Sukses

Bisakah Diet Vegetarian Cegah Stroke?

Diet vegetarian banyak digemari karena dianggap membawa dampak kesehatan lebih besar. Benarkan mencegah stroke adalah salah satunya?

Klikdokter.com, Jakarta Serangan stroke dikenal bisa sangat mematikan, bisa menyerang baik pria maupun wanita. Beberapa hari yang lalu, penyakit ini pun merenggut nyawa pakar media sosial Nukman Luthfie, pada Sabtu (12/1) lalu. Kemudian pada Senin (14/1) desainer sekaligus aktor Robby Tumewu yang sebelumnya mengidap stroke, meninggal akibat infeksi paru.

Stroke identik dengan kebiasaan jangka panjang, seperti pola makan tak sehat, jarang berolahraga, dan merokok. Menurut sejumah pendapat, diet vegetarian bisa membantu mencegah stroke di kemudian hari. Benarkah demikian?

Stroke dan diet vegetarian

Dilansir dari Verywell Health, benar bahwa pola makan vegetarian dapat menurunkan risiko stroke sekaligus memelihara kesehatan secara menyeluruh. Ini karena pelaku diet tersebut memiliki kadar lemak dan kolesterol darah yang jauh lebih rendah (karena tidak mengonsumsi daging berlemak) ketimbang mereka yang pemakan segala.

Menurut dr. Nadia Octavia dari KlikDokter, vegetarian bisa diartikan sebagai seseorang yang hanya makan tumbuh-tumbuhan dan tidak mengonsumsi makanan yang berasal dari makhluk hidup seperti daging dan unggas. Namun, pelaku diet ini masih bisa mengonsumsi produk olahan hewan seperti telur, susu, atau keju. Dengan minimnya konsumsi daging, apalagi yang berlemak, risiko pembuluh darah tersumbat akibat lemak dari makanan yang dikonsumsi pun sangat kecil.

Pelaku diet vegetarian juga memiliki bobot tubuh yang cenderung lebih stabil dan ideal ketimbang orang-orang yang gemar mengonsumsi daging. Mereka yang vegetarian cenderung memiliki bobot tubuh yang ringan ketimbang orang yang gemar mengonsumsi aneka daging. Pasalnya, makanan para vegetarian rendah kalori tapi kaya akan serat.

Serat dan cairan yang tercukupi akan membuat seseorang memiliki sistem pencernaan yang lancar, sehingga tidak ada penumpukan sisa makanan atau kotoran di usus besar. Ketika berat badan berada di angka ideal sesuai hitungan indeks massa tubuh, Anda akan terhindar dari risiko stroke. Itu karena biasanya, orang yang memiliki indeks massa tubuh di atas 30-lah yang berkaitan dengan peningkatan risiko stroke.

Tak cuma itu, komposisi nutrisi dari diet vegetarian umumnya lebih bervariasi daripada diet non vegetarian, terutama dalam hal vitamin dan mineral. Anda pun dapat menikmati manfaat antioksidan secara maksimal lewat diet vegetarian, yang dapat melindungi tubuh dari penyakit stroke, jantung, hingga kanker.

1 dari 2 halaman

Hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum menjadi vegetarian

Kendati demikian, sebelum beralih dan menerapkan diet vegetarian untuk mencegah stroke, sebaiknya konsultasikan dulu hal ini kepada dokter dan ahli gizi. Ini penting untuk menentukan pola makan dan menu seperti apa yang sesuai dengan kondisi Anda.

Konsultasi juga penting untuk mencegah Anda kekurangan vitamin B12. Menurut dr. Nadia, vitamin B12 secara alami didapat dari sumber hewani. Bila terdapat defisiensi V12, tubuh akan terasa lemas, keseimbangan menurun, dan tubuh rasanya seperti ditusuk-tusuk. Ya, meski tekanan darah tinggi bisa menjadi pemicu timbulnya stroke, tetapi anemia parah (kurang darah) akibat kekurangan vitamin B12 juga bisa menimbulkan risiko stroke yang sama bahayanya.

Selain itu, cermati juga bagaimana cara Anda mengonsumsi sayur-sayuran. Jika sayur, umbi, bahkan buah yang Anda jadikan sumber makanan utama itu selalu digoreng (apalagi deep fried) atau diolah dengan santan sehingga mengeluarkan banyak minyak trans, itu bisa lebih buruk ketimbang Anda mengonsumsi daging tanpa lemak yang diolah secara benar.

Pencegahan stroke lainnya yang tak kalah penting

Stroke dapat disebabkan oleh berbagai faktor risiko yang sebenarnya bisa dicegah, yaitu obesitas, kurang olahraga, konsumsi terlalu banyak minuman beralkohol, merokok, kadar kolesterol tinggi, tekanan darah tinggi, dan diabetes.

“Melihat fatalnya stroke pada fungsi tubuh, sangat penting untuk mengenali gejala serta melakukan pencegahan diri dengan menerapkan gaya hidup sehat. Konsumsilah makanan bergizi seimbang, berolahraga rutin, menjauhi rokok dan membatasi alkohol, serta mengelola stres dengan baik. Jangan lupa juga untuk melakukan pemeriksaan kolesterol, diabetes, dan tekanan darah secara teratur,” dr. Karin Wiradarma dari KlikDokter menjelaskan.

Lakukanlah pemeriksaan medis secara rutin dan deteksi dini sejak usia 20 tahun. Pemeriksaan rutin yang direkomendasikan meliputi pemeriksaan tekanan darah, pemeriksaan fisik, kadar kolesterol lengkap saat puasa (LDL, HDL, trigliserida), kadar gula darah, ukurang lingkar pinggang, dan rekam jantung standar (EKG).

Diet vegetarian dapat membantu Anda mencegah stroke. Jika Anda tertarik untuk mencoba diet ini, perhatikan komposisi, nutrisi, jumlah kalori, dan cara pengolahan makanan yang akan Anda konsumsi. Apabila Anda ternyata tak sanggup menjadi vegetarian, Anda tetap bisa mencegah stroke dengan menerapkan diet seimbang, mengurangi asupan kalori, makanan berpengawet dan tinggi lemak trans. Selain itu Anda juga perlu memperbanyak konsumsi sayur dan buah, olahraga teratur, istirahat cukup, hindari stres, serta cek kesehatan secara rutin. Bila itu semua dilakukan, niscaya risiko stroke bisa diminimalkan sekecil mungkin.

[RN/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar