Sukses

Buah Merah dan Sarang Semut dapat Sembuhkan AIDS?

Penyakit AIDS sangat berbahaya dan mematikan. Buah merah asal Papua dan sarang semut disebut-sebut dapat menangkal penyakit tersebut.

Klikdokter.com, Jakarta HIV/AIDS merupakan penyakit mematikan yang mungkin sudah tak asing lagi di telinga Anda. Dalam memperingati Hari AIDS Sedunia yang jatuh pada 1 Desember, pembahasan tentang penyakit ini kian marak, termasuk ramuan atau racikan yang dianggap bisa menyembuhkannya. Sempat beredar kabar bahwa buah merah dan sarang semut bisa menyembuhkan seseorang yang mengidap AIDS. Tapi benarkah demikian?

Berdasarkan data dari Badan Kesehatan Dunia WHO, pada 2015 tercatat sebanyak 36,7 juta orang yang hidup dengan HIV. Di Indonesia sendiri, Jawa Timur berada di posisi teratas sebagai provinsi dengan jumlah penderita HIV terbanyak sekitar 1.614 jiwa. Data tersebut dihimpun oleh Kementerian Kesehatan RI sepanjang Januari-Maret 2017. Maka kabar mengenai manfaat buah merah dan sarang semut sebagai obat penyembuh AIDS tentu saja harus diperiksa kebenarannya.

Konfirmasi soal kabar yang beredar

Jangan bayangkan Anda memakan sarang semut yang biasa ada di pohon. Dalam hal ini, sarang semut diambil, dikeringkan, dan kemudian diolah menjadi bentuk pil. Di sisi lain, buah merah juga menarik untuk dibahas. Buah ini tidak berbentuk seperti apel, jeruk, atau layaknya buah lain.

Namun, buah yang hanya tumbuh di Papua ini - terutama Wamena - berbentuk lonjong seperti pemukul bisbol. Sekilas bentuknya mirip seperti buah nangka, tapi dengan ukuran yang lebih panjang.

Meski namanya disebut buah, nyatanya buah merah tidak bisa dimakan begitu saja. Butuh proses panjang untuk mengolahnya dan hanya orang tertentu yang bisa melakukannya.

Namun, mengenai kabar yang beredar tersebut, dr. Sepriani Timurtini Limbong dari KlikDokter mengatakan bahwa buah merah maupun sarang semut bukanlah obat AIDS. Manfaatnya hanya sebatas sebagai antioksidan dalam tubuh, tidak lebih.

"Buah merah dan sarang semut tidak bisa menyembuhkan AIDS. Tapi kalau sebagai antioksidan atau sebagai penambah vitamin dalam tubuh, keduanya mungkin bisa membantu meningkatkan daya tahan tubuh," ujar dr. Sepri saat dikonfirmasi.

"Sifatnya sama seperti saat Anda minum madu dan lemon untuk batuk atau penyakit lainnya. Madu dan lemon tersebut sebenarnya bekerja sebagai antioksidan saja. Tapi banyak yang menganggapnya dapat menyembuhkan batuk," sambung dr. Sepri.

Hanya ARV obatnya

Sejauh ini, obat untuk HIV/AIDS memang hanya ARV atau antiretroviral. Hal ini juga mendapat penegasan dr. Sepri. Perbedaannya terletak pada apakah orang tersebut masih terkena virus HIV saja atau sudah dengan AIDS.

Pasalnya, jika sudah terkena AIDS, ARV harus dicampur dengan obat lain. Ini karena biasanya orang dengan AIDS memiliki masalah kesehatan lain atau yang disebut infeksi oportunistik, karena menurunnya daya tahan tubuh.

"Pengobatannya tergantung kondisi penderita. Ada pasien dengan HIV saja dan ada yang menderita AIDS, sebagai stadium akhir dari HIV. Orang HIV bisa hidup biasa-biasa saja, seperti orang sehat pada umumnya. Tapi kalau sudah AIDS, artinya orang tersebut kekebalan tubuhnya sudah menurun, makanya jadi gampang kena sakit," ungkap dr. Sepri.

Sebagai contoh, seseorang yang mengalami HIV/AIDS, karena daya tahan tubuhnya berkurang, bisa saja terkena tuberkulosis. Akhirnya, pemberian ARV harus disertai dengan obat tuberkulosis.

Meski kabar yang beredar sempat membuah heboh, kini sudah jelas bahwa buah merah dan sarang semut bukanlah obat untuk menangkal penyakit AIDS maupun HIV. Keduanya hanya berfungsi sebagai antioksidan. Meski demikian, tak ada salahnya bila Anda ingin mengonsumsinya. Tapi ingat, lakukan konsultasi terlebih dahulu agar tetap aman. Bagaimana, tertarik untuk mencoba?

[NP/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar