Sukses

Intip Kandungan Gizi dalam Ikan Dori

Ikan dori menyimpan berbagai kandungan gizi yang bermanfaat bagi kesehatan. Apa saja? Yuk, ketahui kandungan gizi ikan dori dan manfaatnya di sini.

Banyak restoran mahal yang mengolah ikan dori menjadi sajian istimewa. Tak heran memang karena dori punya daging yang lembut, gurih, dan lezat. Selain karena rasanya, ikan ini juga penuh limpahan zat gizi.

Sementara itu, beda benua, bisa beda persepsi seputar dori. Di Amerika dan Eropa, dori mengacu pada ikan John Dory. Adapun di Asia Tenggara, ikan pangasius seperti ikan patin disebut dengan cream dory atau Pacific dory.

Jadi ketika Anda membeli dori di Indonesia, bisa saja itu John Dory atau ikan patin yang sudah di-fillet.

1 dari 3 halaman

Perbedaan John Dory dan pangasius

Jika ditelaah lebih lanjut, John Dory dan pangasius memiliki sedikit perbedaan. Pertama dari aromanya. Aroma John Dory yang merupakan ikan laut akan lebih segar dibanding pangasius yang hidupnya di lumpur.

Namun, bagi Anda yang hidungnya tidak terlalu sensitif, mungkin tidak merasakan perbedaan aroma kedua ikan ini.

Perbedaan kedua terletak pada seratnya. John Dory memiliki serat daging yang kecil-kecil sehingga sangat lembut jika dimakan. Sementara pangasius, seratnya akan lebih besar dan tidak sekecil dori.

Artikel lainnya: 5 Manfaat Konsumsi Ikan Nila bagi Kesehatan Tubuh

Nah, perbedaan serat ini menyebabkan perbedaan ketiga dari kedua ikan ini, yaitu teksturnya. Tekstur John Dory lebih tebal, padat, kenyal, dan lembut. Adapun, pangasius biasanya lebih tipis dan lebih lembek.

Keempat, kedua jenis ikan tersebut juga memiliki sedikit perbedaan dari segi rasa. Rasa John Dory gurih dan ada sensasi manisnya, sedangkan pangasius hanya gurih saja.

2 dari 3 halaman

Kandungan Ikan Dori

Terlepas dari perbedaan yang ada, kandungan gizi kedua jenis ikan tersebut sama-sama bermanfaat. Menurut USDA (United States Department of Agriculture), ikan  pangasius dan John Dory mengandung:

1. Protein

Kadar protein per 100 gram pangasius adalah 17.86 gram, sementara pada ikan John Dory sebanyak 21 gram. 

Protein dalam dori bermanfaat untuk banyak hal. Pertama untuk pembentukan dan perbaikan sel. Tubuh manusia terdiri atas jutaan sel yang selalu dibentuk dan diperbaiki. Konsumsi protein penting untuk pembentukan dan perbaikan sel-sel ini.

Kedua, protein penting untuk pembentukan enzim dan hormon. Enzim dan hormon berperan dalam metabolisme di dalam tubuh manusia.

Artikel lainnya: Benarkah Ikan Gabus Bantu Mempercepat Penyembuhan Luka

Misalnya setelah makan, berbagai enzim yang berfungsi memecah karbohidrat, protein, dan lemak akan dikeluarkan supaya makanan yang dikonsumsi dapat diserap tubuh. Nah, bahan untuk membuat enzim ini adalah protein.

Selain itu, protein berguna dalam pembentukan sistem kekebalan tubuh. Setiap hari tubuh Anda terpapar dengan dunia luar sehingga risiko terserang virus, bakteri, dan parasit akan selalu ada.

Sistem kekebalan tubuh yang baik akan mencegah tubuh Anda terinfeksi kuman-kuman tersebut.

2. Bebas Karbohidrat dan Gula

Karbohidrat dan gula merupakan sumber zat gizi yang perlu dipenuhi kecukupannya, tapi jika berlebihan juga merugikan kesehatan. Nutrisi tersebut bermanfaat menghasilkan energi untuk kerja tubuh sehari-hari.

Konsumsi karbohidrat dan gula secara berlebihan dapat menimbulkan kegemukan, serta munculnya penyakit seperti diabetes. Kabar baiknya, kandungan gizi ikan dori bebas dari kedua hal tersebut. 

Artikel lainnya: Adakah Manfaat Sehat dari Makan Kulit Ikan

3. Lemak

Terdapat 5,36 gram lemak pada ikan pangasius dan 1 gram lemak pada ikan John Dory per porsi 100 gram. Lemak sering kali dianggap musuh bagi kesehatan dan perlu dihindari. 

Padahal, terdapat jenis lemak baik yang bermanfaat untuk kesehatan, misalnya asam lemak omega-3 dan -6. 

Lemak juga diperlukan tubuh sebagai sumber energi dan sebagai pelarut vitamin tertentu. Jenis lemak yang baik juga bermanfaat untuk kesehatan jantung dan pembuluh darah. Ikan-ikanan umumnya banyak mengandung asam lemak omega-3.

4. Kalori

Pangasius mengandung lebih banyak kalori, yaitu 125 kilokalori, dibandingkan dengan John Dory (95 kilokalori) untuk porsi 100 gram.

Kalori sendiri merupakan sumber energi dalam tubuh. Kebutuhannya bervariasi bagi tiap orang dan terdapat faktor yang memengaruhi, misalnya usia, jenis kelamin, dan aktivitas.

Jadi untuk besar porsi yang sama, kalori dan lemak John Dory lebih rendah, sedangkan proteinnya lebih tinggi. Perbedaan kandungan gizi ini menyebabkan John Dory lebih unggul daripada pangasius, dan harganya jauh lebih mahal.

Apa pun jenisnya, kandungan ikan dori bagus untuk tubuh. Rasanya yang enak pun akan disukai anak-anak. Untuk anak 3-9 tahun, dengan kebutuhan protein berkisar 35-49 gram sehari, konsumsi 100 gram dori sehari sudah mencukupi kira-kira setengah dari kebutuhan hariannya.

Anda masih penasaran dengan kandungan ikan dori dan manfaatnya bagi kesehatan? Tanyakan langsung kepada dokter melalui fitur Live Chat di aplikasi Klikdokter.

[HNS/JKT]

0 Komentar

Belum ada komentar