Sukses

Bisul di Gusi, Gejala Penyakit Apa?

Selain mengganggu, tumbuhnya bisul di gusi dapat menjadi pertanda adanya suatu penyakit.

Sering kali Anda mengabaikan kesehatan gusi dan terfokus pada kesehatan gigi saja. Padahal, gusi juga perlu dijaga kesehatannya supaya tidak mengalami peradangan maupun tumbuh benjolan atau bisul di gusi.

Bisul yang terdapat pada gusi disebut juga dengan abses gusi. Timbulnya benjolan ini menandakan adanya suatu keadaan yang tidak normal.

Umumnya, adanya benjolan seperti bisul di gusi disebabkan oleh bakteri-bakteri dari dalam gigi yang rusak atau bakteri yang menempel pada leher-leher gigi. Bakteri tersebut pada akhirnya menyebabkan terjadinya infeksi dan peradangan di bawah permukaan gusi.

Gejala-gejala yang bisa muncul, di antaranya bau mulut, cairan yang berisi darah atau nanah, gusi yang terasa bengkak, sensitif terhadap rangsangan panas atau dingin, adanya rasa mual dan disertai demam.

Tumbuhnya bisul di gusi bisa terjadi di beberapa tempat. Untuk mengetahui tingkat keparahan serta cara mengobati bisul di gusi, simak penjelasan lengkapnya berikut ini.

1 dari 3 halaman

1. Abses Gingiva

Abses ini terjadi pada bagian gusi. Penyebabnya adalah suatu infeksi, misalnya karena sisa makanan terjebak di dalam saku gusi. Kondisi ini dapat diperparah dengan adanya plak dan sisa makanan yang menempel, hingga menyebabkan abses pada gusi atau gusi bernanah.

Bila Anda mengalami abses gingiva, gejala yang dapat muncul berupa gusi kemerahan, terasa bengkak, sakit bila tersentuh, nyeri pada sendi rahang, dan bisa disertai demam.

Jika hal ini dibiarkan, akan menyebabkan penyakit gusi yang lebih serius. Untuk mengobati bisul di gusi, caranya bisa dengan pemberian antibiotik yang diresepkan dokter. Selain itu, melakukan pembersihan di area gusi yang terinfeksi juga penting.

Artikel Lainnya: Ada Benjolan di Gusi, Kapan Perlu ke Dokter Gigi?

2. Abses Periodontal

Abses periodontal terjadi pada periodontal, yaitu jaringan penyangga gigi. Umumnya, kondisi ini lebih sering terjadi pada orang dewasa dibanding anak-anak.

Bisulan di gusi pada abses ini merupakan komplikasi dari abses gingiva yang dibiarkan tanpa mendapatkan perawatan. Umumnya berasal dari tulang alveolar dan jaringan periodonsium.

Abses periodontal secara khusus ditemukan pada pasien dengan periodontitis yang tidak dirawat dan berhubungan dengan kantong gusi yang dalam. Hal ini dapat disertai kegoyangan pada gigi geligi.

Untuk menyembuhkan bisul di gusi pada kasus ini, caranya bisa dengan melakukan pembersihan karang gigi dengan lebih mendalam (deep cleaning), serta minum obat antibiotik selama tiga hari. 

Artikel Lainnya: Sariawan Tak Kunjung Sembuh? Waspada Tanda Kanker Gusi

2 dari 3 halaman

3. Abses Periapikal

Abses periapikal biasanya terjadi di dekat ujung akar gigi, tepatnya pada gigi berlubang yang sudah dalam, mencapai ruang pulpa.

Melalui lubang gigi tersebut bakteri masuk ke dalam ruang pulpa. Ruang ini berisi saraf-saraf dan pembuluh darah.

Akibatnya, pulpa meradang dan menyebabkan kematian saraf di gigi. Gigi yang sudah mati rentan mengalami infeksi sehingga berisiko tinggi mengalami abses.

Dalam kasus abses periapikal, dokter akan memberikan obat antibiotik untuk mengatasi infeksinya. Selain itu, dapat pula dilakukan perawatan saraf gigi sebagai cara menyembuhkan abses gusi. Apabila benjolan ini tidak diobati, infeksi dapat menyebar ke anggota tubuh lainnya.

Dalam banyak kasus, benjolan pada gusi merupakan hasil dari kebersihan mulut yang buruk. Oleh karena itu, merawat kesehatan gigi dan mulut dengan baik akan mencegah timbulnya benjolan tersebut di gusi.

Jadi, selalu perhatikan kondisi gigi dan mulut Anda, termasuk gusi. Jika sudah terdapat tanda-tanda benjolan seperti bisul di gusi, segera periksakan ke dokter gigi agar bisa ditangani dengan tepat. 

Apabila memiliki pertanyaan seputar topik terkait ataupun masalah kesehatan gigi dan mulut, Anda bisa berkonsultasi kepada dokter lewat fitur Live Chat 24 jam di aplikasi Klikdokter

[WA]

0 Komentar

Belum ada komentar