit bisa membantu Anda makan lebih lambat, dibandingkan dengan “menyekop” makanan dengan sendok.

Menurut Katie Clark, ahli diet asal AS kepada Shape, makan berkesadaran adalah cara terbaik untuk benar-benar merasa kenyang, merangsang pencernaan yang sehat, dan serta betul-betul menikmati makanan yang Anda makan.

  1. Tak usah pesan yang aneh-aneh

Saat di restoran sushi, tak sedikit orang yang memesan sushi yang tampilannya heboh. Misalnya dengan tambahan mayones, krim keju, atau krim lainnya. Urusan makan sushi, yang paling sehat adalah menu sushi yang tradisional.

  1. Ingin karbohidrat? Pesan soba, deh

Soba adalah jenis mi Jepang yang secara tradisional terbuat dari jenis serealia gandum kuda. Soba dibuat dari buckwheat alias tepung soba, yang diketahui mengandung asam amino, flavonoid, protein, vitamin, mineral, magnesium, tembaga, dan mangan. Soba tinggi akan serat, sehingga lebih baik dibanding nasi putih pada sushi.

Selain sepuluh poin di atas, cobalah untuk tidak makan berlebihan. Jika ingin makan sushi, seporsi yang isinya enam potong sudah cukup. Jika masih lapar, pesan hidangan lainnya seperti sashimi, sup, salad, atau edamame.

Sehat atau tidaknya menu sushi yang Anda makan bergantung pada bahan yang dipakai, cara masak, serta porsi yang Anda makan. Dapatkan manfaat maksimal sushi dengan memperhatikan poin-poin di atas dalam memilih menu yang paling sehat.

Hindari menu dengan cara masak deep fried, tambahan lain seperti mayones atau krim keju, dan tak perlu pakai soy sauce terlalu banyak. Makanlah secara berkesadaran. Jangan mentang-mentang merasa sedang makan sehat, tanpa sadar Anda sudah menghabiskan 12 potong sushi hingga kekenyangan. Itadakimasu!

[RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar