Sukses

Fakta Seputar Minuman Elektrolit yang Perlu Anda Tahu

Minuman elektrolit selalu dianggap lebih baik daripada air biasa. Mari cari tahu mitos dan fakta soal air elektrolit.

Klikdokter.com, Jakarta Minuman elektrolit identik dengan minuman olahraga. Minuman ini dipercaya bisa menggantikan ion dalam tubuh yang hilang saat Anda berolahraga. Bahkan, minuman elektrolit dianggap lebih baik dibanding air putih biasa.

Apa itu minuman elektrolit?

Elektrolit merupakan mineral yang bermuatan listrik dalam tubuh manusia. Zat-zat yang disebut sebagai elektrolit, antara lain sodium, potasium, klorin, magnesium, kalsium, dan bikarbonat. Elektrolit sangat penting untuk mengontrol keseimbangan cairan, mengatur tekanan darah, membantu otot berkontraksi, dan mempertahankan keasaman yang benar dalam darah (pH).

Dalam tubuh manusia, kadar elektrolit perlu dijaga agar selalu normal. Bila ada perubahan kadar elektrolit, respons tubuh manusia adalah dehidrasi. Kondisi ini dapat berujung pada muntah, diare, atau berkeringat berlebihan.

Minuman elektrolit biasanya mengandung sejumlah natrium, kalium, magnesium, dan kalsium. Beberapa merek minuman elektrolit juga menambahkan rasa dan gula. Minuman ini memang memiliki manfaat dalam tubuh. Namun, ada pemahaman yang keliru terkait mitos dan fakta tentang minuman elektrolit.

  • Membantu tubuh terhidrasi saat olahraga

Air yang mengandung elektrolit dapat bermanfaat bagi atlet. Minuman ini akan membantu tubuh mengisi kembali cairan dan energi yang hilang selama latihan atau bertanding. Selama aktivitas fisik, Anda perlu tambahan cairan untuk menggantikan air yang hilang karena berkeringat. Kehilangan air sebanyak 1 - 2 persen dari berat badan Anda dapat menyebabkan penurunan kekuatan, kecepatan, dan fokus. Minuman elektrolit juga digunakan untuk menggantikan cairan ketika Anda berkeringat banyak, berolahraga lebih dari 1 jam, dan berada di tempat yang sangat panas.

Namun, bagi orang yang tidak aktif bergerak dan tidak berkeringat, minuman elektrolit tidak diperlukan. Selain karena tidak dibutuhkan tubuh, minuman elektrolit biasanya mengandung kalori dari gula tambahan. Kandungan ini tentu tidak bagus bagi orang yang tak bergerak.

  • Bisa menjaga tubuh terhidrasi selama sakit

Tubuh akan kehilangan cairan atau dehidrasi ketika mengalami sakit muntah atau diare. Dalam jangka pendek, muntah dan diare biasanya memang bukan kondisi serius. Akan tetapi, jika berlangsung lama, itu dengan cepat menyebabkan dehidrasi jika elektrolit tidak terganti.

Bayi dan anak-anak sangat rentan terhadap dehidrasi akibat muntah dan diare. Untuk hal ini, American Academy of Pediatrics merekomendasikan rehidrasi oral untuk mencegah dehidrasi. Namun begitu, bukan berarti minuman elektrolit bisa digunakan untuk bayi dan anak-anak. Hal ini karena air elektrolit tidak bisa dikonsumsi segala usia.

Rehidrasi oral mengandung air, karbohidrat, dan elektrolit dalam proporsi tertentu yang mudah dicerna. Contoh yang populer adalah Pedialyte. Minuman olahraga memiliki kandungan serupa, tetapi dengan jumlah gula yang lebih tinggi. Oleh karena itu, minuman elektrolit tidak disarankan untuk bayi dan anak kecil karena dapat memperburuk diare.

  • Dapat membantu mencegah heatstroke

Suhu yang tinggi membuat Anda berisiko terkena berbagai penyakit yang berkaitan dengan panas. Biasanya, tubuh Anda mengelola panas dengan melepaskannya melalui berkeringat. Namun, "sistem pendingin" dalam tubuh bisa saja gagal dalam cuaca panas. Suhu tubuh Anda pun naik ke tingkat yang sangat tinggi.

Kunci untuk mencegah ini adalah membatasi waktu Anda terpapar panas. Akan tetapi, mendapatkan banyak cairan yang mengandung elektrolit juga sangat penting untuk membantu tubuh Anda tetap dingin.

Dalam lingkungan yang panas, air putih dan minuman elektrolit direkomendasikan untuk menghidrasi tubuh dibanding minuman lain. Selain itu, hindari minuman yang mengandung kafein, seperti soda, kopi, dan teh, serta alkohol.

Pilih minuman elektrolit atau air biasa?

Hidrasi yang memenuhi syarat sangat penting untuk kesehatan. Untuk mendukung kebutuhan itu, air biasa jauh lebih baik dibanding minuman elektrolit. Namun, hal itu tergantung pada situasi dan kondisi tubuh. Misalnya, saat Anda berisiko banyak kehilangan cairan tubuh dengan cepat, air elektrolit bermanfaat sebagai pertolongan pertama.

Anda dapat mempertimbangkan minuman yang diperkuat elektrolit bila dalam kondisi berikut:

  • Berolahraga selama lebih dari 1 jam
  • Berkeringat banyak saat berolahraga
  • Sakit muntah atau diare
  • Akan terpapar panas untuk waktu yang lebih lama

Di luar kondisi usai berolahraga, cuaca panas, dan penyakit, air biasa sangat baik untuk memenuhi kebutuhan hidrasi sehari-hari. Bukan berarti air elektrolit tidak baik, hanya saja penggunaannya hanya untuk kebutuhan yang tepat. Yang perlu diingat, Anda tidak butuh minuman elektrolit jika tidak mengalami kondisi-kondisi di atas.

[HNS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar