Sukses

4 Cara Mudah Kurangi Gula dari Makanan Anda

Mengurangi asupan gula dari makanan harian Anda, bisa mencegah berbagai penyakit. Ini caranya!

Klikdokter.com, Jakarta Konsep “kurangi gula” memang terdengar simpel, tapi bukan berarti mudah. Akan lebih sulit lagi jika Anda tergolong penyuka yang manis-manis. Lantas, bagaimana cara untuk mulai mengurangi gula dari makanan sehari-hari?

Selain lemak, gula juga merupakan musuh utama yang menjadi biang kerok berbagai penyakit (termasuk komplikasi) dan penuaan dini.

Dietary Guidelines Advisory Committee menyarankan Anda membatasi konsumsi gula maksimal 10 persen dari total konsumsi kalori dalam sehari. Misalkan Anda mengonsumsi total 1500 kalori, maka Anda hanya boleh mengonsumsi gula sebanyak 150 kalori  atau setara dengan 39 gram (maksimal tiga sendok makan sehari). Sedikit berbeda dengan anjuran dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, yaitu mematok konsumsi gula maksimal sebanyak 50 gram atau setara dengan empat sendok makan per hari.

Terlepas dari anjuran di atas, data menunjukkan bahwa konsumsi gula masyarakat masih jauh melampaui batas. Gula tak hanya ditemukan dalam bentuk makanan atau minuman yang manis, tapi juga terkandung secara alami dari berbagai bahan makanan seperti buah-buahan. Jika konsumsi gula tak terkontrol, nantinya ini dapat berdampak buruk bagi kesehatan Anda, antara lain:

  • Gigi berlubang
  • Jerawat
  • Kegemukan
  • Penuaan dini
  • Diabetes mellitus
  • Peningkatan tekanan darah
  • Peningkatan kolesterol
  • Peningkatan risiko penyakit jantung
  • Peningkatan risiko penyakit Alzheimer
  • Kanker

Seram, ya? Oleh karena itu, kurangi gula dari makanan Anda mulai hari ini! Ada beberapa langkah mudah yang bisa Anda jadikan sebagai panduan, antara lain:

1 dari 2 halaman

Selanjutnya

  1. Stop minum minuman bersoda dan minuman manis

Dan DeFigio, penulis “Beating Sugar Addiction for Dummies” mengatakan kepada Very Well Fit, bahwa Anda sebaiknya berhenti mengonsumsi minuman bersoda dan minuman lainnya yang manis.

Katanya, kebanyakan asupan gula yang masuk ke tubuh bukan berasal dari makanan, melainkan dari minuman. Jika Anda biasa menikmati soda susu atau minuman bersoda lainnya (termasuk yang berlabel “sugar free”, es teh manis, jus dengan gula tambahan, es campur atau es teler, dan lain-lain, lebih baik berhenti. Gantikan semuanya dengan air putih, atau jenis air sparkling jika Anda merindukan sensasi soda.

Jika Anda kesulitan memangkas gula secara drastis, lakukan secara bertahap. Dibanding gula pasir, gula aren (gula merah), gula tebu, atau gula yang mengandung bahan kimia lainnya, beralihlah ke yang lebih alami seperti Stevia. Seiring waktu Anda dapat mengurangi secara perlahan jumlah takaran untuk kopi atau teh, hingga Anda merasa tak memerlukannya lagi.

  1. Selamat tinggal permen, kue-kue dan makanan berkalori kosong

Semua orang tahu permen mengandung gula tinggi, sama halnya dengan aneka kue yang dipanggang seperti muffin atau tart buah. Teliti label kemasan dengan saksama. Dan menyarankan Anda untuk menghindari makanan yang mengandung lebih dari 10 gram gula per porsi. Namun, sebenarnya kunci utamanya adalah memahami ukuran porsi. Jika Anda makan lebih banyak dari jumlah yang tercantum pada label, gula yang masuk ke tubuh tentu lebih besar.

Perhatikan juga makanan yang berkalori kosong (empty calories). Dilansir dari Mayo Clinic, makanan ini tak memiliki kandungan gizi tambahan, baik zat gizi makro maupun vitamin dan mineral. Contohnya adalah minuman ringan yang mengandung pemanis atau minuman bersoda, susu murni, daging kalengan, dan camilan manis.

  1. Hati-hati dengan jus buah

Meski buah-buahan mengandung vitamin dan antioksidan, tapi ada pula kandungan fruktosa. Dikatakan oleh Dan, kelebihan fruktosa merupakan “jalan tol menuju lemak tubuh”. Koktail jus atau jus kemasan untuk anak-anak pada dasarnya hanya mengandung 10 persen kebaikan dibandingkan dengan jus buah yang sesungguhnya. Sisanya hanyalah sirop jagung tinggi fruktosa atau pemanis buatan lainnya.

  1. Menyingkap pemanis terselubung

Baca lagi kemasan makanan dengan teliti. Jika Anda melihat kandungan seperti sukrosa (sucrose), dekstrosa (dextrose), sirop jagung (corn syrup), agave nectar, madu, atau nama-nama lainnya yang membingungkan, itu semua merupakan nama-nama untuk pemanis. Dengan tahu gula terselubung tersebut, Anda dapat mengeliminasi produk yang mengancam diet Anda.

Dengan menjadikan empat cara di atas sebagai panduan, Anda bisa mulai mengurangi gula dari makanan dan minuman yang Anda konsumsi sehari-hari. Tips lainnya untuk membantu Anda adalah dengan tidak menunda waktu makan, bisa membedakan rasa lapar yang sesungguhnya dengan rasa lapar karena keinginan semata, serta berolahraga secara rutin. Percayalah, upaya mengurangi gula ini akan Anda rasakan manfaatnya untuk kesehatan yang lebih baik!

(RN/RVS)

0 Komentar

Belum ada komentar