Sukses

Benarkah Ketombe Menular?

Seseorang yang memiliki ketombe sering menjadi bahan omongan hingga dijauhi temannya karena takut tertular. Tapi, benarkah ketombe menular?

Klikdokter.com, Jakarta Memiliki ketombe tentunya akan sangat mengganggu, apalagi bila sampai dijauhi teman karena takut tertular. Tapi, jangan langsung asal tuduh. Ketahui seputar masalah ketombe dari sisi medisnya terlebih dahulu.

Ketombe merupakan gangguan pada kulit kepala, ditandai dengan kemunculan serpihan putih yang mengelupas dari kulit kepala. Serpihan ini terdiri dari sel-sel kulit mati yang mengelupas sebelum waktunya, hingga terlihat mengotori rambut dan mungkin jatuh ke pakaian Anda.

Tanda dan penyebab ketombe

Seseorang akan mengetahui bahwa di rambut dan kulit kepalanya muncul ketombe jika mereka melihat serpihan halus berwarna putih yang kering pada rambut, kulit kepala atau pakaiannya. Bila kulit kepala Anda terasa gatal, waspadalah. Bisa jadi hal tersebut juga menandakan kemunculan ketombe.

Perlu Anda ketahui, penyebab dari ketombe hingga kini belum diketahui secara pasti. Namun, beberapa orang menduga masalah kulit kepala ini berkaitan dengan produksi hormon, karena biasanya ketombe muncul saat masa pubertas.

Selain itu, terkadang jarang keramas juga dapat menyebabkan penumpukan minyak pada kulit kepala yang juga dapat menghasilkan ketombe. Meski demikian, ketombe tidak berkaitan langsung dengan higienitas yang buruk. Bahkan jika mencuci rambut secara rutin, Anda bisa saja memiliki rambut berketombe.

Jika Anda mengalaminya, atasi ketombe yang mengganggu dengan cara yang tepat, agar tak kembali muncul.

Penanganan masalah ketombe

Walaupun belum ada pengobatan khusus untuk masalah ketombe, Anda dapat mengurangi dan menghilangkan keluhan ketombe dengan beberapa cara yang praktis. Beberapa orang mendapatkan hasil yang baik setelah menggunakan sampo anti ketombe yang dijual bebas di pasaran.

Sampo jenis ini biasanya mengandung seng pyrithione, asam salisilat atau selenium sulfida, yang berfungsi memperkecil serpihan ketombe hingga kurang terlihat. Tak hanya itu, sering mencuci bahkan dengan sampo biasa juga dapat mengurangi ketombe.

Sebab, cara ini dapat mengurangi penumpukan minyak di kulit kepala. Tapi ingat, bilas sampo hingga bersih, ya. Karena sisa sampo yang menempel di rambut juga rentan menyebabkan masalah rambut lainnya, termasuk gatal dan ketombe.

Jika penyebab dari ketombe yaitu adanya peningkatan jumlah jamur pada kulit kepala, beberapa dokter merekomendasikan penggunaan sampo yang mengandung ketoconazole 1 persen untuk mengurangi ketombe.

Walaupun belum ada bukti yang dapat dipercaya, sampo yang diresepkan ini nyatanya dapat bekerja lebih baik daripada beragam sampo yang dijual di pasaran.

Kebanyakan orang tidak membutuhkan konsultasi dokter untuk menangani ketombe. Namun, jika rasa gatal meningkat dan ketombe tak kunjung hilang meski telah menggunakan sampo anti ketombe, atau jika terdapat peradangan (kulit kepala kemerahan dan bengkak) dan pengelupasan kulit yang parah terjadi, segera konsultasikan kondisi Anda ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

1 dari 2 halaman

Lalu, benarkah ketombe menular?

Jawabannya adalah tidak. Sebab, ketombe umumnya muncul saat jamur yang secara normal terdapat pada kulit kepala bertambah jumlahnya. Peningkatan dari jumlah jamur inilah yang kemudian berkaitan dengan meningkatnya jumlah serpihan ketombe.

Namun, terdapat kondisi lain yang diberi istilah “ketombe berjalan”. Kondisi ini biasanya terjadi karena adanya infeksi dari tungau atau kutu pada kulit kepala. Kutu rambut ini dapat berpindah-pindah, sehingga berkembang biak di kulit kepala orang lain.

Jadi, sebenarnya bukan ketombe yang menular, namun kutu yang berpindah rambut dan menginfeksi kulit kepala hingga berketombe, sehingga terkesan menularkan ketombe.

“Ketombe berjalan” ini dapat disembuhkan dengan pengobatan topikal yang dapat membunuh kutu penyebab infeksi. Biasanya, proses penyembuhan diawali dengan pembasmian kutu dengan menggunakan cairan pembasmi kutu rambut, baru dilanjutkan dengan perawatan rambut untuk mengurangi ketombe.

Menilik dari pembahasan yang telah dijabarkan, maka terbukti bahwa ketombe sebenarnya tidak menular. Oleh sebab itu, Anda tidak perlu menjauhkan diri dari seseorang yang memiliki ketombe. Akan lebih baik bila Anda membantunya dengan memberikan informasi seputar perawatan rambut yang lebih baik.

[NP/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar