Sukses

Sering Konsumsi Minuman Alkohol Rentan Kena Kanker Hati?

Kanker hati sering dikaitkan dengan gaya hidup yang tidak sehat. Salah satunya kebiasaan minum alkohol.

Klikdokter.com, Jakarta Beberapa hari lalu, komika Gebi Ramadhan meninggal dunia karena sakit kanker hati. Ya, kanker hati adalah satu dari lima jenis kanker yang paling banyak menyebabkan kematian. Berdasarkan riset WHO tahun 2015, kanker hati bertanggung jawab atas lebih dari 700.000 kematian, dari 9 juta kematian akibat kanker. Meski penyebab kanker sebenarnya belum diketahui pasti, namun penyakit ini sering dikaitkan dengan beberapa faktor risiko, seperti gaya hidup yang tidak sehat, misalnya kebiasaan minum alkohol.

"Kalau alkohol berdiri sendiri menjadi penyebab kanker hati, itu tidak bisa. Sejauh ini memang penyebab kanker hati masih belum diketahui secara pasti. Tapi, alkohol memang merusak organ hati," ujar dr. Atika dari KlikDokter.

Alkohol bisa merusak hati

Tidak hanya menyebabkan mabuk, alkohol bisa berefek jangka panjang bagi kesehatan tubuh. Menurut dr. Atika, saat dikonsumsi dalam jumlah besar maupun dalam jangka waktu lama, alkohol dapat memunculkan gangguan hati yang disebut sebagai penyakit perlemakan hati akibat alkohol (alcoholic fatty liver disease).

Mekanisme pasti alasan terjadi penumpukan lemak pada pengonsumsi alkohol kronik masih belum jelas. Namun, hal ini diperkirakan berhubungan dengan kegagalan hati mencerna lemak dari proses metabolisme alkohol.

Hal ini bisa berlangsung cepat, bahkan hanya dua hari setelah mengonsumsi alkohol dalam jumlah sangat tinggi. Biasanya, akan tampak perubahan berupa munculnya lemak pada sel-sel hati setelah banyak mengonsumsi alkohol. Hanya saja, bila konsumsi alkohol dihentikan, hati akan kembali normal. Lain halnya bila konsumsi alkohol dilanjutkan dalam jangka waktu lama, misalnya 10 atau 20 tahun.

Dalam jangka waktu lama, konsumsi alkohol akan membuat hati Anda semakin buruk. Timbunan lemak akan terjadi pada banyak sel hati dan akan sangat mengganggu fungsi hati. Jika fungsi hati terganggu, itu berarti salah satu organ tubuh terpenting Anda terganggu.

Padahal, hati berfungsi untuk menetralkan zat berbahaya yang masuk ke tubuh, berperan dalam proses pencernaan lemak, dan pembentukan protein. Bayangkan bila fungsi hati terganggu akibat konsumsi alkohol.

Penyebab kanker hati

Sampai saat ini penyebab kanker hati belum diketahui secara pasti. Kendati demikian, ada beberapa hal yang membuat faktor risiko semakin tinggi, yaitu:

  1. Hepatitis B dan C

Menurut dr. Karin Wiradarma dari KlikDokter, hepatitis B dan C adalah salah satu faktor risiko tertinggi penyebab kanker hati. Kedua jenis hepatitis itu diduga menjadi penyebab 75 persen kasus kanker hati di seluruh dunia.

  1. Sirosis hati

Sirosis adalah pengerasan hati. Menurut dr. Sepriani Timurtini Limbong dari KlikDokter, sirosis hati terjadi sebenarnya sebagai konsekuensi akhir dari infeksi hepatitis B maupun hepatitis C.

  1. Perlemakan hati tipe non alkoholik

Penyakit hati tipe non-alkoholik (Non Alcoholic Fatty Liver Disease/NAFLD) memang jarang terjadi. Hanya saja, menurut dr. Sepriani, hal ini juga dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker hati, terutama pada kondisi yang tidak mendapat penanganan yang tepat.

  1. HIV/AIDS

Ini sebenarnya bukan faktor risiko langsung. Hanya saja, orang dengan HIV/AIDS rentan mengalami infeksi lain, termasuk hepatitis B dan C. Bila sampai terjadi, kedua jenis hepatitis tersebut akan menjadi kanker hati.

Alkohol memang tidak berdampak langsung atau sebagai penyebab utama kanker hati. Akan tetapi, alkohol tetap sangat berbahaya bagi organ hati, apalagi jika Anda sering mengonsumsinya dan berlangsung dalam waktu lama. Untuk menekan risiko terkena kanker hati, terapkanlah gaya hidup sehat.

[HNS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar