Sukses

Kulit Bayi Pecah-Pecah, Perlukah Khawatir?

Banyak orang tua khawatir ketika mendapati kulit bayi pecah-pecah dan terasa kering. Lantas, bagaimana cara mengatasi hal ini?

Klikdokter.com, Jakarta Salah satu yang perlu diperhatikan orang tua terkait bayi adalah kesehatan kulitnya. Terkadang, kulit bayi pecah-pecah dan terasa kering. Hal tersebut sering terjadi pada bayi baru lahir atau berusia di bawah 1 tahun. Ketika ini terjadi, apakah orang tua perlu khawatir?

Menurut dr. Andika Widyatama dari KlikDokter, lapisan terluar kulit (epidermis) bayi masih sangat tipis dan belum terbentuk pelembap alami seperti pada orang dewasa. Selain itu, kulit bayi belum banyak memiliki pelindung alami. Kondisi-kondisi tersebut membuat kulit bayi lebih berisiko mengalami iritasi, kekeringan, ruam, sampai pecah-pecah. Meski begitu, dr. Andika menjelaskan, orang tua tidak perlu khawatir.

"Ya, terkadang bayi itu masih ada sisa-sisa lapisan atau yang melapisi di kulit saat masih di dalam kandungan dan itu terbawa sampai lahir. Bisa jadi itu yang pecah-pecah, karena itulapisan terluar kulit bayi," ujar dr. Andika saat dikonfrimasi.

"Ketika kulit bayi pecah-pecah, itu tidak masalah karena bisa diberikan losion. Tapi ingat, harus diberikan losion yang khusus bayi. Sekarang sudah banyak di pasaran," kata dr. Andika lagi.

Penggunaan losion pada bayi

Sama halnya seperti orang dewasa, bayi juga bisa memakain losion. Pelembap kulit khusus bayi memiliki kandungan zat yang lebih ringan sehingga sesuai dengan kulit mereka yang masih tipis.

"Jika losion anak untuk orang dewasa dipakaikan ke bayi, kulitnya bisa mengalami iritasi. Ketika kulit bayi mengalami iritasi, kondisi kulit juga akan terganggu, sehingga kuman mudah masuk melalui kulit bayi," ujar dr. Reza Fahlevi dari KlikDokter.

Waktu yang tepat untuk memberikan losion pada bayi adalah ketika selesai mandi. Itu karena aktivitas mandi dapat mengikis pelindung kulit pada bayi sehingga kulit bayi bisa menjadi kering.Oleskan losion secara teratur, terutama di daerah yang mudah kering dan sering terkena gesekan, seperti lutut, siku, serta kaki. Oleskan merata di bagian kulit yang terlihat pecah-pecah sedikit demi sedikit.

Menurut dr. Reza, Anda bisa mengoleskan losion yang tidak terlalu berminyak secara tipis-tipis di wajah bayi ketika cuaca panas. Sementara, ketika cuaca dingin, aplikasikan losion yang lebih berminyak untuk melindungi wajah dan telinga bayi agar terhindar dari kulit pecah-pecah.

Memilih losion yang cocok untuk bayi

Agar kulit bayi halus dan lembut, pastikan Anda memilih losion khusus bayi yang tepat. Menurut dr. Reza beberapa hal dapat dipertimbangkan saat memilih produk losion khusus bayi.

  • Less is more. Ini berarti Anda harus memilih dengan benar losion untuk bayi. Hindari pemilihan produk dengan kandungan pewarna, pengawet, atau pengharum yang terlalu menyengat.
  • Pilih losion untuk bayi yang sudah diformulasikan khusus. Ini biasanya bisa terbuat dari bahan-bahan alami, disesuaikan dengan kondisi kulit bayi, direkomendasikan oleh dokter, dan telah teruji secara klinis.
  • Pilih losion bayi bertipe hypo-allergenic. Artinya, produk tersebut sudah melalui pengujian khusus pada kulit bayi. Hal ini akan meminimalkan atau menghindari terjadinya reaksi alergi pada kulit bayi akibat penggunaan produk tertentu dan aman untuk bayi berkulit sensitif.
  • Pilih losion yang dapat melindungi bayi dari iritasi akibat gigitan nyamuk dan serangga. Coba cari losion yang mengandung bahan alami citronella oil yang dapat menghalau nyamuk, serta ekstrak chamomile yang mampu mengurangi rasa gatal. Ini juga penting dalam mencegah bayi dari gigitan nyamuk sehingga bayi aman dari penyakit dan ruam.

Jadi, kalau kulit bayi pecah-pecah, Anda jangan keburu khawatir. Pengaplikasian losion khusus bayi pada area-area kulit bayi yang kering dan pecah-pecah bisa sangat membantu. Pastikan juga Anda memilih losion yang tepat supaya bayi Anda tidak terkena masalah kulit.

[HNS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar