Sukses

Keluar Darah Setelah Pap Smear, Normalkah?

Setelah Pap smear, Anda menemukan sedikit darah di celana dalam. Apakah ini normal?

Klikdokter.com, Jakarta Pap smear merupakan prosedur yang dapat mendeteksi kanker serviks. Salah satu keluhan yang sering dialami wanita usai tes tersebut adalah keluarnya darah dari vagina. Apakah ini hal yang normal?

Menurut Rebecca Shoosmith, Deputy Chief Executive and Head of Support Services di Jo’s Cervical Cancer Trust, Inggris, keluar sedikit darah atau flek setelah Pap smear adalah normal dan bukan hal yang harus dikhawatirkan.

Saat melakukan Pap smear, dokter akan memasukkan spekulum ke dalam liang vagina agar dapat melihat kondisi serviks. Kemudian, sampel sel serviks diambil menggunakan sikat halus -- cara inilah yang dapat membuat jaringan halus serviks Anda berdarah.

“Sehari setelah tes, Anda mungkin akan mengalami perdarahan ringan. Agar tetap nyaman, Anda bisa memakai pembalut atau panty liner,” kata Shoosmith, seperti dikutip dari NetDoctor.  

Keputihan usai melakukan Pap smear juga hal yang wajar. Tapi Anda harus berhati-hati jika jumlah keputihan tersebut tidak seperti biasanya, atau tidak normal. Shoosmith menyarankan Anda untuk menghubungi dokter umum jika itu terjadi, karena bisa saja Anda mengalami gejala kanker serviks.

Tanda dan gejala yang harus diwaspadai

Perdarahan ringan atau flek usai Pap smear adalah hal yang normal. Biasanya perdarahan akan berhenti dalam beberapa jam. Namun, waspadalah jika Anda mengalami gejala berikut usai Pap smear, seperti dilansir Healthline:

  • Jumlah perdarahan banyak (apalagi jika Anda harus mengganti lebih dari satu panty liner dalam satu jam)
  • Kram hebat
  • Perdarahan terjadi lebih dari tiga hari
  • Darah gelap dan bergumpal atau berwarna merah cerah

Perdarahan usai Pap smear bisa menjadi pertanda adanya masalah lain, seperti infeksi, infeksi menular seksual, kehamilan, bahkan kanker serviks. Tapi jangan buru-buru berasumsi bahwa perdarahan tersebut adalah tanda dari kanker. Segeralah berkonsultasi dengan dokter apabila menemukan gejala perdarahan yang tidak biasa.

Agar Pap smear terasa nyaman

Anda tidak sendirian jika merasa takut atau cemas sebelum Pap smear. Banyak wanita yang merasakannya juga. Hal yang pasti, jangan sampai ketakutan itu membuat Anda menunda atau bahkan tidak melakukan tes sama sekali. Pap Smear menyelamatkan sekitar 5.000 nyawa setiap tahunnya dan akan menyelamatkan lebih banyak lagi wanita jika mereka rutin melakukan tes.

Shoosmith mengatakan bahwa Pap smear dapat terasa nyaman dengan beberapa kiat. Menurutnya, wanita tetap harus memegang kontrol. Misalnya, selama prosedur berlangsung, jangan ragu untuk mengatakan kepada suster bahwa Anda merasa sakit. Nantinya suster dapat mengaplikasikan pelumas yang lebih banyak ke spekulum atau mengganti ke spekulum yang lebih kecil.

“Sebelum Pap smear, penting juga untuk mengatakan kepada suster mengenai masalah kesehatan yang Anda miliki, yang mungkin bisa menyebabkan nyeri saat prosedur,” ujar Shoosmith. Dengan begitu, suster dapat mempersiapkan cara-cara yang dapat mengurangi nyeri Anda. Contohnya, jika vagina Anda kering karena menopause, suster dapat meresepkan estrogen vagina sebelum tes.

Pap smear dapat berjalan lebih lancar jika tubuh Anda relaks. Jadi tetaplah tenang dan ambil napas yang dalam selama prosedur.

Kesimpulannya, perdarahan setelah Pap smear adalah hal yang normal, bahkan untuk wanita yang tidak memiliki infeksi, kanker, atau kondisi lainnya. Hindari berhubungan seksual atau menggunakan tampon dalam dua atau tiga hari setelah melakukan tes jika Anda mengalami perdarahan. Tampon dapat menyebabkan perdarahan bertambah banyak.

Segera hubungi dokter jika perdarahan usai Pap smear yang Anda alami bertambah banyak atau tidak berhenti setelah tiga hari. Beritahu dokter mengenai gejala Anda yang lainnya, jika ada. Penjelasan yang lengkap dari Anda akan membantu dokter mendiagnosis dengan akurat.

[RS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar