Sukses

5 Negara Ini Punya Hidangan Malam Natal yang Lezat

Intip menu khas malam Natal yang lezat dan sehat dari lima negara ini. Bisa jadi inspirasi, lho!

Klikdokter.com, Jakarta Bagi umat Kristiani, malam Natal menjadi momen berharga untuk berkumpulnya seluruh keluarga. Untuk memperingatinya, berbagai hidangan disajikan untuk dimakan bersama-sama. Umumnya, menu malam Natal cenderung berlemak atau terasa manis. Namun, santapan khas malam Natal dari lima negara ini terbilang cukup menyehatkan.

  1. Italia

Malam Natal di Italia dikenal dengan istilah la Vigilia. Pada hari la Vigilia tersebut, masyarakat Italia memiliki kebiasaan yang sangat menarik, yaitu tidak mengonsumsi daging sama sekali. Hal ini terkait dengan kepercayaan bahwa semua orang harus menahan hawa nafsu untuk memakan daging pada malam Natal. Berbagai jenis daging baru boleh dikonsumsi saat perayaan Natal tanggal 25 Desember sudah dilakukan.

Alih-alih makan daging, pada malam Natal, mereka memiliki kebiasaan makan ikan yang disebut sebagai feast of seven fishes. Pada malam Natal, di setiap rumah di Italia, akan tersedia tujuh macam hidangan laut. Bisa berupa berbagai jenis ikan, belut, kerang, atau udang. Makanan laut ini disantap dengan perasan lemon, pasta, dan sayuran.

  1. Polandia

Di Polandia, tidak mengonsumsi daging juga menjadi tradisi malam Natal. Menu wajib malam Natal adalah borscht (sup berwarna merah dengan bahan dasar bit), jamur, dan ikan hering. Selain itu, biasanya wortel, kacang almon, dan kismis juga akan disajikan.

Sarapan yang disajikan keluarga Polandia di hari Natal juga terbilang menyehatkan. Umumnya terdiri dari telur, ikan salmon panggang, salad, dan kue jahe.

  1. Swiss

Konon Swiss disebut sebagai salah satu negara terindah untuk merayakan Natal. Perpaduan antara putihnya musim salju dan gemerlapnya lampu di berbagai sisi dan sudut jalan jelang Natal merupakan kombinasi pemandangan yang bagus.

Penduduk Swiss merayakan malam Natal di rumah masing-masing dengan makanan khas bernama fondue chinoise. Fondue, makanan yang dimasak dan disajikan dalam mangkuk kaca ini, sudah menjadi tradisi Swiss sejak tahun 1800-an. Meski demikian, sebenarnya makanan ini agak mirip dengan shabu-shabu dari Jepang. Di dalam fondue, terdapat setidaknya dua macam daging yang diiris tipis, sayuran, dan berbagai saus. Selain itu, keju umumnya juga menjadi pelengkapnya.

  1. Swedia

Swedia dan negara-negara Skandinavia lainnya merayakan malam Natal dengan cara yang serupa. Kebiasaan malam Natal mereka disebut dengan julbord. Jul artinya Natal, sedangkan bord berarti meja. Pada tradisi ini, tiga sampai empat generasi keluarga akan berkumpul bersama dengan sebuah meja besar berisi makanan di tengahnya.

Menu yang selalu ada di atas meja adalah ikan salmon. Umumnya ikan salmon disajikan bersama dengan saus mustard. Makanan khas Skandinavia berupa bakso dengan saus lingonberry juga akan disajikan bersama dengan kol merah dan kol cokelat. Selain itu, puding nasi yang ditaburi bubuk kayu manis dan disajikan hangat dalam mangkuk sering kali menjadi makanan penutup untuk makan malam Natal.

  1. Jerman

Kebanyakan penduduk Jerman menghabiskan malam Natal hingga larut malam di gereja. Karena itu, mereka biasanya makan malam bersama di sore hari sebelum malam Natal. Umumnya mereka memilih hidangan yang “ringan”, seperti salad kentang, ikan yang dipanggang, sup yang berisi daging dan berbagai sayur, dan sosis.

Selanjutnya, pada hari Natal, makanan tradisional Jerman berupa angsa panggang akan disajikan bersama dengan kentang dan kol merah. Namun zaman sekarang, angsa panggang mulai ditinggalkan karena mengandung banyak lemak dan cukup sulit mengolahnya.

Tertarik untuk mencicipi salah satunya? Mungkin Anda dapat mencoba membuatnya untuk dikonsumsi bersama keluarga di hari Natal ini.

[RS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar