Sukses

Orang Tua Perlu Pahami Ini Jika Anak Pakai Vape

Tak hanya orang dewasa, vape kini juga banyak digunakan oleh anak remaja. Bagi orang tua, ini yang harus Anda lakukan.

Klikdokter.com, Jakarta Penggunaan vape sedang ngetren di kalangan anak remaja. Hal ini harus menjadi perhatian para orang tua yang tentunya peduli akan kesehatan buah hati mereka. Terlebih menurut sebuah studi, kebiasaan vaping pada remaja bisa menggoda mereka untuk beralih ke rokok tembakau.

Menurut dr. Alvin Nursalim dari KlikDokter, vape berbeda dengan rokok tembakau. Sebagai rokok elektrik, vape tidak menghasilkan tar dan gas-gas berbahaya. Namun, vape tetap mengandung nikotin dan zat-zat kimia lainnya.

“Walaupun rokok elektrik tampak lebih aman dibandingkan rokok tembakau, Anda perlu ingat bahwa paparan terhadap nikotin dalam jangka panjang juga berbahaya. Paparan terhadap nikotin dapat menyebabkan resistansi insulin sehingga memicu diabetes,” kata dr. Alvin.

Tanda-tanda anak Anda menggunakan vape

Anak-anak remaja sangat pandai menyembunyikan kebiasaan vaping mereka dari orang tua, guru, dan pihak dewasa lainnya. Dilansir US News Health, ini tanda-tanda anak Anda mungkin menggunakan vape:

  • Sering haus. Vaping bersifat hidroskopi, artinya proses mengisap vape akan menghilangkan hidrasi dari mulut dan tenggorokan. Hal ini memicu mulut penggunanya menjadi kering, dan konsekuensinya, tubuh membutuhkan cairan yang lebih untuk melawan dehidrasi.
  • Mimisan. Tak hanya mengeringkan mulut, vape juga dapat mengeringkan kulit hidung. Ketika hidung menjadi kering, maka hidung bisa berdarah.
  • Jerawat. Vaping dapat memengaruhi kesehatan kulit. Jika anak remaja Anda mengalami masalah jerawat yang buruk dan tak terkontrol, bisa jadi vape biang keladinya.
  • Mengurangi kafein. Jika remaja Anda seorang pencinta kopi dan tiba-tiba mengurangi kafein, bisa jadi itu karena Vape dan kafein sama-sama dapat menyebabkan kecemasan. Sebagian besar pengguna akan membatasi asupan kafein mereka untuk menghindari efek samping ini.
  • Pneumonia. Penelitian menunjukkan bahwa nanopartikel di dalam rokok elektrik dapat menyebabkan peradangan di paru-paru.
  • Menemukan USB drive yang tak biasa. Vape memiliki beragam bentuk, ada yang seperti pulpen dan USB drive. Jadi perhatikan lebih jeli lagi barang-barang anak Anda.

Bahaya vape, apa saja?

Dikutip dari CNN, sebanyak 99 persen atau hampir semua rokok elektrik, termasuk vape, memiliki nikotin. Zat ini dapat merusak otak seiring anak bertambah usia. Selain nikotin, terdapat bahan kimia lainnya di dalam vape, seperti gliserin dan propilen glikol.

Masalah kesehatan paru-paru akibat vape juga harus menjadi perhatian. “Layaknya rokok tembakau, vape digunakan dengan cara diisap. Ini tentu dapat memengaruhi kesehatan paru-paru Anda secara langsung. Karena zat kimia yang terkandung di dalam vape bisa menimbulkan reaksi peradangan dan kerusakan jaringan paru,” kata dr. Andika Widyatama dari KlikDokter.

Dokter Andika juga menyebut bahwa vape bisa mengganggu fungsi regenerasi sel paru, sehingga menjadi lebih rentan terhadap infeksi bakteri tertentu.

Selain itu, vape memiliki bahaya lain yang tidak dimiliki oleh rokok tembakau. Contoh, banyak laporan kasus meledaknya vape saat sedang digunakan. Berbeda dengan rokok tembakau yang hanya menyebabkan luka bakar ringan, rokok elektrik bisa menyebabkan luka bakar signifikan sehingga bisa membahayakan.

Bagi Anda para orang tua, waspadai penggunaan vape pada anak yang bisa menyebabkan gangguan kesehatan di masa depan. Terapkan pola hidup sehat dengan memberikan contoh yang baik agar sang anak mengikuti gaya hidup sehat yang Anda jalankan.

[RS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar