Sukses

Kiat Aman dan Sehat Ikutan Tren Makanan

Sebelum mengikuti tren makanan dan mengunggahnya di media sosial, coba perhatikan dulu beberapa hal di bawah ini, ya!

Klikdokter.com, Jakarta Anda mungkin menyadari bahwa selain fashion, makanan juga memiliki tren tersendiri. Jika Anda perhatikan, tren makanan menggunakan matcha sebagai bahan campurannya cukup populer beberapa tahun belakangan. Lalu ada juga mukbang, tren makan dalam porsi sangat besar dari Korea Selatan yang akhirnya banyak diikuti di negara-negara lain, termasuk Indonesia.

Kini, ada es kopi susu. Sepertinya saat ini tak ada pekerja kantoran yang tidak tergoda dengan es kopi susu yang kerap dipesan melalui aplikasi pesan-antar untuk menghilangkan kantuk. Lantas, bagaimana caranya agar Anda tetap sehat meskipun ikut-ikutan tren makanan seperti yang telah disebutkan di atas?

Pertimbangkan kembali, sehatkah bagi tubuh? 

Saat mukbang tengah tenar di kalangan anak muda, mungkin Anda sempat tergoda juga untuk melakukannya. Tapi coba pikir lagi, apakah Anda mampu menghabiskan makanan sebanyak itu seorang diri? Bagaimana dampaknya untuk lambung dan usus Anda?

Jangan hanya karena sedang tren, Anda ikut-ikutan melakukannya, ya. Sebab, untuk apa ikut-ikutan tren, tapi ujung-ujungnya Anda malah sakit dan berobat ke rumah sakit? Menurut dr. Nabila Viera Yovita dari KlikDokter, mukbang bahkan bisa digolongkan sebagai salah satu gangguan kejiwaan dalam hal makan.

Jika Anda ingin mencoba makan besar seperti itu, ajak saja teman-teman Anda dan makan bersama. Jangan lupa pula untuk memilih makanan yang cocok di perut Anda. Jika Anda tidak kuat pedas, jangan memaksa diri menyantap makanan super pedas hanya karena tren.

  • Selalu bawa obat alergi atau obat sakit perut untuk berjaga-jaga

Terkadang kemauan untuk mengikuti tren makanan tak berawal dari Anda sendiri, melainkan dari kerabat Anda. Oleh sebab itu, penting bagi Anda untuk selalu membawa obat-obatan pribadi untuk berjaga-jaga dari makanan yang sebenarnya tak cocok di tubuh Anda.

  • Jika kurang sehat, jangan terlalu sering dikonsumsi

Sebagai generasi milenial yang rasa ingin tahunya susah ditahan, tak ada salahnya jika Anda ingin mencoba beberapa jenis makanan atau makanan yang sedang naik daun. Namun, pertimbangkanlah soal gizi dan efek jangka panjangnya juga. Kalau memang tidak menyehatkan, sebaiknya cukup coba sekali. Intinya, jangan memaksakan sesuatu yang tak baik untuk tubuh Anda hanya karena kepopuleran semata.

  • Coba bikin versi sehatnya

Akhir-akhir ini, jajanan nostalgia khas anak SD, yaitu telur gulung, sedang menjadi primadona kembali di kalangan generasi milenial. Tapi coba Anda perhatikan, minyak goreng yang digunakan oleh penjualnya sudah kental dan berwarna hitam!

Menurut dr. Dewi Ema Anindia dari KlikDokter, menggoreng dengan minyak jelantah atau minyak yang sudah dipakai berulang kali, sangat membahayakan kesehatan. Bagi wanita hamil, bahkan bisa memicu diabetes gestasional.

Karena itu, agar tetap mengikuti tren telur gulung, Anda dapat membuatnya sendiri di rumah, tentu dengan versi yang lebih sehat. Sudah banyak video tutorial membuat telur gulung di situs penyedia video dan bisa Anda ikuti dengan mudahnya.

  • Konsultasikan dengan dokter

Dari sekian banyak tren makanan, tentu tak semuanya memberikan dampak buruk bagi kesehatan. Salah satunya, tren infused water dan minum perasan air lemon di pagi hari.

Dua hal tersebut dipercaya bisa membuat tubuh lebih sehat dan langsing karena efek detosifikasinya. Namun, bagi Anda yang memiliki permasalahan lambung, tentu Anda tak bisa sembarangan mengonsumsi minuman saat perut dalam keadaan kosong. Apalagi air lemon memiliki keasaman yang tinggi sehingga bisa bikin ulu hati perih. Jadi, konsultasikan dulu kepada dokter tentang tren makanan atau minuman tersebut sebelum Anda benar-benar menerapkannya.

Nah, itulah lima kiat aman dan sehat jika Anda ingin mengikuti tren makanan. Yang terpenting, sesuaikanlah dengan kondisi tubuh Anda dan jangan sungkan untuk mengonsultasikan hal tersebut kepada dokter. Jangan sampai, hanya demi mengikuti tren, Anda malah mengalami keracunan makanan atau gangguan kesehatan lain yang merugikan dirisendiri.

[HNS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar