Sukses

Lumpuh Akibat Stroke, Bolehkah Dipijat?

Penyakit stroke menyebabkan beberapa bagian tubuh menjadi lumpuh. Pada kondisi ini, amankah bila pasien stroke menjalani terapi pijat?

Klikdokter.com, Jakarta Stroke merupakan salah satu penyakit penyebab kecacatan bahkan kematian. Penyakit ini dapat disebabkan oleh penyumbatan pembuluh darah otak atau pecahnya pembuluh darah otak. Salah satu komplikasi jangka panjang yang paling sering muncul akibat stroke adalah lumpuh di beberapa area tubuh. Salah satu cara yang biasa dilakukan untuk mengatasinya adalah dengan pijat.

Meski pijat adalah salah satu cara yang kerap dipilih masyarakat untuk mengatasi kelumpuhan akibat stroke, Anda perlu mempelajari lebih dalam, apakah tindakan tersebut aman dilakukan.

Pijat pada penderita stroke dan manfaatnya

Pada pasien dengan stroke, terjadi kelumpuhan akibat gangguan saraf motorik pada otak. Namun perlu diingat, bahwa kelumpuhan ini dapat diatasi secara perlahan dan bertahap melalu proses rehabilitasi, walaupun penderita juga tak bisa sembuh secara total.

Pada dasarnya, pijat merupakan cara yang aman dilakukan untuk pasien stroke dan sudah cukup banyak diterapkan dalam proses rehabilitasi pasien pasca stroke. Pijat dapat meningkatkan sirkulasi darah serta merangsang sel otot dan saraf, sehingga bermanfaat dalam mengatasi kelumpuhan.

Tindakan pemijatan ini akan lebih baik bila dikombinasikan dengan latihan penguatan otot-otot panggul dan kaki. Beberapa manfaat pijat pada pasien pasca stroke adalah sebagai berikut:

  1. Meningkatkan sirkulasi darah

Stroke dapat menyebabkan peradangan pada tubuh karena sebagian aliran darah terganggu dan darah akan menumpuk pada bagian-bagian tubuh tertentu. Nah, sentuhan lembut melalui pijatan dapat memperlancar aliran darah serta aliran kelenjar getah bening, sehingga dapat meningkatkan sirkulasi darah.

Sangat penting bagi para penderita stroke untuk membantu proses regenerasi sel-sel otot serta memperbaiki kerusakan sensorik yang ditimbulkan oleh stroke.

  1. Regenerasi fungsi otot

Pasca stroke, gangguan jalur persarafan pada anggota gerak akan menyebabkan kelumpuhan. Jika saraf pada bagian yang lumpuh tidak digunakan, sel-sel otot akan mengecil (atrofi). Nah, pijat dapat meningkatkan sirkulasi darah, termasuk ke sel-sel otot.

Hal ini sangat penting dalam membantu proses penyembuhan dan regenerasi sel otot yang tidak terpakai selama fase akut stroke. Pijat yang dikombinasikan dengan fisioterapi seperti peregangan otot akan lebih efektif dalam meningkatkan fungsi motorik serta mengurangi kekakuan otot dan sendi pasca stroke.

  1. Mencegah stres dan memperbaiki memori

Pijat pada pasien stroke ternyata juga meningkatkan kadar serotonin, mengembalikan memori, dan menurunkan stres dan ansietas (rasa marah). Peningkatan serotonin penting untuk mencegah dan mengurangi depresi, sehingga stroke berulang dan penyakit jantung coroner dapat dihindari.

Selain itu, pijat juga terbukti dapat membantu mengembalikan memori pada pasien stroke, demensia, dan Alzheimer, karena dapat memperlancar sirkulasi darah ke otak. Selanjutnya, pijat membuat tubuh menjadi rileks, sehingga tubuh mengeluarkan zat endorfin yang menimbulkan rasa senang.

Endorfin bermanfaat untuk mengurangi stres dan ansietas (rasa marah), sehingga kualitas hidup pasien akan lebih baik.

Nah, kini Anda telah mengetahui bahwa pemijatan merupakan salah satu cara yang aman dilakukan dalam proses rehabilitasi pasien pasca stroke yang lumpuh. Jadi, tidak ada salahnya melakukan terapi pijat pada pasien stroke, asalkan dilakukan secara benar oleh tenaga ahli rehabilitasi medik atau fisioterapi yang terlatih. Jangan lupa, selalu konsultasikan dengan dokter sebelum melakukannya, ya!

[NP/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar