Sukses

Intip Kandungan Gizi dalam Ikan Dori

Untuk Anda penggemar berat ikan dori, mari ketahui perbedaan jenis dori dan kandungan gizinya di sini.

Klikdokter.com, Jakarta Tak sedikit restoran mahal yang mengolah ikan dori menjadi sajian istimewa. Ini karena dori sudah populer karena kelezatannya dan kelembutannya. Selain enak, dori juga penuh akan limpahan zat gizi.

Dori  terkenal dengan teksturnya yang lembut. Beda benua, bisa beda persepsi dori. Di Amerika dan Eropa, dori mengacu pada ikan John Dory. Sedangkan di Asia Tenggara, ikan pangasius seperti ikan patin disebut dengan cream dory atau Pacific dory. Jadi ketika Anda membeli dori di Indonesia, bisa saja itu John Dory atau ikan patin yang sudah di-fillet.

Perbedaan John Dory dan pangasius

Bila ditelaah lebih lanjut, John Dory dan pangasius memiliki sedikit perbedaan. Pertama dari aromanya. Aroma John Dory yang merupakan ikan laut akan lebih segar dibanding pangasius yang hidupnya di lumpur. Namun, bagi Anda yang hidungnya tidak terlalu sensitif, mungkin tidak merasakan perbedaan aroma kedua ikan ini.

Perbedaan kedua terletak pada seratnya. John Dory memiliki serat daging yang kecil-kecil sehingga sangat lembut jika dimakan. Sedangkan pangasius, seratnya akan lebih besar dan tidak sekecil dori.

Nah, perbedaan serat ini menyebabkan perbedaan ketiga dari kedua ikan ini, yaitu teksturnya. Tekstur John Dory lebih tebal, padat, kenyal, dan lembut. Sedangkan pangasius biasanya lebih tipis dan lebih lembek.

Keempat, dari rasa juga memiliki sedikit perbedaan. Rasa John Dory gurih dan ada sensasi manisnya. Sedangkan pangasius hanya gurih saja.

Sama-sama tinggi protein

Terlepas dari keempat hal tersebut, John Dory maupun pangasius sama-sama memiliki kandungan protein yang tinggi. Menurut USDA (United States Department of Agriculture), setiap 100 gram pangasius mengandung 125 kilokalori, 17.86 gram protein, 5.36 gram lemak, 36 gram kalsium, dan 0.96 gram zat besi. Pangasius bebas karbohidrat dan bebas gula.

Berbeda dengan pangasius, setiap 100 gram John Dory mengandung 95 kilokalori, 21 gram protein, dan 1 gram lemak. John Dory juga bebas karbohidrat dan bebas gula. Jadi untuk besar porsi yang sama, kalori dan lemak John Dory lebih rendah, sedangkan proteinnya lebih tinggi. Perbedaan kandungan gizi ini menyebabkan John Dory lebih unggul daripada pangasius, tapi sayang harganya jauh lebih mahal.

Protein dalam dori bermanfaat untuk banyak hal. Pertama untuk pembentukan dan perbaikan sel. Tubuh manusia terdiri atas jutaan sel dimana mereka selalu dibentuk dan diperbaiki. Konsumsi protein yang cukup penting untuk pembentukan dan perbaikan sel-sel ini.

Kedua, protein penting untuk pembentukan enzim dan hormon. Enzim dan hormon berperan dalam metabolisme di dalam tubuh manusia. Misalnya setelah makan, berbagai enzim yang berfungsi memecah karbohidrat, protein, dan lemak akan dikeluarkan supaya makanan yang Anda konsumsi dapat diserap oleh tubuh. Nah, bahan untuk membuat enzim ini adalah protein.

Selain itu, protein berguna dalam pembentukan sistem kekebalan tubuh. Setiap hari tubuh Anda terpapar dengan dunia luar sehingga berisiko terserang virus, bakteri, dan parasit akan selalu ada. Sistem kekebalan tubuh yang baik akan mencegah tubuh Anda terinfeksi kuman-kuman tersebut.

Apa pun jenisnya, ikan dori mengandung zat gizi yang bagus untuk tubuh. Dori bisa menjadi sajian rutin di rumah. Untuk anak 3-9 tahun, dengan kebutuhan protein berkisar antara 35-49 gram sehari, konsumsi 100 gram dori sehari sudah mencukupi kira-kira setengah dari kebutuhan harian anak. Selamat memasak dori di rumah, ya!

[RS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar