Sukses

Efektifkah Atasi Luka Bakar dengan Pasta Gigi?

Banyak orang mengoleskan pasta gigi pada luka bakar yang baru saja terjadi. Apakah cara ini efektif?

Klikdokter.com, Jakarta Luka bakar tak melulu diakibatkan kebakaran besar. Luka jenis ini juga sering terjadi di rumah akibat pekerjaan sehari-hari, seperti memasak, menyetrika pakaian, tersiram air panas, dan terkena knalpot kendaraan. Luka bakar ringan semacam ini sudah lazim diolesi pasta gigi sebagai pertolongan pertama. Namun apakah cara ini efektif?

Pasta gigi tidak membantu luka bakar

Secara umum, luka bakar dapat dibagi menjadi tiga derajat. Pertama, luka bakar derajat satu, menyebabkan kulit kemerahan, biasanya terjadi akibat terbakar sinar matahari. Kedua, luka bakar derajat dua (lebih dalam) menyebabkan kulit melepuh dan terasa sangat nyeri.

Terakhir, luka bakar derajat tiga (paling dalam) menyebabkan kulit berwarna pucat atau kehitaman. Biasanya kulit yang mengalami luka bakar tahap ini sudah tidak nyeri karena saraf sudah rusak karena terbakar.

Kebiasan memberikan pasta gigi pada luka bakar apa pun derajat luka yang dialami, sebenarnya adalah salah. Efek dingin dan rasa nyaman dari pasta gigi bersifat sementara. Bahkan, kandungan pada pasta gigi seperti mentol, calcium, dan pemutih justru dapat membuat luka bakar tambah parah dan lebih mudah terinfeksi. Efek buruk lainnya, pasta gigi dapat menghambat proses penyembuhan luka bakar.

Bahkan, luka bakar yang ditutup dengan pasta gigi dapat meluas dan menyebar. Panas dari luka bakar tersebut tidak dapat dilepaskan ke udara luar karena terhalang pasta gigi yang dioles hingga menutupi luka. Akibatnya, panas tersebut justru makin masuk ke dalam dan melebar ke jaringan sekitar tubuh. Luka bakar pun dapat makin berat dan meluas.

Tindakan saat mengalami luka bakar

Ketika terjadi luka bakar pada kulit Anda, ada beberapa hal yang harus segera dilakukan, seperti:

  1. Guyurlah luka dengan air mengalir

Tindakan pertama yang harus Anda lakukan saat mengalami luka bakar adalah mengguyur luka dengan air yang mengalir sekitar 15 menit atau sampai rasa panas hilang.

Hal ini dapat menurunkan suhu luka bakar, sehingga luka tersebut tidak meluas ke jaringan sekitarnya. Rasa dingin dari air mengalir juga dapat memberikan efek nyaman pada tubuh.

  1. Jangan olesi luka bakar dengan pasta gigi, kecap atau minyak goreng

Setelah itu, jangan olesi kulit yang terbakar dengan pasta gigi, kecap, dan minyak goreng karena dapat memperparah luka bakar dan meningkatkan risiko infeksi.

  1. Jangan kompres luka bakar dengan es batu

Suhu yang sangat dingin dari es batu (0 sampai -4 derajat Celsius) dapat membuat pembuluh darah mengecil (vasokonstriksi). Aliran darah akan menjadi berkurang hingga terhenti sehingga luka tersebut juga makin susah sembuh.

  1. Jangan pecahkan gelembung lepuhan dari luka bakar

Hal lain yang juga tak kalah penting adalah jangan memecahkan gelembung lepuhan dari luka bakar karena dapat meningkatkan risiko infeksi.

  1. Gunakan obat antinyeri seperti parasetamol

Menggunakan obat seperti parasetamol juga dianjurkan untuk mengurangi nyeri yang timbul akibat luka bakar.

Jadi, menggunakan pasta gigi untuk luka bakar tidaklah membantu, justru bisa memperluas area kulit yang terbakar. Perlu diingat, tidak semua luka bakar dapat ditangani sendiri. Bila Anda atau anggota keluarga Anda mengalami luka bakar di area wajah, tangan, persendian, kaki, dan genital, segera periksa ke dokter. Hal ini penting demi mendapatkan penanganan yang tepat, agar tidak menimbulkan cacat permanen.

[HNS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar