Sukses

Waspadai Peredaran Liquid Vape yang Mengandung Ekstasi

Polisi meringkus jaringan pembuat liquid vape yang mengandung ekstasi. Cairan rokok elektrik ini sangat membahayakan kesehatan.

Klikdokter.com, Jakarta Penggunaan liquid vape atau cairan untuk vape yang mengandung ekstasi sedang marak ditemukan di masyarakat. Polisi pun berupaya menghentikan peredarannya, karena efek dari cairan tersebut sangat berbahaya bagi kesehatan si pemakai.

Sebanyak 22 merek liquid vape yang mengandung methylenedioxy methamphetamine (MDMA) atau ekstasi dan Cannabies Sintesas (ganja sintesis) telah beredar luas di 48 kota di Indonesia. Hal ini terungkap berdasarkan pendalaman polisi terhadap 18 tersangka yang memproduksi barang tersebut di perumahan mewah Kelapa Gading, Jakarta Timur.

Cairan mengandung ekstasi adalah produksi rumahan

Seperti melansir liputan6.com, kelompok yang menamai dirinya sebagai Reborn Cartel itu memproduksi 22 jenis vape dan menjualnya secara online di instagram. Pihak kepolisian berhasil membongkar kasus ini setelah melakukan investigasi sejak pertama kali tertangkap 3 pelaku pengedar pada akhir Oktober 2018.

Harga liquid vape tersebut dijual bervariasi sekitar Rp 350-450 ribu. Modus pelaku adalah dengan mendistribusikan barang haram tersebut lewat jasa antar ojek online atau menggunakan jasa ekspedisi.

"Liquid vape ini telah tersebar di 48 kota di Indonesia," kata Kasubdit 1 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya AKBP Jean Calvijn Simanjuntak di Jalan Janur Elok, Kelapa Gading, Jakarta Timur, Kamis (8/11) seperti dikutip dari Liputan6.

Dengan adanya liquid vape ini, kemudian muncullah cara konsumsi narkoba gaya baru yang lebih praktis. Mirisnya, bahaya konsumsi ekstasi pun menjadi semakin sulit dikendalikan.

1 dari 2 halaman

Bahaya ekstasi yang harus Anda tahu

Ekstasi merupakan salah satu jenis narkoba yang sangat berbahaya. Sangat wajar ketika pihak kepolisian meminta masyarakat waspada terhadap penyebaran benda ini. Terlebih, vape memang sedang digandrungi oleh masyarakat Indonesia.

Menurut dr. Sara Elise Wijono, MRes dari KlikDokter, penggunaan ekstasi melalui cairan yang kemudian dihirup ini adalah hal baru. Biasanya ekstasi terkenal dalam bentuk pil. "Tapi, baik pil atau bentuk cairan, saya rasa sama saja bahayanya. Efek keduanya pun sudah pasti sama karena bahan pembuatnya juga sama," ujar dr. Sara.

Seperti mengutip dari drugabuse.com, tidak lama setelah menggunakan MDMA (ekstasi), pengguna dapat mengalami berbagai efek karena kombinasi sifat stimulan dan halusinogenik di dalamnya. Efek akut ekstasi dapat berlangsung dari 3 hingga 8 jam dalam bentuk sebagai berikut:

  • Euforia
  • Emosi tinggi
  • Halusinasi
  • Nafsu makan menurun dan gampang haus

Selain itu, ekstasi juga dapat berbahaya dalam jangka pendek dan dapat menyebabkan hipertermia, berkeringat, panas dingin, tekanan darah meningkat, kecemasan yang meningkat, mual, penglihatan kabur, pengetatan gigi yang tidak disengaja, ketegangan otot, tremor, dan pingsan.

Efek tak terduga lainnya dapat terjadi jika pil ekstasi dipalsukan dengan zat lain seperti metamfetamin, kafein, atau ketamin. Terlebih lagi, pengguna ekstasi sering tidak menyadari bahwa produk yang dijual bebas sering mengandung zat lain yang bisa sangat berbahaya bila dicampur dengan ekstasi.

Efek memabukkan ekstasi bisa bertahan hingga 8 jam. Jadi, orang yang menggunakannya akan mengambil dosis lain ketika efek pertama mulai memudar. Hingga 1 minggu setelah menggunakan obat, seseorang mungkin mengalami efek samping sebagai berikut:

  • Kegelisahan
  • Depresi
  • Masalah tidur
  • Gangguan ingatan
  • Nafsu makan berkurang
  • Kurang tertarik pada seks atau ketidakmampuan untuk mendapatkan kesenangan darinya.
  • Perilaku impulsif
  • Agresif

Walaupun jarang, ekstasi dapat menyebabkan kematian akibat hipertermia atau gagal jantung, hati, atau gagal ginjal. Sebab, jenis obat ini menutupi kebutuhan makanan, air, dan istirahat. Selain itu, karena meningkatkan suhu dan tingkat aktivitas fisik, zat ini juga disebut-sebut dapat menyebabkan dehidrasi berat.

Efek jangka panjang konsumsi ekstasi

Ekstasi dipercaya dapat mengurangi tingkat serotonin di seluruh otak karena meningkatkan pelepasan dan aktivitas serotonin dari neuron tertentu. Selain itu ekstasi memainkan peran penting dalam rasa sakit, suasana hati, hasrat seksual, dan tidur.

Gangguan neurotransmisi serotonin yang terjadi saat mengonsumsi ekstasi dapat memberikan efek samping psikologis yang parah dan gangguan kognitif untuk waktu yang lama, bahkan setelah penggunaan telah berakhir.

Tanpa berfungsinya neurotransmiter, kondisi seperti depresi, kecemasan, dan insomnia lebih mungkin terjadi dan dapat bertahan lama.

Orang-orang yang secara teratur menggunakan ekstasi dapat menderita efek yang bertahan lama. Penelitian menunjukkan bahwa penggunaan ekstasi yang berkepanjangan juga dapat menyebabkan kebingungan, sulit fokus, hilang ingatan, minat seks menurun dan munculnya perilaku agresif.

Vape mengandung ekstasi yang kini marak beredar kemungkinan tidak disadari oleh penggunanya. Sebab, tren mengisap vape memang sedang “naik daun”. Jika Anda akrab dengan penggunaan vape, berhati-hatilah saat membeli liquid vape. Perhatikan kandungan di dalamnya dengan saksama, agar terhindar dari konsumsi ekstasi dan efeknya yang membahayakan kesehatan.

[NP/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar