Sukses

Perlukah Suplemen Protein untuk Membentuk Otot?

Memiliki tubuh ideal adalah impian banyak orang khususnya pria. Namun, apakah selalu diperlukan suplemen protein untuk membentuk otot?

Klikdokter.com, Jakarta Saat ini semakin ada semakin banyak orang yang ingin memiliki tubuh ideal dan berotot, terutama para pria. Maka, pusat-pusat kebugaran pun tumbuh bagai jamur di musim hujan, tidak hanya di kota-kota besar, bahkan di kota-kota kecil. Berolahraga di gym sudah menjadi bagian gaya hidup. Tapi benarkah selalu diperlukan suplemen protein untuk membentuk otot?

Apakah konsumsi suplemen protein tersebut benar bermanfaat, atau hanya gimmick belaka?

Suplemen dan kebutuhan protein tubuh

Terdapat beberapa jenis suplemen protein, namun yang paling populer adalah whey, soy, dan casein. Dari ketiga jenis tersebut, whey – yang merupakan protein susu larut air –  adalah yang paling banyak dikonsumsi. Sementara itu, kelarutan casein dan soy dalam air tidak sebaik whey.

Namun, protein soy yang menggunakan kedelai dapat menjadi pilihan bagi para vegetarian yang ingin membentuk tubuh yang berotot.

Menurut American College of Sports Medicine dan Academy of Nutrition and Dietetics, orang dewasa biasa pada umumnya membutuhkan 0,8 gram protein per kilogram berat badan per hari. Sedangkan, atlet profesional membutuhkan 1,2-1,4 gram.

Jumlah ini berbeda pada atlet yang melakoni olahraga berat seperti maraton dan pelaku binaraga yang membutuhkan jumlah asupan protein lebih besar lagi, yaitu 1,5-2 gram per kilogram berat badan per hari.

Jadi, apabila Anda memiliki berat badan 80 kilogram, maka jumlah protein yang Anda butuhkan dalam sehari maksimal adalah 160 gram.

1 dari 3 halaman

Protein dari makanan

Sebenarnya kebutuhan protein Anda untuk membentuk otot kurang lebih masih dapat dipenuhi dari makanan. Berbagai sumber protein tersedia pada daging merah, ikan, ayam, telur, serta susu dan produk olahannya.

Satu porsi dada ayam rebus tanpa kulit mengandung 28 gram protein, 500 gram steak tenderloin memiliki 26 gram protein, dan dalam satu butir telur rebus ukuran besar terdapat 6 gram protein. Jika Anda hanya akan mencapai kebutuhan protein 1 gram per kilogram berat badan, maka protein tersebut masih dapat dipenuhi dari makanan.

Namun jika Anda ingin mencapai asupan protein 2 gram per kilogram berat badan, terkadang akan lebih sulit jika Anda hanya mengambil asupan protein dari makanan saja. Misalnya untuk memperoleh asupan protein sebesar 160 gram, Anda harus mengonsumsi hampir 6 porsi dada ayam rebus.

Karena alasan kepraktisan dan pemenuhan kebutuhan protein yang lebih tinggi, maka tak jarang orang mengonsumsi suplemen protein yang takarannya pun sudah jelas. Hal ini terutama dilakukan oleh mereka yang sedang aktif berolahraga untuk membentuk otot tubuh.

Misalnya saja remaja yang sedang bertumbuh pesat. Jika asupan proteinnya kurang, maka dikhawatirkan pertumbuhannya akan terganggu. Selain itu, jika Anda sedang memulihkan diri dari cedera, asupan protein yang lebih banyak dapat membantu mempercepat proses pemulihan.

Bagi seorang vegetarian, pemenuhan kebutuhan protein akan lebih terbantu apabila mengonsumsi suplemen. Hal ini terutama pada para vegan yang tidak boleh mengonsumsi susu dan telur.

2 dari 3 halaman

Waktu yang tepat untuk konsumsi suplemen protein

Sering kali, banyak orang masih bingung mengenai waktu yang tepat untuk mengonsumsi suplemen protein. Sebenarnya Anda dapat mengonsumsi suplemen protein sebelum, selama, dan setelah berolahraga.

Namun setelah berolahraga angkat beban yang cukup intens, cadangan glikogen dalam otot akan menipis. Selain itu, dapat pula terjadi “robekan” pada otot yang harus segera diperbaiki.

Untuk mengatasi hal tersebut, Anda disarankan untuk segera mengonsumsi makanan atau minuman yang mengandung karbohidrat dan protein dalam jangka waktu 30 menit, atau selambat-lambatnya 2 jam setelah berolahraga.

Karena terkadang agak sulit untuk mengonsumsi makanan tertentu dalam jangka waktu tersebut, biasanya orang pun memilih suplemen protein dengan campuran karbohidrat di dalamnya yang dirasa lebih praktis.

Namun demikian, jika Anda kesulitan untuk mengakses suplemen protein, tenang saja. Sekotak susu cokelat dapat menggantikannya, karena dalam susu cokelat sudah terkandung karbohidrat dan protein sekaligus.

Hati-hati menggunakan suplemen protein

Jika Anda ingin mencoba mengonsumsi suplemen protein, ada beberapa hal yang perlu diingat. Apabila kebutuhan protein Anda masih bisa dipenuhi lewat makanan, akan lebih baik untuk memperolehnya lewat makanan.

Jangan terlalu mendewakan protein. Sebab, karbohidrat pun dibutuhkan setelah olahraga untuk menggantikan cadangan glikogen otot yang hilang. Hindari juga mengonsumsi suplemen protein secara berlebihan. Karena hal tersebut dapat membebani kerja ginjal dan hati Anda.

Apabila Anda ingin mencoba konsumsi suplemen protein untuk membentuk otot namun masih ragu, jangan segan-segan untuk berkonsultasi terlebih dahulu kepada dokter, ya!

[NP/ RVS]

1 Komentar