Sukses

Kenali Kanker Nasofaring yang Diderita Ustaz Arifin Ilham

Ustaz Arifin Ilham diberitakan mengalami kanker nasofaring. Kenali jenis penyakit kanker ini untuk melakukan deteksi dini.

Klikdokter.com, Jakarta Setelah sempat dinyatakan sembuh dari kanker kelenjar getah bening yang diidapnya beberapa waktu lalu, Ustaz Arifin Ilham kini kembali dirawat di rumah sakit sejak Senin (7/1/2019). Hingga kini belum jelas apakah sang Ustaz dirawat kembali karena penyakit kanker kelenjar getah bening dan kanker nasofaring yang dideritanya atau tidak. Pimpinan yayasan pesantren Adz-Dzikrat tersebut diberitakan sedang dirawat di RS Cipto Mangunkusumo. Terlepas dari kabar Ustaz Arifin Ilham dirawat karena sakit kanker yang dideritanya atau karena gangguan kesehatan lainnya, Anda perlu mengenali penyakit kanker nasofaring ini.

Kanker nasofaring, penyakit apa itu?

Kanker nasofaring merupakan jenis kanker yang mengenai area nasofaring, yaitu area bagian atas tenggorokan, di belakang hidung. Ketika Anda bernafas melalui hidung, udara akan masuk melalui hidung ke tenggorokan dan nasofaring, lalu akan masuk ke organ paru-paru.

Menurut data dari American Cancer Society, angka kejadian kanker nasofaring masih tergolong jarang yaitu 1 dari 100,000 kasus per tahun di dunia. Tipe kanker ini lebih sering terjadi di daerah Asia Selatan, Timur Tengah dan Afrika Utara.

Kanker nasofaring pun dapat terjadi pada usia berapapun, termasuk anak-anak. Di Amerika Serikat sendiri, 50% dari kasus kanker nasofaring dialami oleh orang di bawah 55 tahun.

Hingga kini belum diketahui secara pasti apa penyebab dari kanker nasofaring. Namun kanker nasofaring berkaitan erat dengan virus Epstein-Barr. Meski infeksi virus Epstein-Barr sering terjadi, namun tidak semua orang yang menderita infeksi virus Epstein-Barr akan mengalami kanker nasofaring.

Para ilmuwan hingga kini masih meneliti adanya kaitan virus Epstein-Barr dengan kejadian kanker nasofaring. Namun diduga adanya keterkaitan materi genetik (DNA) dari virus Epstein-Barr yang menyerang DNA di sel nasofaring. Perubahan DNA tersebut akan menyebabkan sel tumbuh dengan abnormal dan menyebabkan kanker.

1 dari 2 halaman

Kenali gejala penyakit kanker nasofaring

Gejala-gejala yang dialami oleh penderita kanker nasofaring bisa beragam dan hampir mirip dengan gejala penyakit lainnya yang tidak serius, seperti:

  • Adanya benjolan di leher (paling sering)
  • Penglihatan buram atau double vision
  • Infeksi telinga berulang
  • Nyeri kepala
  • Nyeri atau baal pada area wajah
  • Berkurangnya pendengaran, tinnitus (telinga berdenging), telinga terasa penuh
  • Kesulitan membuka mulut
  • Mimisan
  • Hidung terasa penuh
  • Sakit tenggorokan atau sulit menelan.

Namun yang perlu Anda perhatikan, jika Anda mengalami sejumlah gejala di atas, belum tentu Anda menderita kanker nasofaring. Dokter akan terlebih dahulu meneliti gejala yang Anda alami, menanyakan riwayat medis, riwayat penyakit dalam keluarga dan melakukan pemeriksaan fisik.

Pemeriksaan fisik tersebut juga menyangkut pemeriksaan detail pada telinga, hidung dan tenggorokan. Jika memang ada temuan yang mencurigakan, dokter biasanya akan merekomendasikan tindakan biopsi. Tindakan biopsi adalah tindakan pengambilan sejumlah kecil jaringan untuk diperiksa di bawah mikroskop.

Stadium pada kanker nasofaring

Kanker nasofaring sendiri terbagi menjadi 4 stadium, yaitu stadium 0 hingga stadium 4. Semakin rendah angkanya, maka semakin rendah pula penyebaran kanker ke organ lain di dalam tubuh.

  • Stadium 0: karsinoma in situ. Menurut National Cancer Institute, karsinoma in situ merupakan tahap dimana muncul sekelompok sel abnormal pada suatu bagian.
  • Stadium 1: stadium awal kanker nasofaring yang belum menyebar ke getah bening atau area lain di tubuh
  • Stadium 2: kanker nasofaring yang sudah menyebar ke jaringan dan kelenjar getah bening di sekitarnya, namun belum menyebar jauh ke area lain di tubuh
  • Stadium 3 dan 4: ukuran tumor yang besar, menyebar jauh ke jaringan tubuh yang lain, kelenjar getah bening atau organ tubuh lain yang letaknya jauh dari nasofaring.

Jika kanker nasofaring kembali berulang, maka disebut juga dengan kanker rekuren. Untuk penanganan kanker nasofaring sendiri bergantung dari lokasi, stadium kanker dan kondisi menyeluruh kesehatan Anda.

Untuk itu pemeriksaan kesehatan rutin tahunan, terlebih jika ada riwayat keluarga yang menderita penyakit kanker nasofaring, penting dilakukan. Belajar dari kondisi yang saat ini dialami oleh Ustaz Arifin Ilham, penting sekali untuk menjalani deteksi dini penyakit untuk mencegah komplikasi dan penyebaran kanker lebih lanjut.

[RVS]

1 Komentar