Sukses

Bolehkah Ibu Hamil Trimester Akhir Berhubungan Seks?

Hamil besar kerap menghalangi suami istri dalam berhubungan seks. Benarkah berhubungan seks tidak disarankan bagi ibu hamil trimester akhir?

Klikdokter.com, Jakarta Tidak sedikit pasangan yang menghindari berhubungan seks ketika sang istri sedang hamil. Alasannya beragam, mulai dari takut muncul flek, takut keguguran, hingga takut kontraksi. Lantas, apakah benar ibu hamil trimester akhir tidak boleh berhubungan seks?

Kehamilan merupakan proses untuk mendapatkan sang buah hati. Sperma dari laki-laki akan membuahi sel telur wanita dan menjadi bakal janin. Bakal janin akan berkembang dan bertumbuh di dalam rahim sang calon ibu selama masa kehamilan.

Kehamilan normalnya terjadi antara 37-40 minggu. Waktu tersebut tentunya tidak sebentar. Sebagai pasangan, suami istri juga memiliki hasrat keinginan seksual. Hasrat tersebut bukanlah kesalahan atau dosa, tapi merupakan kebutuhan biologis. Selain itu, hubungan seks antar pasangan juga menjaga hubungan emosional antar-keduanya.

Tak ada larangan berhubungan seks saat hamil besar

Ketika kondisi kehamilan Anda sehat dan janin juga sehat, sebenarnya tidak ada larangan untuk berhubungan seksual ketika hamil besar. Anda dan pasangan tetap dapat berhubungan intim sesering yang Anda inginkan.

Namun, ada beberapa kondisi kehamilan yang menyebabkan pasangan sebaiknya menghindari berhubungan intim seperti:

  • Flek dalam kehamilan
  • Cairan ketuban merembes
  • Terdapat keputihan yang tidak normal
  • Terdapat kontraksi rahim terus-menerus
  • Terdapat riwayat keguguran berulang.

Berhubungan intim dan mengeluarkan sperma di dalam saat ejakulasi memang dapat menimbulkan kontraksi pada rahim. Pada saat orgasme juga akan terjadi kontraksi pada rahim. Namun, kedua kontraksi tersebut tidak cukup kuat untuk mencetuskan persalinan.

Janin dalam rahim ibu terlindung oleh dinding otot rahim, cairan ketuban, dan juga plasenta. Ketiga hal tersebut melindungi sang bayi dari gerakan dan aktivitas ibu. Hubungan intim tersebut tidak akan membahayakan sang calon bayi.

Selain itu, dapat pula terjadi perdarahan pasca senggama ketika berhubungan intim ketika hamil. Hal ini termasuk normal jika hanya terjadi setelah berhubungan intim dan dalam jumlah yang sedikit. Namun, ketika terjadi perdarahan yang terus-menerus dan cukup banyak, sebaiknya segera periksa ke dokter.

Trimester ketiga dimulai dari usia kehamilan ke 27 minggu. Pasangan masih dapat berhubungan intim ketika trimester ketiga. Namun, biasanya perut sang calon ibu sudah cukup besar, jadi posisi yang dianjurkan adalah woman on top. Posisi berbaring (missionary) selain kurang nyaman bagi pasangan juga dapat menekan pembuluh darah sang ibu sehingga mengurangi perdarahan ke janin.

Pada trimester ketiga akhir memasuki usia cukup bulan yaitu minggu ke 37 ke atas, sebaiknya pasangan sudah tidak melakukan hubungan seksual. Ini lantaran pada usia kehamilan tersebut, kepala janin bisa saja sudah memasuki rongga panggul sehingga dapat meningkatkan risiko perdarahan dan persalinan dini.

Berbagai manfaat berhubungan seks saat kehamilan seperti meningkatkan kualitas orgasme, kebugaran, ikatan emosional pasangan dan kekebalan tubuh. Berhubungan intim juga dapat meningkatkan kualitas tidur. Tidur bagi wanita hamil sangatlah penting untuk menjaga kesehatan sang ibu dan janin.

Berhubungan seks saat trimester akhir tidak dilarang jika kondisi ibu hamil sehat. Namun, jika usia kehamilan sudah mendekati 37 minggu, sebaiknya berhubungan seks tidak dilakukan karena bayi sudah matang dan siap dilahirkan.

[HNS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar