Sukses

Bulu Mata Rontok, Pertanda Apa?

Kesulitan mengaplikasikan maskara karena bulu mata kian hari kian rontok? Coba cari tahu penyebabnya agar kelopak mata tak jadi botak!

Klikdokter.com, Jakarta Menjengkelkan rasanya bila bulu mata kian hari makin menipis. Tanpa Anda mengucek-kucek mata pun, bulu mata langsung jatuh ke pipi. Entah apa penyebabnya, yang jelas, bulu mata rontok ini bikin Anda sulit mengaplikasikan maskara. Tak mungkin, kan, Anda setiap saat harus menggunakan bulu mata palsu?

Sebenarnya wajar jika rontoknya bulu mata membuat Anda khawatir. Bukan sekadar karena takut tidak tumbuh lagi, melainkan takut ada sesuatu yang tak beres pada tubuh Anda. Nah, daripada cuma menebak-nebak, lebih baik kenali penyebab bulu mata rontok seperti berikut ini.

Faktor eksternal yang bikin bulu mata rontok

Dilansir Healthline, kondisi bulu mata yang rontok sebenarnya terbilang wajar. Sama saja seperti rambut di kepala. Ada saatnya ia rontok dan akhirnya tumbuh kembali atau dengan kata lain kondisi tersebut merupakan siklus alami yang tak perlu dikhawatirkan.

Namun bila bulu mata rontok secara berlebihan, kemungkinan pertama adalah Anda alergi terhadap suatu produk, khususnya produk riasan maskara. Ya, bisa jadi maskara yang setiap hari Anda bersihkan itu adalah penyebabnya, baik karena alergi terhadap kandungannya maupun cara Anda yang terlalu kasar saat memulas kuas maskara.

Ketika Anda mengaplikasikan maskara dan juga tidak membersihkannya dengan benar, risiko Anda untuk mengalami kerontokan bulu mata makin tinggi, demikian menurut Goodhousekeeping.com. Apalagi bila Anda cuma membersihkannya dengan cairan eye makeup remover. Sebab, membersihkan bekas maskara sebenarnya tidak cukup dengan cairan pembersih tersebut.

Banyak yang mengira, menggosok bulu mata secara perlahan dengan sabun wajah akan membuat bulu mata rontok. Padahal, faktanya sangat berkebalikan. Menurut Michelle Andreoli, MD, seorang juru bicara klinis dari American Academy of Ophthalmology, setelah membersihkan bulu mata dengan kapas dan cairan makeup remover, cucilah bulu mata dengan cairan sabun wajah tanpa pewangi ataupun sabun bayi (sabun formula ringan).

Caranya, pejamkan mata rapat-rapat agar sabun tidak bikin mata perih, lalu gosokkan bulu mata dengan tangan dan sabun selama beberapa detik. Kemudian, bilas dengan air bersih lalu keringkan dengan handuk ataupun tisu. Treatment ini dilakukan untuk menjaga kesehatan folikel bulu mata dan tidak membuatnya cepat rontok.

Tak cuma maskara yang bisa bikin bulu mata rontok, penjepit bulu mata pun bisa jadi biang keladinya, terutama penjepit bulu mata jenis heated eyelash curlers. Meski bikin bulu mata lentik, risiko yang bisa ditimbulkannya juga cukup mengkhawatirkan, seperti bulu mata rontok serta luka bakar di kelopak mata.

Bila Anda menggunakan penjepit bulu mata manual, bersihkan juga penjepit tersebut dari sisa-sisa maskara. Sebab, sisa maskara akan lengket di alat tersebut dan saat Anda menjepitkannya lagi ke bulu mata, bulu mata akan menempel dan tertarik hingga rontok.

1 dari 2 halaman

Bisa jadi gejala penyakit ini

Kerontokan bulu mata yang parah bisa juga pertanda gejala penyakit. Dilansir Healthline dan Goodhousekeeping.com, beberapa penyakit yang berkaitan dengan kerontokan bulu mata, antara lain:

  • Alopesia

Kondisi autoimun yang menghambat pertumbuhan rambut di kepala, tubuh, dan wajah serta merontokkannya.

  • Gangguan tiroid

Ketika Anda kelebihan ataupun kekurangan hormon tiroid, kehilangan bulu mata adalah gejala yang potensial.

  • Blefaritis

Kelenjar minyak yang tersumbat di dekat pangkal bulu mata dapat menyebabkan peradangan kronis dan disfungsi folikel, sehingga menghentikan pertumbuhan bulu mata.

  • Peradangan berat pada tubuh

Biasanya, penderita lupus ataupun arthritis reumatoid mengalami kerontokan bulu mata.

  • Kanker kelopak mata

Persebaran sel kanker pada kelopak mata dapat mengganggu pertumbuhan bulu mata.

Bila Anda ingin mencegah bulu mata rontok akibat faktor eksternal, sisi kebersihanlah yang mesti Anda tingkatkan. Tetapi jika penyebabnya berasal dari penyakit tertentu, tak ada cara lain selain melakukan terapi pengobatan dari dokter. Selain itu, gunakanlah kacamata hitam tiap kali Anda berhadapan dengan teriknya sinar matahari agar sinar ultraviolet tidak merusak mata, baik itu kulit tipis di sekitar mata, bola mata, maupun bulu mata.

[RS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar