Sukses

Cara Tepat Hadapi Suami Temperamental

Suami Anda suka marah dengan mudah? Pastinya membuat kehidupan rumah tangga Anda ikut ‘memanas’. Tenang, simak tips menghadapi suami temperamental berikut ini.

Lika-liku rumah tangga tentu tak selalu tampak indah. Ada kalanya di mana seorang istri harus berhadapan dengan suami temperamental – ada saja yang bisa membuatnya mudah marah dan tersinggung. Apabila tidak dapat dikendalikan dengan baik, maka dengan mudah dapat memicu perseteruan dan perpecahan yang tidak diinginkan.

Terlebih sang istri atau wanita memiliki perasaan yang lembut dan enggan menghadapi pertikaian terus-menerus dengan suaminya, sehingga terkadang suasana rumah jadi ikut ‘memanas’. Jangan khawatir, ada beberapa cara menghadapi suami temperamental yang dapat Anda terapkan secara perlahan, tanpa terkesan melawan pasangan.

1 dari 5 halaman

1. Jangan Takut

Tidak merasa takut terhadap suami yang temperamental adalah hal pertama yang harus dilakukan. Karena, saat merasa takut, Anda justru tidak dapat menemukan sumber yang menyebabkan suami marah.

Untuk menyiasati ini, Anda bisa menganggap kemarahan suami seperti bayi yang sedang menangis. Dengan demikian, Anda tidak akan merasa takut, melainkan memutar otak untuk mencari penyebab dan cara terbaik untuk mengatasinya. Bisa jadi suami Anda sedang stres atau bahkan depresi sehingga emosinya meluap-luap.

2. Pikirkan Reaksi Apa yang Harus Dilakukan

Refleksikan apa yang sempat Anda lakukan, adakah yang kiranya menyebabkan suami marah? Apabila ya, akuilah dan jangan ikutan marah agar suasana tidak menjadi lebih buruk.

Jika sumber kemarahan suami merupakan faktor eksternal lainnya, maka jadilah seorang penengah agar Anda dapat membantu masalah lebih mudah mereda.

Artikel lainnya: Peran Penting Ibu bagi Kesehatan Keluarga

2 dari 5 halaman

3. Jangan Coba Mengontrol Suami Anda

Tak perlu memaksakan diri untuk mengendalikan masalah yang sedang terjadi. Karena pada akhirnya, hanya suami Anda lah yang dapat mengubah dirinya sendiri.

Untuk reaksi yang ia lontarkan, kendalikan diri Anda juga agar emosi suami tidak semakin meluap.

4. Ulurkan Tangan

Ketika suami marah dengan Anda, sebetulnya ia juga perlu dukungan untuk dirinya sendiri. Oleh karena itu, jangan diambil hati dan mulailah bantu suami agar kemarahannya dapat mereda.

3 dari 5 halaman

5. Berikan Sedikit Humor

Saat suami marah dan keadaan di sekitarnya terasa sangat tegang, cobalah untuk memercikkan sedikit humor yang tidak memaksa.

Misalnya, saat Anda atau pasangan berbuat hal konyol saat liburan. Atau, ada teman yang selalu membuat Anda dan suami tertawa bersama. Intinya, hal apa pun yang membuat suasana tegang menjadi “cair” kembali.

6. Komunikasikan Bagaimana Perilakunya Memengaruhi Anda

Hal terpenting dalam suatu hubungan adalah komunikasi. Terkadang, seseorang tidak akan menyadari sesuatu kecuali memang diperingatkan oleh pasangannya.

Duduklah bersama dan bicarakan secara serius mengenai keinginan Anda. Misal, Anda ingin suami menjadi pribadi yang lebih baik atau tidak selalu menyelesaikan masalah dengan kemarahan.

Artikel lainnya: Ini Ciri-ciri Anda Punya Hubungan Toxic dengan Keluarga Sendiri

4 dari 5 halaman

7. Apabila Sudah Tidak Tertahankan, Beritahu Keluarga Terdekat

Hal ini merupakan sebuah keharusan terutama apabila Anda sudah disakiti secara fisik maupun mental, atau mengalami KDRT.

Beritahu keluarga bahwa pasangan Anda memiliki masalah dan Anda memerlukan bantuan agar konflik yang terjadi dapat terselesaikan dengan baik. Intinya, lindungi diri Anda dari segala bentuk kekerasan, baik itu kekerasan fisik maupun psikis.

8. Menerima Bahwa Memang Ada Masalah pada Pasangan

Jika pasangan Anda memiliki masalah, Anda perlu menerima ketimbang menyangkal kenyataan. Dengan menerima hal tersebut, Anda jadi lebih dapat mencari serta menemukan solusinya.

Apa pun yang terjadi, jangan lupa untuk tetap memperhatikan diri Anda, dan pilihlah jalan yang terbaik untuk Anda serta pasangan.

Agar kemarahan suami tidak begitu berdampak pada kesehatan fisik maupun mentalnya, pastikan Anda memperhatikan tidurnya agar tetap cukup, makannya tetap bergizi, serta berolahraga rutin sesuai kemampuan dan kegemaran yang dimiliki.

Dengan menjadi istri yang suportif, Anda juga bisa mendapatkan manfaat positif dari yang Anda berikan untuk suami. Jika punya pertanyaan lebih lanjut mengenai topik ini, tanyakan langsung kepada dokter-dokter kami dengan menggunakan layanan Live Chat di aplikasi KlikDokter. Gratis!

[NWS]

0 Komentar

Belum ada komentar