Sukses

Bolehkah Ibu Hamil Makan Telur Mentah?

Agar tak kena penyakit, ibu hamil dilarang untuk mengonsumsi makanan mentah atau setengah matang. Lantas, bagaimana dengan telur mentah?

Klikdokter.com, Jakarta Saat hamil, kondisi ibu harus terjaga sempurna supaya bayi yang dikandung tidak terancam keselamatannya. Ini berarti, ibu hamil wajib mematuhi segala pantangan yang diberikan dokter, termasuk menjauhi makanan mentah.

Hal itu pun lantas ditekankan lagi oleh American Pregnancy. Lembaga tersebut menyebut bahwa salah satu makanan yang patut dihindari ibu hamil adalah telur mentah. Sebab, telur mentah dapat mengandung bakteri Salmonella yang membahayakan kesehatan.

Bahkan, menurut dr. Sara Elise Wijono dari KlikDokter, meski telur mentah sudah diolah menjadi saus, misalnya mayones, salad dressing, saus pasta, krim custard, dan saus holllandaise, tetap tidak disarankan untuk dikonsumsi oleh ibu hamil.

“Meski sudah diolah sedemikian rupa, toh telur tersebut tidak melalui proses pasteurisasi sehingga belum bisa dikatakan steril dari bakteri,” jelas dr. Sara.

Di satu sisi, mungkin Anda berpikir bahwa saus berbahan telur mentah tersebut dapat dipanaskan di microwave agar bakteri di dalamnya bisa musnah. Sayang, kenyataan berbicara sebaliknya. Ya, memanaskan olahan telur mentah di dalam microwave tidak mengubah apa-apa.

“Walaupun dihangatkan dengan microwave, sepertinya juga tidak akan membunuh bakteri karena suhunya tidak maksimal. Apalagi jika hanya dituang ke atas makanan yang panas,” tambah dr. Sara.

Perlu diketahui bahwa suhu minimum untuk membunuh bakteri di dalam telur adalah 160 derajat Fahrenheit atau 71 derajat Celsius. Beda halnya jika Anda menggoreng atau merebus telur hingga benar-benar matang dan terlihat oleh mata. Kemungkinan besar, bakteri dalam telur yang direbus atau digoreng itu sudah mati dan lebih aman untuk dikonsumsi.

Selain telur mentah, pada dasarnya semua makanan mentah yang belum dipasteurisasi―seperti soft cheese atau keju lunak (keju feta)―sebaiknya dihindari oleh ibu hamil. Ini karena makanan-makanan tersebut berpotensi mengandung bakteri yang dapat menyebabkan bayi terlahir prematur, diare, muntah, dan kontraksi rahim.

Telur matang lebih baik

Daripada mengonsumsi telur mentah, akan lebih baik bila diolah terlebih dahulu agar matang sepenuhnya. Dengan demikian, ibu hamil bisa mendapatkan asam lemak omega-3, kolin, dan protein di dalamnya.

Ketiga zat tersebut dapat membantu proses tumbuh kembang otak janin dan mencegah neural tube defect atau gangguan tumbuh kembang sistem tabung saraf. Alhasil, si Kecil yang masih berada di dalam perut ibu akan tetap sehat dan memiliki tumbuh kembang yang optimal.

Menurut dr. Dina Kusumawardhani kepada KlikDokter, ibu hamil sebaiknya mengonsumsi 1–2 butir telur sehari untuk membantu memenuhi asupan kolin. Faktanya, asupan kolin yang dianjurkan oleh The National Academy of Science adalah sebanyak 450 mg kolin per hari. Sehingga, dengan mengonsumsi 2 butir telur, Anda sudah mencukupi 250 mg kolin per hari. Sisanya? Tinggal tambahkan saja dari makanan lain, misalnya kembang kol, gandum, dan daging matang.

Jadi sekali lagi, sebaiknya ibu hamil tidak mengonsumsi makanan apapun yang masih mentah atau setengah matang, termasuk telur. Sekalipun telur mentah tersebut sudah diolah menjadi saus, sebaiknya tetap dihindari. Anda tak ingin bakteri Salmonella mengganggu tumbuh kembang si Kecil di dalam kandungan, bukan?

[NB/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar