Sukses

Tips Kehamilan Sehat Langsung dari Para Dokter

Supaya kondisi ibu hamil tetap kuat dan bayi tumbuh sehat, lakukanlah 5 tips mudah untuk kehamilan sehat dari para dokter berikut ini.

Klikdokter.com, Jakarta Saat dinyatakan positif hamil oleh dokter, pasti Anda dan suami langsung mensyukuri hal tersebut dan menganggapnya sebagai sebuah anugerah. Nah, sebagai wujud syukur dari kehadiran “malaikat kecil” di tengah keluarga, Anda mesti menjaga kehamilan dengan baik hingga si jabang bayi terlahir ke dunia dengan selamat dan sehat.

Menjaga kehamilan tetap sehat memang tidak mudah, karena yang harus diperhatikan adalah dua orang sekaligus: sang ibu dan janin yang masih dalam kandungan. Meski demikian, Anda tak boleh menyerah begitu saja dan harus terus berusaha agar semuanya berjalan sempurna.

Adapun beberapa tips yang bisa Anda terapkan agar kehamilan tetap sehat dan berjalan dengan lancar, yaitu:

1. Perhatikan kebutuhan kalori

“Untuk ibu hamil di trimester pertama, yang harus diperhatikan terlebih dahulu adalah berapa banyak kalori yang dibutuhkan. Sebagai acuan, enam bulan pertama kehamilan (trimester pertama dan kedua), kalori yang dibutuhkan adalah sekitar 2.000 kalori,” jelas dr. Kartika Mayasari kepada KlikDokter.

Sedangkan, ibu hamil trimester ketiga membutuhkan sebanyak 2.200 kalori per hari. Tentunya hal tersebut juga disesuaikan dengan berat badan, aktivitas, dan jenis kehamilannya: apakah bayi yang dikandung kembar atau tidak.

2. Asupan nutrisi terbaik bagi ibu hamil

Selain itu, ibu hamil juga perlu memperhatikan pilihan makanan yang dikonsumsi. Beberapa makanan yang dianjurkan adalah yang kaya asam folat seperti telur, jeruk, asparagus, brokoli, dan kentang; dan makanan yang kaya akan vitamin B6 seperti pisang, kacang-kacangan, serta roti gandum. Di samping itu, makanan yang kaya zat besi seperti sayuran hijau dan daging merah juga penting untuk dikonsumsi.

Melengkapi itu, dr. Dyan Mega Inderawati dari KlikDokter menyatakan bahwa ibu hamil sebaiknya makan dengan porsi kecil tetapi frekuensinya sering.

“Makan porsi kecil dengan frekuensi sering sangat dianjurkan, terutama untuk ibu hamil trimester ketiga,” kata dr. Dyan.

1 dari 3 halaman

Selanjutnya

3. Konsumsi susu atau suplemen kehamilan

Menurut dr. Grace Valentine dari KlikDokter susu hamil maupun suplemen kehamilan memang tak bisa dipisahkan dari ibu hamil.

“Kedua asupan tambahan tersebut terbukti mampu memenuhi kebutuhan gizi khususnya pada ibu hamil yang tak dapat mengonsumsi makanan sehat dan bergizi seimbang setiap hari,” tambahnya.

Baik susu kehamilan maupun suplemen kehamilan, keduanya mengandung asam folat, AA, dan DHA, serta vitamin A, B, C, D, E, zat besi, dan kalsium. Namun, sebelum mengonsumsi salah satunya, konsultasikan terlebih dahulu pada dokter kandungan, agar dosisnya benar-benar disesuaikan dengan kondisi kehamilan Anda.

Selain itu, perlu diingat lagi bahwa susu hamil dan suplemen kehamilan hanya berperan sebagai pelengkap. Ini artinya, ibu hamil harus tetap mendapatkan asupan gizi utama dari bahan makanan alami.

4. Lakukan yoga prenatal

Yoga prenatal menjadi salah satu aktivitas fisik yang dianjurkan untuk dilakukan ketika hamil. Menurut dr. Citra Roseno, selain dapat menjaga kebugaran, yoga prenatal juga dapat membantu tubuh lebih siap menghadapi persalinan dan turut serta dalam menjaga kesehatan janin.

Beberapa manfaat yoga prenatal lainnya, yaitu meningkatkan kualitas tidur, mengurangi stres dan kecemasan, meningkatkan ketahanan otot tubuh, mengurangi nyeri punggung bawah, serta meningkatkan rasa percaya diri untuk menghadapi persalinan.

Namun perlu diingat, hindari gerakan berbaring pada punggung setelah trimester pertama. Ini karena gerakan tersebut dapat mengurangi aliran darah menuju rahim.

“Diskusikan dulu dengan dokter sebelum melakukan yoga prenatal, terutama bagi ibu yang memiliki riwayat kelahiran prematur, masalah jantung dan tulang punggung,” tambah dr. Citra.

2 dari 3 halaman

Selanjutnya

5. Lakukan ini saat hendak bepergian

Menurut dr. Melyarna Putri dari KlikDokter, ibu hamil yang hendak bepergian perlu melakukan banyak persiapan. Hamil bukan berarti harus berdiam diri di rumah. Kendati begitu, Anda juga tak boleh pergi terlalu jauh tanpa mempersiapkan kondisi mental dan fisik yang kuat.

“Pada trimester pertama, konsumsi vitamin B6, B12, minuman jahe, kamomil, dan raspberry untuk mengurangi efek mual. Selain itu, jangan lupa bawa obat mual yang diberikan oleh dokter kandungan untuk berjaga-jaga. Saat flek-flek muncul, lebih baik beristirahat dan jangan paksakan diri untuk melanjutkan perjalanan,” jelas dr. Mely.

Untuk trimester kedua, apabila Anda sudah duduk cukup lama, usahakan untuk meregangkan kaki dan memijat punggung. Hal ini dilakukan untuk mengurangi nyeri dan kram.

Untuk trimester ketiga, usahakan untuk tidak menahan buang air kecil.  Berdasarkan penjelasan dr. Mely, menahan buang air kecil bisa meningkatkan risiko terjadinya infeksi saluran kemih.

“Selain itu, kenali tanda-tanda persalinan dan usahakan tidak memaksakan diri untuk melakukan perjalanan jauh jika usia kehamilan sudah di atas 36 minggu,” tutur dr. Mely.

6. Periksakan Kehamilan Secara Rutin

Memeriksakan kondisi kehamilan ke dokter secara berkala adalah hal yang tidak boleh dilewatkan oleh ibu hamil. Menurut dr. Dyan Mega Inderawati, pemeriksaan kehamilan dapat dilakukan dengan jadwal sebagai berikut:

  • Sebulan sekali pada trimester pertama
  • Dua minggu sekali pada trimester kedua
  • Seminggu sekali pada trimester ketiga (mulai dari minggu ke-36).

Demikian sejumlah kiat yang diberikan oleh para dokter agar kehamilan Anda tetap sehat hingga persalinan tiba. Dengan menjalankan kiat-kiat di atas dan berkonsultasi kepada dokter Anda, niscaya Anda akan lebih siap dan percaya diri dalam menyambut kehadiran buah hati Anda.

[NB/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar