Sukses

Ikut Ibadah Natal Ternyata Bisa Hilangkan Beban Mental

Ibadah Natal bukan sekadar perayaan tahunan biasa. Khusyuk melakukan ibadah, dipercaya dapat menghilangkan beban mental yang dirasakan.

Klikdokter.com, Jakarta Salah satu momen Natal yang ditunggu-tunggu oleh orang-orang yang merayakannya adalah ibadah yang digelar tepat di tanggal 25 Desember. Ada kabar baik bagi Anda yang merayakannya. Para ahli menyatakan bahwa ibadah Natal dapat menghilangkan beban mental, sehingga risiko mengalami ganguan mental pun lebih kecil.

Suasana Natal sudah bisa dirasakan sejak awal Desember. Di gereja hingga pusat perbelanjaan, pohon Natal beserta ornamennya sudah dipasang untuk memeriahkan Natal.

Bagi orang-orang yang sedang merasakan beban mental cukup berat, entah karena tekanan hidup atau yang lainnya, ibadah Natal pada 25 Desember bisa membuat Anda kembali mendapatkan semangat hidup. Pada dasarnya, semua ibadah memang bisa membuat orang yang dalam tekanan mental berangsur-angsur pulih.

Hal ini juga diamini oleh dr. Sepriani Timurtini Limbong dari KlikDokter. Menurutnya, kedokteran gangguan jiwa akan sangat menyarankan orang dengan beban mental yang berat untuk lebih sering beribadah.

Dalam dunia pskiatri terdapat metode psiko ventilasi atau ventilasi jiwa. Metode pengobatan ini diibaratkan oleh dr. Sepri seperti ruangan tertutup yang tidak memiliki jendela, sehingga membutuhkan ventilasi.

“Orang dengan gangguan jiwa mengalami kondisi seperti itu. Jadi, ada sesuatu di dalam jiwanya yang tidak bisa keluar. Mereka butuh psiko ventilasi, bisa lewat bercerita kepada orang, bisa membaca buku, dan membuat lagu," ujar dr. Sepri saat dikonfirmasi.

Meski demikian, ada orang-orang yang tidak memiliki psiko ventilasi yang baik, misalnya hidup sendiri, tidak punya keluarga, atau tidak menyukai hobi-hobi tertentu. Nah, ibadah seperti ini bisa menjadi salah satu psiko ventilasi untuk mengurangi stres yang dirasakan sehingga bisa mengurangi beban mental.

Ibadah mirip dengan yoga atau meditasi

Bicara soal ibadah, nyatanya aktivitas religi ini tak jauh berbeda dengan yoga atau meditasi. Keduanya dipercaya bisa memberikan ketenangan jiwa, terutama bagi orang-orang yang mengalami trauma atau stres. Itu sebabnya yoga dan meditasi selalu menjadi pilihan bagi orang yang sedang bermasalah dengan mental.

Selain itu, ibadah itu ibarat candu. Jika Anda menyukainya, aktivitas ini akan memicu neurotransmiter serta langsung berhubungan dengan dopamin dan serotonin. Jika kadar dopamin dan serotonin naik, risiko stres dan depresi pun akan berkurang.

"Bagi orang-orang yang menyukai ibadah, bisa saja mereka mendapat ketenangan dari ibadah, mirip seperti yang terjadi saat Anda melakukan yoga dan meditasi. Jadi, kalau dopamin naik dan serotonin bagus, kesehatan mental akan terjaga," tegas dr. Sepri.

Jika Anda tengah merayakan Natal namun sedang mengalami beban mental yang berat, cobalah rasakan efeknya usai melaksanakan ibadah Natal. Dan jangan lupa, persiapkan diri Anda dengan baik sebelum beribadah. Fokuslah ketika mengikutinya agar beban mental benar-benar bisa berkurang, dan Anda pun kembali ceria saat acara kumpul keluarga tiba.

[NP/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar