Sukses

Kurangi Stres Ibu Hamil Trimester Akhir, Suami Perlu Lakukan Ini

Ibu hamil trimester akhir yang sedang stres perlu mendapatkan dukungan, dan suami harus memberikannya dengan cara yang tepat.

Klikdokter.com, Jakarta Kehamilan merupakan masa transisi besar dalam hidup seorang wanita. Perubahan yang terjadi biasanya meliputi fisik dan emosional. Dibutuhkan kekompakan dan kesabaran dari suami untuk mencegah istri yang hamil menjadi stres, terutama saat masuk trimester akhir.

Secara umum, trimester ketiga dihitung ketika kehamilan memasuki usia 29 minggu. Pada trimester terakhir itu, ibu hamil membutuhkan banyak dukungan khususnya dari suami, karena dirinya akan lebih sering mengalami perubahan suasana hati yang bisa memicu stres.

Faktanya, stres pada ibu yang memasuki masa kehamilan trimester ketiga bisa terjadi akibat beberapa faktor. Biasanya, karena ibu hamil menjadi mudah lelah, tidak fokus, dan sering mengalami beberapa kontraksi palsu. Selain itu, omongan orang lain mengenai bentuk tubuh yang makin membesar dan pilihan untuk cara melahirkan juga bisa memicu stres pada ibu hamil trimester akhir.

"Trimester ketiga itu paling umum mudah lelah, itu sudah jelas sekali. Risiko jatuh lebih tinggi, karena sudah mulai tidak seimbang. Setelah itu, nyeri pungguh bawah. Biasanya posisi tidur yang kurang tepat bisa juga menyebabkan nyeri punggung bawah," ujar dr. Sepriani Timurtini Limbong dari KlikDokter.

"Kaki juga jadi bengkak dan jalan jadi susah. Kalau menyangkut kehamilan, biasanya trimester ketiga ada kontraksi palsu, itu juga kadang-kadang yang membuat tidak nyaman," sambungnya.

1 dari 2 halaman

Peran yang wajib dilakukan suami

Stres bisa berdampak buruk pada ibu hamil. Karenanya, suami perlu melakukan berbagai upaya agar sang istri tidak berada pada kondisi stres, apalagi hingga berlarut-larut. Beberapa upaya yang bisa dilakukan oleh suami, di antaranya:

  • Cari tahu penyebabnya

Suami harus cari tahu apa yang menjadi penyebab ibu hamil stres. Dengan begitu, suami bisa menyusun rencana untuk langkah selanjutnya.

  • Berikan pijatan

Jika stres terjadi akibat rasa sakit, suami bisa membantu memijat tubuh istrinya. Menurut dr. Sepri, suami juga wajib mengingatkan istri untuk tidur miring ke kiri, menggunakan penyangga bantal atau guling di punggung, dan posisi kaki memeluk bantal.

Hal itu bertujuan untuk mengurangi beban di bagian belakang, sekaligus memastikan aliran darah lebih baik. Sebab, posisi tidur miring ke kiri membuat aliran darah pada ibu maupun bayi berlangsung dengan lebih baik.

  • Ketahui tanda-tanda awal persalinan

Suami wajib selalu waspada, karena persalinan bisa terjadi kapan saja di trimester akhir kehamilan.

"Trimester ketiga itu kapan saja bisa ada kontraksi, bisa ada bukaan, bisa bocor ketuban," ujar dr. Sepri.

  • Temani istri senam atau yoga

Senam hamil atau yoga prenatal sangat baik bagi ibu hamil trimester akhir. Dalam hal ini, pastikan suami memberikan dukungan penuh agar sang istri bisa melakukan aktivitas positif tersebut secara rutin dan teratur.

"Bisa juga motivasi istri untuk ikut kelas-kelas persalinan. Itu nanti bisa sangat membantu. Nantinya kalau suami ikutan, bisa sangat membantu juga," ujar dr. Sepri.

  • Pastikan istri tidur cukup setiap malam

Dengan tidur yang cukup, kondisi tubuh ibu hamil bisa menjadi lebih baik. Untuk mewujudkan ini, suami bisa membuat suasana kamar menjadi nyaman. Misalnya, meletakkan aroma terapi di kamar, membuat kondisi menjadi sejuk, atau lainnya.

Itu adalah beberapa tindakan yang bisa dilakukan suami untuk membantu mengatasi masalah stres yang sering dialami ibu hamil trimester akhir. Selalu ingat untuk mendampingi dan mendukung istri Anda setiap saat.

[NB/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar