Sukses

Mana Lebih Kaya Protein, Daging Ayam atau Kalkun?

Di antara daging ayam dan kalkun, manakah yang lebih kaya akan protein? Simak selengkapnya.

Klikdokter.com, Jakarta Dari penampilan luar, daging kalkun memang mirip dengan daging ayam. Tapi keduanya berbeda. Kalkun berukuran lebih besar dari ayam. Tekstur daging kalkun juga lebih alot daripada daging ayam. Lalu, bagaimana dengan nutrisi, termasuk protein dalam kedua jenis daging tersebut?

Dilansir Healthline, baik daging ayam maupun daging kalkun, menyediakan protein berkualitas tinggi dan dapat menjadi komponen yang sehat dari diet seimbang. Karena itu, mengonsumsi daging ayam atau daging kalkun secara cukup dalam pola makan sehari-hari dapat menjadi cara sehat untuk memenuhi kebutuhan protein tubuh Anda.

Protein pada ayam dan kalkun

Pada setiap ons (28 gram) dagingnya, kalkun mengandung satu gram protein lebih banyak dibandingkan ayam. Melihat paha dari masing-masing daging, misalnya, ayam menawarkan kadar protein sejumlah 7 gram sementara kalkun 8 gram.

Meski secara teknis daging kalkun memiliki sumber protein yang lebih tinggi, kandungan protein mereka hanya berbeda satu gram per ons. Jadi sebenarnya, baik daging ayam maupun daging kalkun, akan tetap memenuhi syarat sebagai sumber protein berkualitas tinggi.

Namun pada bagian dada, daging ayam memiliki protein lebih banyak ketimbang daging kalkun. Sementara itu, potongan daging lainnya memberikan jumlah protein yang sama.

Ketika memutuskan mana yang paling baik untuk memenuhi kebutuhan nutrisi, kandungan nutrisi total (termasuk kalori, lemak, vitamin dan mineral) harus dipertimbangkan selain protein. Mengonsumsi makanan yang bervariasi akan memastikan asupan nutrisi yang memadai yang dibutuhkan tubuh. Keseimbangan adalah kunci utama.

Sumber protein lainnya

Selain dari daging ayam dan daging kalkun, Anda juga bisa mendapatkan sumber protein yang baik dari asupan berikut ini:

  1. Tahu

Dalam 100 gram tahu mengandung 8 gram protein. Ini tentu lumayan untuk mencukupi kebutuhan protein harian. 

  1. Putih telur

Protein di dalam putih telur amatlah tinggi. Kadarnya mencapai 90 persen dan profil asam aminonya pun baik.

  1. Kacang-kacangan dan biji-bijian

Kacang almond, biji chia, dan biji rami adalah beberapa sumber makanan yang juga tinggi protein.

  1. Kentang

Meski mengandung karbohidrat, kentang sebetulnya juga menyimpan protein dan termasuk berkualitas tinggi. Jenis protein dalam kentang yang juga berfungsi sebagai antioksidan adalah patatin.

  1. Bayam

Bayam adalah sayuran berdaun hijau yang tinggi protein. Anda tak perlu takut kekurangan protein jika mengonsumsi bayam secara rutin.

  1. Alpukat

Selain mengandung asam lemak tak jenuh yang menyehatkan, alpukat juga kaya protein. Alpukat menyimpan 18 asam amino esensial yang diperlukan tubuh untuk membentuk protein.

Daging ayam dan daging kalkun sama-sama kaya akan zat protein. Mengonsumsi asupan tinggi protein sangat penting sebagai fondasi kesehatan. Protein merupakan salah satu dari biomolekul raksasa, selain polisakarida, lipid, dan polinukleotida, yang merupakan penyusun utama makhluk hidup.

Kebutuhan protein setiap orang berbeda-beda dan menyesuaikan dengan tubuhnya. “Seseorang dengan aktivitas ringan sebaiknya mencukupi kebutuhan proteinnya sekitar 0,8 gram protein per kilogram berat badan setiap hari,” kata dr. Atika dari KlikDokter. Sementara bagi orang yang ingin membentuk otot, kebutuhan protein akan meningkat menjadi 1,2-1,7 gram protein per kilogram berat badan.

Jadi, baik daging ayam maupun daging kalkun sama-sama memenuhi syarat sebagai sumber protein berkualitas tinggi. Ingat juga untuk mengombinasikan makanan secara seimbang agar nutrisi yang dibutuhkan tubuh tercukupi dengan baik.

[RS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar