Sukses

Hati-hati, Fanatisme Bisa Jadi Ciri Gangguan Kejiwaan

Apakah fanatisme juga tergolong sebagai suatu gangguan kejiwaan?Berikut fakta ilmiahnya.

Klikdokter.com, Jakarta Pernahkah Anda mendengar keributan yang terjadi antara dua suporter klub sepak bola? Fanatisme berlebihan seperti yang sering terjadi pada suporter olahraga memang bisa berujung pada adu mulut, bentrokan, bahkan perkelahian yang menelan korban jiwa. Kalau sudah begini, apakah fanatisme dapat menjadi ciri adanya gangguan kejiwaan?

Kata fanatisme berasal dari kata ‘fanaticus’, yang dalam bahasa Latin berarti amarah atau gangguan jiwa. Hal ini dapat mencerminkan amarah seseorang dengan fanatisme yang tidak setuju dengan pendapat orang lain yang tidak sejalan dengannya, atau juga dapat merefleksikan suatu gangguan kejiwaan.

Sulit menerima pendapat lain

Fanatisme merupakan suatu kondisi ketika seseorang merasa tidak ingin atau tidak dapat menerima pendapat yang berbeda. Hal ini dapat dilihat pada berbagai situasi. Salah satu contohnya adalah mendukung tim olahraga tertentu dengan sepenuhnya, dan tidak dapat menerima apabila tim lain yang menang.

Akibatnya, fanatisme membuat seseorang merasa sangat tertutup terhadap pendapat orang lain. Orang yang fanatik akan menentang orang-orang dengan pendapat yang tidak sesuai dengan pendapat pribadinya. Oleh sebab itu, seseorang yang fanatik terhadap suatu hal umumnya dapat berseteru dan mengalami konflik dengan orang lain yang tidak setuju padanya atau berpihak pada hal yang bertentangan.

Menurut informasi yang dilansir dari laman Psychology Today, fanatisme dapat menyebabkan kesulitan bagi seseorang untuk menerima pendapat orang lain, serta dapat menghambat kemampuan berpikir logis seseorang. Kemampuan berpikir logis atau rasionalitas merupakan kemampuan seseorang dapat mengevaluasi, berpikir kritis, dan membandingkan beberapa hal untuk menentukan pilihan yang paling sesuai. Rasionalitas tersebut penting untuk menganalisis situasi setiap saat dan menjadi salah satu elemen penting pada keseharian.

Artikel tersebut juga mencantumkan bahwa tidak ada yang salah memiliki pendapat tertentu atau mempertahankannya. Namun, apabila hal tersebut sering menyebabkan konflik antara seseorang dengan pihak lainnya dan menjadi tidak tertangani, kondisi tersebut membutuhkan evaluasi lebih lanjut untuk menentukan apakah terdapat fanatisme atau tidak.

Salah satu tanda dari terdapatnya fanatisme adalah ketidakterbukaan seseorang terhadap pendapat orang lain. Selain itu, individu dengan fanatisme juga mudah merasa marah apabila pendapatnya ditentang atau orang lain memiliki pendapat yang berbeda dengannya.

Cara membantu orang dengan fanatisme

Lalu, bagaimana cara membantu seseorang dengan fanatisme? Salah satu pendekatan yang dianggap cukup efektif adalah dengan melibatkan anggota keluarga dan orang lain yang ada di sekitar individu tersebut. Anggota keluarga dan sahabat dapat membantu menjelaskan mengenai pendapat mereka yang berbeda, memberikan alasan-alasan yang mendukung, serta menjelaskan dengan sabar dan perlahan. Umumnya, bila mendapatkan pendekatan yang cocok, individu dengan fanatisme dapat mulai memahami pendapat orang lain.

Selain itu, Anda juga dapat berkonsultasi dengan tenaga kesehatan mental profesional. Pada kesempatan tersebut, dapat dilakukan terapi perilaku kognitif untuk membantu mengenal lebih lanjut dasar dari adanya fanatisme yang dialami oleh individu tersebut. Selain itu, tenaga kesehatan mental profesional juga dapat menentukan penanganan yang sesuai dengan kondisi yang dialami.

Menggemari sesuatu, seperti klub sepak bola, penyanyi dunia, atau tokoh publik tertentu, tidaklah salah. Hanya saja jika Anda sampai tidak membuka diri terhadap pendapat orang lain, Anda mungkin sudah mengalami fanatisme yang dapat mengarah pada gangguan kejiwaan. Akibatnya, Anda akan sering terlibat konflik dengan lingkungan sekitar. Untuk mengatasinya, Anda dapat berkonsultasi dengan tenaga kesehatan jiwa profesional guna dilakukan evaluasi lebih lanjut untuk menentukan penanganan yang paling tepat.

[HNS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar