Sukses

Anak Takut Naik Pesawat Terbang, Haruskah Dipaksa?

Anda sudah berkemas, tiket sudah di tangan, tapi anak merengek takut naik pesawat terbang. Bagaimana mengatasi ketakutan anak seperti ini?

Klikdokter.com, Jakarta Paparan berita mengenai kecelakaan pesawat Lion Air PK-LQP JT 610 rute Jakarta-Pangkalpinang sangat luas. Anak pun bisa (sengaja atau) tanpa sengaja mendengar, membaca, atau menyaksikan berita lewat media. Ekspos ini mungkin saja pada akhirnya bisa membuat anak takut naik pesawat terbang. Jika Anda dan keluarga harus bepergian dengan pesawat tapi anak tiba-tiba enggan ikut atau memilih moda transportasi lain, apa yang seharusnya orang tua lakukan?

Tidak dianjurkan memberi obat penenang atau obat anti mabuk perjalanan

Ada yang menganjurkan untuk memberikan anak obat penenang atau obat anti mabuk perjalanan yang bisa membuatnya relaks, mengantuk, lalu akhirnya tertidur. Namun, menurut dr. Sara Elise Wibisono, MRes, dari KlikDokter, penanganan seperti itu bukanlah yang terbaik. Pasalnya, cara tersebut hanya menghilangkan masalah sementara waktu, dan anak pun bisa rewel lagi jika efek obatnya habis. Bahkan, ketakutan yang dirasakannya akan berlangsung hingga dewasa jika Anda mengatasinya dengan obat “pelarian” seperti itu.

“Sebaiknya, ditanyakan dulu penyebab takutnya itu apa secara spesifik, sehingga cara mengatasi rasa takutnya bisa tepat sasaran. Kalau penanganannya tidak sesuai indikasi, ya itu malah akan berdampak hingga ke depannya,” jelas dr. Sara.

Oleh sebab itu, memberikan obat penenang atau obat anti mabuk perjalanan kepada anak yang takut naik pesawat, sangat tidak direkomendasikan.

Kendati demikian, dilansir dari laman ABC, di negara Swiss tak sedikit orang tua yang memberi anak obat antihistamin untuk membuat anak-anaknya tertidur selama perjalanan di pesawat. Antihistamin itu sendiri sebenarnya digunakan untuk mengobati alergi. Efek sampingnya adalah rasa kantuk. Pemberian obat tersebut membuat orang tua tak perlu memaksa anak atau berusaha mengalihkan ketakutan anak.

Profesor Lisa Nissen, seorang apoteker dan pimpinan School of Clinical Sciences di Universitas Teknologi Queensland, Australia, mengatakan bahwa pemberian antihistamin untuk anak di bawah usia 6 tahun sebenarnya tidak dianjurkan karena bisa menimbulkan komplikasi di kemudian hari. Di antaranya gangguan pernapasan, sering pusing, mulut selalu kering, penglihatan kabur, bicara cadel, dan hiperaktif.

Meski sebelumnya para dokter telah berhati-hati dalam memberikan dosis, tetapi makin ke sini, semakin banyak penelitian yang menganjurkan untuk tidak memberikan obat tersebut kepada anak balita. Apabila Anda tetap ingin ingin membawa obat-obatan atau peralatan medis sederhana untuk berjaga-jaga di pesawat, adapun yang bisa Anda bawa antara lain:

  • Parasetamol
  • Ibuprofen
  • Plester
  • Tisu basah dan tisu kering
  • Termometer
  • Krim antigatal
  • Kantong plastik
  • Hand sanitizer
  • Obat-obatan pribadi sesuai dengan kondisi Anda dan keluarga

Cara mengatasi anak yang takut naik pesawat

Satu hal yang pasti, jangan sekali-kali memaksanya, apalagi secara kasar, karena itu bisa menambah rasa trauma. Sebaliknya, lakukanlah hal-hal di bawah ini:

  • Tanyakan dengan baik alasan di balik ketakutannya dan dengarkan ceritanya.
  • Jelaskan bahwa dia tidak sendiri. Apa pun yang terjadi, Anda akan selalu mendampinginya.
  • Ajak ia berdoa bersama sebelum pesawat lepas landas.
  • Berikan ia gawai atau mainan lain yang bisa mengalihkan ketakutannya selama berada di dalam pesawat.
  • Bawakan ia selimut, bantal, guling kecil, atau boneka favoritnya supaya ia merasa nyaman.
  • Bawalah buku, alat tulis, dan alat mewarnai untuk mengatasi kebosanan anak selama di pesawat.
  • Jika bepergian ke luar negeri, anak bisa menonton film atau hiburan lain yang sesuai dengan usia anak di monitor pesawat. Jika hiburan ini tak tersedia, maka sediakan tontonan untuknya supaya ia tak bosan.
  • Berikan anak penyumbat telinga dan/atau permen supaya telinganya tidak sakit.
  • Bawakan ia camilan kesukaannya. Anak yang lapar akan lebih mudah rewel.
  • Si Kecil bisa membawa tas punggungnya sendiri supaya ia disibukkan dengan tas dan isinya sesuai keinginannya sendiri.

Tips yang terakhir, Anda sebagai orang tua harus tetap tenang, karena bagaimanapun juga anak akan meniru orang tuanya. Mungkin saja anak takut naik pesawat karena melihat Anda gugup. Oleh karena itu, cobalah untuk relaks saat membujuk dan menemani anak. Jangan lupa untuk bergantian berjaga anak dengan pasangan supaya Anda juga bisa beristirahat.

[RN/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar