Sukses

Pentingnya Dukungan Keluarga untuk Pasien Kanker Nasofaring

Tak hanya pengobatan secara medis, dukungan keluarga juga penting untuk kesembuhan pasien kanker nasofaring.

Klikdokter.com, Jakarta Sempat diberitakan sembuh dari kanker nasofaring dan kanker kelenjar getah bening, kini Ustaz Arifin Ilham kembali harus menjalani perawatan di rumah sakit. Dari berbagai potret yang tersebar di media, Arifin terlihat selalu ditemani oleh keluarga terdekatnya. Selain pengobatan secara medis, dukungan keluarga untuk pasien kanker nasofaring sangat penting untuk membantu kesembuhan.

Ketika seseorang terdiagnosis kanker, dampaknya tak hanya dirasakan oleh pasien itu saja, tetapi juga seluruh keluarga, terutama keluarga terdekat pasien. Perasaan stres, khawatir, takut hingga depresi dapat menyerang pasien kanker. Keluarga terdekat pun dapat mengalami hal yang sama.

Terlebih, saat kanker "memasuki" kehidupan seseorang, peran dan tanggung jawab di keluarga dapat berubah. Misalnya peran pencari nafkah utama, merawat orang tua, menjaga anak-anak, mengurus rumah tangga, dan sebagainya. Anggota keluarga sering kali mengalami kesulitan dan tidak dapat menerima kenyataan ketika harus menerima "peran baru" tersebut.

Untuk itu, dibutuhkan tim keluarga yang solid dan saling mendukung. Beberapa pendekatan ini dapat Anda terapkan untuk membantu anggota keluarga Anda yang tengah berjuang melawan kanker nasofaring:

  • Berikan dukungan emosional

Saat terdiagnosis kanker, reaksi seseorang bisa bermacam-macam. Mulai dari marah, sedih, takut, khawatir, kesepian, frustrasi, hingga dihantui kematian. Beritahu dirinya bahwa sebagai keluarga Anda akan selalu berada di sampingnya untuk sama-sama berjuang. Siapkan diri Anda jika ia ingin menceritakan keluh kesah tentang penyakitnya.

Hindari membandingkan situasi dirinya dengan situasi pasien kanker lainnya. Setiap kondisi pasien dapat berbeda-beda meski menderita penyakit yang sama.

  • Temani ketika pasien harus berobat

Masa pengobatan pasien kanker dapat berlangsung lama dan melelahkan. Sering kali kejenuhan akan melanda dan membuat pasien kanker bosan untuk berobat. Sebisa mungkin, selalu temani pasien setiap kali harus menjalani pengobatan. Saat menemani pasien berobat, jika situasinya memungkinkan, Anda bisa melontarkan candaan atau guyonan yang bisa membuatnya tertawa dan terhindar dari sts.

  • Bekali informasi tentang kanker nasofaring

Carilah informasi sebanyak mungkin tentang kanker nasofaring, seperti cara menghadapi keluhan-keluhan pasien, efek yang dialami pasien setelah kemoterapi, kiat membangkitkan nafsu makan pasien, dan sebagainya. Jangan hanya bergantung pada penjelasan dari dokter. Karena bagaimanapun, sebagai anggota keluarga, Anda adalah orang pertama yang akan diandalkan oleh pasien.

  • Jangan malu untuk meminta bantuan

Anda mungkin merasa malu untuk meminta bantuan kepada anggota keluarga lain. Sebenarnya bantuan tidak selalu bersifat materi, dukungan moril pun bisa sangat berharga. Tidak ada yang salah, kok, jika Anda memerlukan tangan kedua. Mendampingi pasien kanker setiap hari dapat sangat melelahkan fisik maupun mental. Karena itu, Anda tak perlu ragu mencari bantuan, agar beban sedikit terangkat.

  • Bangun tim keluarga yang solid

Hindarilah bergantung kepada satu orang saja. Bentuk keluarga yang solid dan saling membantu. Misalnya: sang ayah sebagai pencari nafkah utama sedang mengalami sakit kanker. Hindari menumpukkan seluruh beban keluarga (mulai dari menjadi tulang punggung keluarga, merawat rumah, mengurus anak) pada sang istri saja. Jika anak sudah dewasa, tak ada salahnya untuk ikut mengerjakan sebagian pekerjaan rumah yang biasa dilakukan sang ibu.

Dukungan dari keluarga untuk pasien kanker nasofaring – termasuk penyakit kanker lainnya – sangat penting untuk tingkat kesembuhan dan harapan hidupnya. Sebagai keluarga, tetaplah hadir di sisinya untuk sama-sama berjuang. Biarkan penderita tahu bahwa Anda dapat diandalkan dan bersedia membantunya merasa tetap nyaman dan bahagia.

[RS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar