Sukses

Bolehkah Anak Minum Susu Organik?

Minum susu organik konon lebih baik karena diproduksi tanpa campuran hormon pertumbuhan sintetis. Tapi, bolehkah diberikan pada anak?

Klikdokter.com, Jakarta Saat ini semakin banyak orang yang mulai menyadari kebaikan dari makanan organik. Bahkan beberapa waktu belakangan, tak sedikit orang tua yang berbondong-bondong menjadikan susu organik sebagai konsumsi utama untuk anak mereka. Apakah Anda salah satu yang juga demikian?

Tidak dimungkiri, sesuatu yang organik memang sedang digilai oleh masyarakat masa kini. Pasalnya, asupan yang terbebas dari antibiotik, pestisida, dan hormon pertumbuhan sintetis itu terbukti lebih sehat dan aman dikonsumsi.

Selain bisa menurunkan risiko kanker, mengonsumsi asupan organik juga mengindikasikan bahwa Anda mendukung penyediaan hidup yang lebih layak terhadap hewan penghasil susu, daging, atau telur. Sebab, dalam proses organik, tak ada paksaan dan pertumbuhan yang dibuat-buat sehingga lebih sehat. Semuanya berjalan sebagaimana mestinya, sesuai dengan proses yang alamiah.

Oleh karena itu, orang yang peka terhadap isu kesehatan dan peduli dengan kesejahteraan hewan ternak cenderung beralih ke asupan organik yang tidak mengandung bahan kimia apa pun. Sehingga, asupan yang berasal dari hewan atau tumbuhan tersebut bisa memberikan manfaat yang lebih maksimal terhadap tubuh, tanpa adanya efek negatif jangka panjang.

Susu organik untuk anak

Jika Anda menemukan susu kemasan yang berlabel rBST-free, itu berarti susu tersebut diproduksi dari sapi yang tidak diberikan hormon pertumbuhan sintetis. Namun, dilansir dari Very Well Family, susu dengan label tersebut masih sulit ditemukan di pasaran.

Lantas, apakah anak boleh mengonsumsi susu organik tersebut? Jawabannya: boleh. Orang tua boleh memberikan susu organik kepada anak selama dalam porsi dan batas yang wajar.

Susu organik memiliki kandungan gizi yang tak kalah hebat dengan susu biasa. Tak cuma itu, susu organik juga melewati proses pasteurisasi terlebih dulu untuk membunuh sejumlah bakteri berbahaya yang ada di dalamnya.

Susu organik pun diperkaya dengan vitamin D dan merupakan sumber kalsium yang baik untuk pertumbuhan tulang anak. Bahkan, jenis-jenis susu organik sama persis dengan susu non-organik, misalnya susu organik rendah lemak dan bebas laktosa, sampai susu cokelat organik rendah lemak.

Kesimpulannya, Anda tak perlu ragu lagi untuk memberikan si Kecil susu organik. Asalkan, Anda harus memastikan bahwa susu organik yang dipilih sudah melewati proses pasteurisasi dan memiliki label BPOM di kemasannya. Pastikan pula Anda memberikan susu organik pada anak sesuai dengan dosis atau anjuran yang biasanya tertera di label kemasan.

Sebagai tambahan, menurut dr. Dyan Mega Inderawati dari KlikDokter, sebaiknya perhatikan bujet Anda sebelum membeli susu ataupun makanan organik lainnya. Akan lebih baik bila Anda hanya memilih jenis asupan organik untuk menggantikan jenis asupan non-organik yang mengandung pestisida dengan kadar relatif tinggi, seperti apel, stroberi, seledri, dan pir.

Namun, jika Anda bersikeras ingin menjadikan susu organik sebagai asupan anak sehari-hari, hal itu tidak menjadi masalah. Selama memilih jenis susu organik yang tepat, memiliki label BPOM di kemasannya, dan dikonsumsi sesuai anjuran, anak akan tetap merasakan manfaatnya secara signifikan.

[NB/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar