Sukses

Bayi Lahir Prematur, Ibu Rentan Terkena Baby Blues Syndrome?

Jika Anda melahirkan bayi secara prematur, risiko untuk terkena baby blues syndrome pun semakin tinggi. Pahami kaitannya di sini.

Klikdokter.com, Jakarta Menjadi ibu hamil dan ibu baru pasca melahirkan bukanlah hal yang mudah. Pasalnya, begitu banyak perubahan bertubi-tubi yang terjadi di dalam hidup Anda setelah menikah dan melahirkan. Belum lagi jika proses kehamilan dan persalinan mengalami hambatan, misalnya bayi terlahir prematur. Tak heran ini semua bisa memengaruhi kondisi psikis wanita. Jika bayi lahir prematur, benarkah ibu jadi rentan terkena baby blues syndrome?

Ya, sisi psikis pasti mengalami guncangan jika proses kehamilan dan persalinan berjalan tidak lancar, seperti kelahiran prematur. Kondisi ini bisa meningkatkan risiko sang ibu terkena baby blues syndrome.

Sindrom ini merupakan perasaan sedih dan sensitif yang dialami wanita usai persalinan. Umumnya sindrom ini dirasakan 2-3 hari setelah melahirkan, dan ini bisa bertahan selama 2 minggu. Biasanya, perasaan sedih ini bisa hilang dengan sendirinya. Namun jika keterpurukan ibu ini tak kunjung pergi setelah 2 minggu, ini bukanlah baby blues syndrome, melainkan postpartum depression (depresi pasca persalinan).

Sebagian besar ibu bisa mengalami baby blues syndrome tanpa harus melahirkan bayinya secara prematur. Namun, melahirkan bayi prematur bisa meninggikan risiko terkena sindrom ini.

“Ini karena ada hal-hal yang tidak sesuai dengan keinginan dari dalam hatinya, apalagi jika si ibu merasa sendirian dan tidak mendapatkan dukungan kuat dari keluarga inti, terutama pasangan,” kata dr. Devia Irine Putri dari KlikDokter.

Bayi yang terlahir prematur juga membutuhkan perawatan yang intensif ketimbang bayi yang terlahir secara normal. Durasinya pun juga tidak menentu. Ada yang hanya beberapa hari, tapi ada juga yang hingga berbulan-bulan.

“Jika usia kandungan di bawah 37 minggu, organ dalam tubuh bayi belum cukup matang dan berisiko terkena masalah kesehatan. Itulah mengapa bayi prematur perlu dirawat di rumah sakit,” kata dr. Reza Fahlevi dari KlikDokter.

Memberikan perawatan intensif di rumah sakit kepada bayi prematur semata-mata dilakukan untuk mencegah si bayi terkena hipotermia, kelainan fungsi organ, dan memastikannya mengalami kenaikan berat badan hingga ke angka normal. Namun, sayangnya pemisahan antara ibu dan anak justru bisa membuat ibu merasa bersalah terhadap kondisi yang menimpa buah hatinya. Tak hanya itu, rasa rindu akan terus dirasakan sang ibu karena tak bisa berkontak langsung dengan bayinya. Akibatnya, terjadilah baby blues syndrome.

1 dari 2 halaman

Cara mengatasi baby blues syndrome

Ada beberapa cara untuk mengatasi sindrom baby blues syndrome pada ibu yang melahirkan bayi secara prematur, yaitu:

  • Perbanyak istirahat
  • Keluarga harus mendukung penuh, terutama suami. Anda pun juga harus mengomunikasikan kepada mereka tentang apa yang Anda mau. Jangan biarkan pasangan menebak-nebak sendiri. Karena jika mereka salah memahami, mood Anda malah makin berantakan.
  • Mengatur shift bergantian dengan suami dalam merawat bayi supaya Anda tetap punya waktu istirahat yang cukup.
  • Sebaiknya suami tidak banyak bepergian jauh dulu dan tidak merokok di sekitar istri dan anak.
  • Berikan pijatan pada punggung atau kaki  agar rasa pegal bisa berkurang sehingga kondisi ibu bisa lebih relaks. 
  • Mintalah seseorang yang Anda percayai, misalnya orang tua, untuk mengawasi bayi Anda sebentar sehingga Anda dapat keluar dari rumah untuk refreshing.
  • Berbicaralah kepada ibu-ibu lain, khususnya yang juga memiliki pengalaman yang sama mengenai bayi prematur, supaya Anda dapat saling curhat dan bertukar wawasan atau pengalaman tentang bagaimana cara merawat bayi.

Meski melahirkan bayi prematur bisa meninggikan risiko terkena baby blues syndrome, tetapi bukan berarti hal tersebut tidak bisa dicegah. Jika Anda sudah menjaga kehamilan namun tetap saja si Kecil lahir prematur, tekankan bahwa ini bukan murni kesalahan Anda. Hindarkan diri dari rasa bersalah agar terhindar dari depresi. Dalam rangka memperingati Hari Prematuritas Sedunia, tingkatkan kesadaran seputar bayi prematur. Dengan perawatan dan dukungan yang tepat, meski lahir prematur, si Kecil dapat tumbuh layaknya bayi normal.

[RN/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar