Sukses

Mitos Keliru Seputar Masa Nifas, Ini Faktanya

Ada banyak informasi dan mitos keliru seputar masa nifas yang tak perlu dipercaya. Bagaimana faktanya? Ketahui fakta di balik mitos nifas berikut ini.

Sejak hamil hingga melahirkan, Anda kerap dihujani dengan berbagai informasi seputar kehamilan dan persalinan. Beberapa di antaranya tidak benar, namun telanjur beredar di masyarakat dan menjadi mitos.

Salah satu mitos yang berkembang ialah seputar masa nifas. Bagi Anda yang sedang hamil atau baru melahirkan, sangat penting untuk mengenali mitos dan fakta seputar masa nifas.

Berikut ini beberapa mitos nifas beserta fakta medisnya:

1 dari 8 halaman

1. Ibu yang Baru Melahirkan akan Mengalami Depresi

Hampir semua ibu baru memang mengalami mood yang cenderung depresif di hari-hari awal melahirkan. Kondisi yang disebut baby blues syndrome ini berkaitan dengan perubahan hormon pascapersalinan.

Umumnya, baby blues syndrome hanya berlangsung singkat, yakni sekitar dua minggu. Sebagian besar ibu mampu melewatinya tanpa kesulitan selama keluarganya suportif.

Depresi bisa terjadi bila keluhan menetap atau bahkan memburuk setelah empat minggu. Meski demikian, kondisi ini hanya terjadi pada sebagian kecil wanita yang baru menjadi ibu.

2 dari 8 halaman

2. Menyusui Membuat Berat Badan Segera Turun

Katanya, berat badan ibu yang menyusui lebih cepat turun dibanding yang tidak. Nah, jangan cepat percaya mitos nifas ini. Pasalnya, tubuh tiap-tiap wanita berbeda.

Berat badan sebagian ibu dapat turun drastis hanya dalam waktu beberapa minggu atau beberapa bulan setelah melahirkan. Sebagian lainnya cenderung lambat dan perlu usaha ekstra untuk kembali ke berat badan sebelum hamil.

Menurut studi Cochrane Pregnancy and Childbirth Group, Inggris, kombinasi pengaturan pola makan dan olahraga adalah cara terbaik untuk menurunkan berat badan setelah melahirkan.

Meski demikian, Anda tak perlu cepat-cepat melakukan diet setelah melahirkan. Pada bulan-bulan awal, Anda justru membutuhkan kalori ekstra untuk mendukung pemulihan dan menghasilkan ASI yang cukup.

3 dari 8 halaman

3. Tidak Boleh Mandi atau Keramas dalam Jangka Waktu Tertentu

Katanya, bersentuhan dengan air dapat menyebabkan masuk angin, sakit kepala, dan nyeri sendi di kemudian hari. Akhirnya, sering kali ibu yang baru melahirkan dilarang mandi atau keramas dalam jangka waktu tertentu.

Tentu saja mitos nifas ini sangat keliru, bahkan cenderung merugikan. Mandi dan keramas diperlukan untuk membuat tubuh nyaman dan bersih. Selain itu, mandi dan keramas bertujuan mencegah infeksi kulit dan infeksi pada jahitan operasi atau jalan lahir.

Artikel lainnya: Hal-hal yang Perlu Anda Tahu soal Masa Nifas

4 dari 8 halaman

4. Tidak Boleh Keluar Rumah Sebelum 40 Hari

Ibu yang baru melahirkan kerap dilarang keluar rumah sebelum masa nifas selesai. Katanya, hal ini bertujuan agar tubuhnya betul-betul pulih, apalagi setelah menjalani operasi caesar atau persalinan normal yang sulit.

Ibu baru memang butuh banyak istirahat. Namun, bila rasanya mampu dan cukup nyaman, sebaiknya segera bergerak dan berjalan.

Aktivitas sehari-hari yang biasa dilakukan sebelum hamil pun dapat dimulai kembali secara bertahap. Hal ini penting untuk menghindari risiko terbentuknya gumpalan darah akibat tubuh yang kurang aktif.

5 dari 8 halaman

5. Tidak Dapat Berhubungan Intim Selama 40 Hari

Patokan empat puluh hari masa nifas sebenarnya berkaitan dengan keluarnya lokia, yakni sisa darah dan lendir dari vagina.

Selama lokia belum selesai keluar dan luka jahitan jalan lahir belum sembuh, hubungan intim yang dilakukan pada masa nifas dapat meningkatkan risiko infeksi pada ibu.

Selain itu, masa nifas empat puluh hari dianggap sebagai masa pemulihan ketika organ reproduksi wanita kembali seperti sebelum hamil. Masa ini juga merupakan masa adaptasi penting.

Ibu baru akan sering merasa kelelahan dan mood berhubungan intim menurun. Namun, umumnya kondisi tersebut lama-kelamaan akan kembali seperti semula.

Artikel lainnya: 14 Mitos Tentang Menyusui, Ini Faktanya

6 dari 8 halaman

6. Harus Pakai Stagen atau Korset agar Bentuk Perut Kembali Seperti Semula

Di Indonesia, pemakaian stagen atau korset cukup populer. Namun, sebenarnya tidak ditemukan bukti ilmiah bahwa penggunaan stagen atau korset akan mengembalikan bentuk perut seperti sebelum hamil.

Sebaliknya, penggunaan stagen atau korset yang tidak tepat dapat membuat Anda merasa tidak nyaman.

Selain itu, beberapa dampak yang mungkin timbul yaitu nyeri, gatal dan ruam kemerahan pada kulit, rahim tertekan sehingga muncul perdarahan berlebihan, serta komplikasi pada ibu yang menjalani operasi caesar.

7 dari 8 halaman

7. Tidak Boleh Makan Ikan, Telur, atau Daging Selama Masa Nifas

Mitos nifas yang satu ini sering kali dianggap sebagai penyebab jahitan lama sembuh, gatal, dan keluarnya darah yang amis pascapersalinan. Namun, sejatinya konsumsi ikan, telur, dan daging sangat baik untuk pemulihan setelah melahirkan.

Sebab, ketiganya mengandung tinggi protein, yaitu zat pembangun utama tubuh yang juga berperan dalam memperbaiki sel rusak.

Jadi, konsumsi berbagai sumber protein itu wajib bagi ibu setelah bersalin, apalagi bila Anda sebelumnya menjalani operasi caesar atau mendapatkan jahitan di jalan lahir.

Itulah beberapa mitos nifas yang tak perlu Anda percaya. Jangan langsung percaya dengan segala informasi yang Anda terima dan cek terlebih dahulu ke dokter kandungan. Bila ingin lebih cepat konsultasi ke dokter kandungan, pakai Live Chat di KlikDokter.

(FR/JKT)

0 Komentar

Belum ada komentar