Sukses

Mengunyah Tembakau, Adakah Manfaatnya bagi Kesehatan?

Beberapa orang memilih mengunyah tembakau (dengan tembakau kunyah) karena dianggap “lebih sehat”. Benarkah ada manfaatnya bagi kesehatan?

Klikdokter.com, Jakarta Salah satu cara yang dipakai para pecandu rokok untuk menghentikan kebiasaan merokoknya adalah beralih ke produk alternatif. Misalnya vape, nikotin tempel (patch), atau tembakau kunyah yang kian kemari kian digemari. Mengunyah tembakau dianggap “lebih sehat” karena smokeless. Padahal, produk ini juga memiliki risiko sama seperti rokok konvensional, belum lagi risiko lainnya yang dikaitkan dengan produk rokok tanpa asap. Percayalah, tak ada produk tembakau yang aman.

Mengunyah tembakau dan produk tanpa asap lainnya

Tembakau kunyah adalah salah satu bentuk dari tembakau tanpa harus menghasilkan asap. Selain tembakau kunyah, tembakau smokeless terdiri dari tembakau atau campuran tembakau yang dihisap atau diendus. Contohnya adalah snuff, snus, dan dissolved tobacco. Nikotin pada produk-produk ini diserap melalui jaringan lunak mulut, dan dalam beberapa kasus ditelan.

Tembakau kunyah biasanya berupa produk kemasan atau daun tembakau lepas; daun dikompres menjadi bentuk kecil, berbentuk seperti batu bata yang disebut sebagai plug, atau tembakau dijalin seperti kepangan yang disebut sebagai twist. Penggunaan tembakau kunyah ini ditempatkan di antara pipi dan gusi. Saliva yang terbentuk di dalam mulut bisa dikeluarkan (meludah) atau ditelan.

Dikatakan bahwa tembakau kunyah bisa menyebabkan napas tak sedap, gigi bernoda, kanker mulut dan tekak, kecanduan nikotin, radang putih di mulut yang dapat mengarah ke kanker, gusi terkelupas, dan pengikisan tulang di sekitar gigi. Jelaslah, tembakau sedot atau kunyah bukan alternatif yang bijaksana untuk merokok.

1 dari 2 halaman

Risiko mengunyah tembakau terhadap kesehatan

Perlu diingat bahwa semua produk tembakau mengandung nikotin, zat kimia yang punya efek candu. Selain itu, ada pula kandungan 28 bahan kimia berbeda, yang mana sudah terkandung dalam tembakau atau terbentuk saat diproduksi, yang telah teridentifikasi bersifat karsinogenik.

Dilansir dari Mayo Clinic, berikut ini adalah risiko kesehatan yang bisa timbul akibat tembakau kunyah.

1. (Tetap) bikin ketagihan 

Seperti telah disebut sebelumnya, tembakau kunyah mengandung nikotin. Menurut penjelasan dari dr. Resthie Rachmanta Putri, M.Epid, dari KlikDokter, nikotin bersifat adiktif. Nikotin juga menyebabkan peningkatan tekanan darah dan dapat berbahaya bagi kesehatan.

“Ya, nikotin bisa menyebabkan kecanduan fisik yang dapat bertahan selama bertahun-tahun, membuat usaha berhenti merokok menjadi sesuatu yang amat sulit dilakukan,” kata dr. Resthie.

Kadar nikotin yang tersirkulasi di dalam darah dari mengunyah tembakau tak terlalu berbeda dengan orang yang merokok konvensional. Meski demikian, tak seperti rokok konvensional yang diisap secara periodik dalam sehari, rokok tanpa asap kerap digunakan secara konstan, sehingga ini mengekspos penggunanya ke tingkat nikotin yang lebih tinggi, dengan tingkat ketergantungan yang juga meningkat.

2. Kanker 

Penggunaan tembakau kunyah dan produk tembakau tanpa asap lainnya dapat meningkatkan risiko kanker oral, kanker mulut, tenggorokan, pipi, gusi, bibir, atau lidah. Ada juga peningkatan risiko kanker pankreas dan esofagus.

3. Lesi pra kanker 

Tembakau tanpa asap juga bisa meningkatkan risiko terjadinya bercak kecil putih yang disebut sebagai leukoplakia di dalam mulut. Lesi mulut ini bersifat pra kanker, yang artinya lesi ini suatu hari nanti bisa saja menjadi kanker.

4. Penyakit jantung 

Beberapa jenis tembakau tanpa asap meningkatkan detak jantung dan tekanan darah. Ada bukti yang menunjukkan bahwa penggunaan tembakau tanpa asap dalam jangka panjang bisa menaikkan risiko penyakit jantung dan stroke.

5. Penyakit gigi 

Gula dan iritan pada tembakau kunyah dan produk tembakau tanpa asap lainnya dapat menyebabkan gigi berlubang, abrasi pada gigi, perubahan warna pada gigi, bau napas tak sedap, penyakit gusi, gusi turun, kehilangan tulang di sekitar akar gigi, dan gigi lepas.

6. Gangguan kehamilan 

Ada studi yang menunjukkan bahwa penggunaan tembakau tanpa asap dapat menyebabkan kelahiran mati, berat badan bayi lahir rendah, serta denyut jantung janin tak normal.

Meski merupakan produk alternatif, tapi bahanyanya juga tak kalah banyak dengan rokok konvensional. Bahkan, tembakau kunyah sudah dilarang di beberapa negara seperti Singapura dan beberapa kota di India.

Jika Anda ingin berhenti merokok, lebih baik berhenti total, bukan malah jadi mengunyah tembakau atau beralih ke vape atau produk tembakau tanpa asap lainnya dengan iming-iming “lebih aman”. Jika Anda kesulitan untuk berhenti merokok, Anda butuh bantuan ahli. Jika perlu akan dilakukan terapi seperti nicotine replacement therapy, varenicline, atau intervensi perilaku. Cobalah untuk menerapkan pola hidup sehat, sehingga Anda bisa lebih termotivasi untuk berhenti merokok demi kesehatan yang lebih baik.

[RN/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar