Sukses

Perhatikan Ini Sebelum Mendongeng untuk Anak

Mendongeng untuk anak dapat menjadi aktivitas yang mendidik sekaligus menyenangkan. Namun, perhatikan dulu hal ini.

Klikdokter.com, Jakarta Mendongeng sebelum tidur bisa jadi merupakan kegiatan yang rutin dilakukan ayah ibu saat Anda masih kecil dulu. Anda mungkin berniat untuk melanjutkan kebiasaan tersebut dengan anak Anda. Tak dimungkiri, ada banyak manfaat yang dapat diperoleh anak saat mendengarkan dongeng.

Bagi anak-anak, mendengarkan dongeng dapat menstimulasi perkembangan bahasa dan komunikasinya. Sebab, mereka terbiasa mendengar berbagai kosakata serta merangkai kata-kata. Mendengarkan dongeng juga membantu anak melatih memorinya, karena mereka harus mengingat jalan cerita dalam dongeng yang disampaikan.

Selain itu, anak yang sering mendengarkan dongeng akan lebih kreatif dan imajinatif. Mendongeng juga meningkatkan kemampuan sosial anak, karena berkaitan dengan interaksi antara pendongeng dan anak.

Dengan segudang manfaat mendongeng, tak heran jika orang tua masa kini mulai rajin melakukan aktivitas tersebut kepada anak mereka. Lalu, apa saja hal-hal yang harus orang tua perhatikan saat akan mendongeng untuk anak?

  • Pilih jenis dongeng sesuai usia

Hal yang pertama adalah memperhatikan jenis dongeng yang akan Anda sampaikan kepada anak. Sebaiknya, disesuaikan dengan usia dan kegemaran anak. Misalnya, bagi anak yang masih kecil, usahakan dongeng berdurasi singkat dengan jalan cerita yang sederhana sehingga mudah dipahami oleh anak.

Untuk anak yang berusia hingga 7 tahun, mungkin lebih menyukai cerita-cerita bertema persatuan yang happy ending. Di sisi lain, cerita mengenai si baik dan si jahat, keadilan dalam peperangan, fantasi (berhubungan dengan sihir, naga, makhluk mitos, dan sebagainya) mungkin lebih menarik bagi anak yang berusia lebih tua.

  • Biarkan anak bertanya dan berpartisipasi aktif

Selama Anda mendongeng, biarkan anak bertanya dan menginterupsi cerita yang disampaikan. Berikan kesempatan kepada anak untuk berpendapat, atau sekadar menanggapi jalan cerita. Hal ini dapat mendukung proses kreatif dan berpikir anak.

Selanjutnya, dorong anak untuk turut berpartisipasi aktif dalam sesi mendongeng. Misalnya, dengan membiarkan anak untuk berakting menjadi karakter dalam cerita. Anak bisa melakukannya setelah orang tua bercerita secara singkat, sehingga anak memahami jalan ceritanya. Jika anak Anda lebih dari satu, mereka bisa berakting menjadi beberapa karakter yang berbeda.

Tak masalah juga jika anak tampak dinamis selama kegiatan mendongeng. Bila dalam cerita terdapat tokoh yang melompat-lompat, anak dapat juga melakukan hal tersebut. Anda dapat juga membiarkan anak membuat efek suara sesuai cerita, seperti menirukan suara binatang, mengikuti suara pohon tumbang, dan sebagainya.

  • Siapkan bantuan visual

Anda dapat membuat sesi mendongeng lebih menarik dengan menyiapkan bantuan visual. Bantuan visual dapat berupa gambar, boneka, dan properti lainnya. Penggunaan bantuan visual dapat membantu anak lebih memahami dongeng dengan jalan cerita yang rumit, serta lebih fokus dalam mendengarkan dongeng.

  • Jaga tempo cerita

Saat mendekati akhir halaman, Anda dapat memperlambat tempo bercerita sehingga dongeng menjadi lebih menarik dan memuaskan untuk didengar anak. Setelah cerita selesai, Anda dapat diam selama beberapa detik untuk menambah efek dramatis. Hal ini memastikan anak semakin tertarik dengan kegiatan mendongeng.

Demikian beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk membuat sesi mendongeng lebih menarik dan bermanfaat. Agar bisa menjadi aktivitas yang rutin, sebaiknya Anda memilih satu waktu setiap harinya untuk bercerita kepada anak. Misalnya saja, sediakan waktu sebelum tidur untuk sesi mendongeng dengan anak. Yuk, budayakan lagi kegiatan mendongeng untuk anak!

[RS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar