Sukses

Teething, Adakah Efeknya bagi Pertumbuhan Gigi Anak?

Teething normal terjadi di fase awal pertumbuhan gigi anak. Lalu, apa efek teething bagi gigi anak di masa depan?

Teething atau pertumbuhan gigi merupakan kondisi yang normal terjadi pada bayi. Ini adalah proses di mana gigi pertama bayi mulai muncul ke permukaan gusi.

Menurut BMC Journal, proses tumbuhnya gigi susu terjadi selama 8 hari, di mana 4 hari masa persiapan sebelum gigi tumbuh, lalu hari ke-5 di mana gigi itu muncul ke permukaan kemudian berlanjut sampai 3 hari.

Umumnya tumbuh gigi dimulai pada bayi berusia 4 hingga 6 bulan, yang ditandai dengan kemunculan gigi susu pada permukaan gusi. Akan tetapi, tak sedikit bayi yang giginya mulai muncul pada usia 12 bulan.

Hal itu normal terjadi karena setiap anak memiliki fase pertumbuhan gigi yang berbeda-beda. Seiring berjalannya waktu, gigi susu akan lengkap pada usia 3 tahun dengan jumlah 20 buah.

Tanda dan Gejala Teething pada Bayi

Gigi yang akan muncul pertama kali biasanya diawali dengan gigi depan bawah. Kemudian dilanjutkan dengan gigi depan bagian atas. Setelah itu, gigi akan tumbuh secara bergantian pada bagian atas dan bawah. Namun, pada beberapa anak gigi dapat muncul secara bersamaan sekaligus.

Pada fase ini, tidak hanya bayi yang mengalami rasa kurang nyaman, orang tua pun akan merasakan adanya perubahan tingkah laku, mood, serta selera makan bayi. Agar para orang tua tidak kebingungan karena perubahan ini, maka orang tua harus memahami apa saja gejala bayi yang mengalami teething.

Artikel Lainnya: Kenapa Bayi Bisa Muntah Saat Teething?

Beberapa bayi akan menunjukkan tanda-tanda bahwa giginya sedang mulai tumbuh. Hal ini dapat terjadi berhari-hari, berminggu-minggu, bahkan hingga berbulan-bulan sebelum gigi tersebut muncul ke permukaan gusi.

Berikut adalah beberapa tanda yang dapat menunjukkan bayi sedang tumbuh gigi:

  • Gusi yang menonjol dan meradang. Ini karena gigi yang merobek permukaan gusi sehingga gusi akan terlihat membengkak.
  • Air liur yang lebih banyak dari biasanya.
  • Bayi akan lebih mudah marah dan rewel, terutama di malam hari, tanpa ada sebab yang jelas.
  • Terjadi penurunan nafsu makan karena munculnya rasa sakit pada daerah mulut. Kemungkinan bayi akan menolak semua makanan atau minuman yang diberikan kepadanya.
  • Sering menggigit-gigit benda di sekitar karena gigi yang terasa gatal, sehingga bayi mencari sesuatu yang bisa meringankan rasa sakit tersebut.
  • Kadang disertai gejala lain, seperti demam, walau tak ada penelitian yang menunjukkan adanya kaitan antara munculnya demam dengan tumbuhnya gigi.
1 dari 3 halaman

Efek Teething pada Pertumbuhan Gigi Anak

Walaupun teething merupakan proses yang normal pada bayi, tapi jika tidak perhatikan dan dibiarkan tanpa pengawasan dapat berdampak buruk dan berbahaya. Berikut penjelasannya.

  • Air liur yang berlebihan bisa sebabkan batuk, tenggorokan seperti tersumbat, dan ruam di bagian dagu. Jika gejala ini mulai terlihat, maka sering-seringlah membersihkan air liur di sekitar mulut dan dagu untuk mencegah ruam tersebut.
  • Kebiasaan menggigit benda-benda sering dilakukan karena tekanannya bisa mengurangi rasa tidak nyaman di gusi bayi. Hanya saja, benda-benda tersebut kadang terkontaminasi bakteri, sehingga bisa menyebabkan diare.
  • Penurunan selera makan kadang bisa sampai membuat penurunan berat badan.

Jika dalam proses teething ini anak mengalami gejala lain, seperti batuk, pilek, demam dengan suhu yang tinggi, rewel yang berkepanjangan, diare dan muntah, maka Anda perlu segera membawanya ke dokter.

Namun, jika tidak ada penyakit yang menyertai dan bayi tetap rewel saat mulai tumbuh gigi, Anda bisa melakukan cara-cara untuk membuatnya lebih tenang. 

Artikel Lainnya: Anak Demam karena Tumbuh Gigi, Mitos atau Fakta?

2 dari 3 halaman

Kiat Menenangkan Bayi yang Sedang Teething

Untuk menenangkan bayi yang sedang mengalami fase pertumbuhan gigi, Anda sebaiknya melakukan beberapa hal berikut.

1. Memberikan Es Batu Kecil yang Dibungkus Kain

Letakkan bungkusan es tersebut pada gusi di mana gigi akan tumbuh selama 1-2 menit, dan boleh diulangi jika gejalanya masih berlanjut.

2. Memberikan Teething Rings

Teething rings adalah benda-benda seperti mainan gigit khusus bayi yang didinginkan. Biasanya terbuat dari bahan plastik, tidak menyebabkan gigi berlubang, atau tersedak, sehingga dapat meringankan rasa sakit yang dialami bayi. Namun, tidak perlu dibekukan karena hal tersebut justru dapat melukai gusi.

3. Pijatlah Gusi Bayi

Lakukan pemijatan ringan dengan jari telunjuk atau sikat gigi jari yang lembut selama 1-2 menit.

4. Memberikan Terapi Berupa Pelukan

Dengan memberikan pelukan yang hangat, dapat mengurangi rasa tidak nyaman dan meredakan stres pada bayi. Selain itu, orang tua bisa mengalihkan perhatian si Kecil dengan mengajaknya membaca buku, bernyanyi atau bermain.

5. Memberikan Makanan untuk Dikunyah

Misalnya buah atau sayur yang didinginkan seperti pepaya, pisang, apel, timun. Pastikan anak tetap dalam pengawasan orang tua agar tidak menelan potongan buah yang terlalu besar.

Dengan memahami proses teething pada bayi, maka orang tua akan lebih siap dan tidak bingung dalam mengatasi ketidaknyaman si Kecil. Proses teething pun bisa berjalan lebih lancar dan si Kecil tetap merasa nyaman.

Untuk membaca artikel kesehatan gigi dan mulut lainnya, Anda bisa mengunduh aplikasi KlikDokter.

[FY]

0 Komentar

Belum ada komentar