Sukses

Awas, Kandungan Mudah Terbakar dalam Krim Emolien!

Krim emolien yang biasa digunakan untuk eksim dan psoriasis diketahui memiliki kandungan yang mudah terbakar.

Klikdokter.com, Jakarta Bagi Anda yang rutin menggunakan krim emolien, berhati-hatilah. Menurut lembaga kesehatan di Inggris yang dilansir BBC, krim emolien memiliki kandungan yang mudah terbakar. Biasanya krim emolien digunakan untuk menangani kondisi kulit kering dan gatal seperti eksim dan psoriasis. Mereka terbukti dapat membantu mencegah peradangan serta kekambuhan gejala.

Menurut Medicines & Healthcare products Regulatory Agency (MHRA) di Inggris, setiap produk krim emolien seharusnya mencantumkan peringatan pada kemasan agar tidak merugikan konsumen. Mereka juga melaporkan, sudah ada lebih dari 50 kematian terkait kasus terbakar akibat krim emolien ini.

Satu contoh kasusnya adalah Philip Hoe dari Inggris. Pria baya ini meninggal ketika tubuhnya yang dibalut krim emolien terkena percikan api dari rokok yang ia nyalakan. “Angin mungkin menerbangkan api dari rokoknya, dan membuatnya terbakar,” kata istrinya, Carol Hoe, ketika diwawancara oleh BBC. Saat itu, 90% tubuh Philip telah terbakar dan rumah sakit tidak dapat melakukan apa pun untuk menolongnya. 

Pahami risikonya sebelum menggunakan

Anda tidak harus berhenti menggunakan krim emolien tersebut. Hanya saja, Anda harus lebih sadar akan risiko yang dapat ditimbulkan. Pasalnya, meski mencuci kain yang pernah terpapar krim emolien mampu mengurangi penumpukan produk, upaya tersebut tidak dapat menghilangkan bahan krim sepenuhnya.

Sebelumnya, risiko terbakar ini diduga hanya terjadi pada krim emolien yang mengandung parafin. Namun kini, bukti-bukti menunjukkan bahwa semua krim emolien, termasuk yang bebas parafin, juga mudah terbakar. Oleh karena itu, pengguna krim emolien tidak boleh merokok atau mendekati nyala api.

June Raina dari MHRA mengatakan, “Kami tidak ingin membuat orang khawatir lalu tidak menggunakan produk tersebut. Tapi sangat penting bagi orang-orang ini untuk menyadari risikonya dan melakukan langkah untuk mengurangi risiko.”

MHRA telah bekerja sama dengan Comission on Human Medicines dalam memberikan rekomendasi kepada para manufaktur produk. Mereka menyatakan bahwa kemasan luar dan wadah produk harus menuliskan peringatan tentang bahaya api dan saran untuk tidak merokok.

Tak lupa, disertai dengan petunjuk singkat sejelas-jelasnya baik menggunakan teks ataupun visual yang mendukung. Petunjuk penggunaan dan ringkasan karakteristik produk juga harus diperbarui untuk memasukkan peringatan dan cara terbaik untuk mengurangi risikonya. 

Efek samping lainnya

Emolien tersedia dalam berbagai bentuk, dari krim, salep, spray, dan losion. Dikutip dari National Health Service di Inggris, emolien terkadang dapat menyebabkan reaksi kulit, seperti:

  • Sensai panas dan terbakar atau pedih yang tidak hilang setelah beberapa hari pengobatan.
  • Folikel rambut yang tersumbat atau meradang.
  • Ruam di wajah yang dapat memperburuk jerawat.

Jika Anda mengalami reaksi kulit tersebut, segera hubungi dokter yang menangani Anda.

Di Inggris, kasus terbakar akibat krim emolien sudah mencapai puluhan orang. Apabila Anda rutin menggunakan emolien, jangan panik dan konsultasikan kepada dokter mengenai penggunaannya yang tepat. Sejauh ini, Anda diminta untuk menjauhi nyala api dan tidak merokok selagi menggunakan emolien, baik itu yang berbahan parafin maupun nonparafin. Kain dan pakaian yang terpapar emolien juga dapat dengan mudah terbakar. Karena itu, tetaplah waspada ya.

[RS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar