Sukses

Jenis-Jenis Osteoporosis yang Perlu Anda Ketahui

Ternyata, osteoporosis atau pengeroposan tulang ini memiliki jenis yang bebeda. Apa saja? Simak selengkapnya lewat artikel ini.

Klikdokter.com, Jakarta Osteoporosis adalah penyakit tulang yang ditandai dengan menurunnya massa tulang (kepadatan tulang) secara keseluruhan. Sering disebut juga sebagai pengeroposan tulang, tak banyak orang yang tahu bahwa osteoporosis memiliki jenis yang berbeda.

Osteoporosis terjadi akibat dari ketidakmampuan tubuh dalam mengatur kandungan mineral dalam tulang. Kondisi ini disertai dengan rusaknya arsitektur tulang yang akan mengakibatkan penurunan kekuatan tulang. Dalam hal ini yang terjadi adalah pengeroposan tulang, sehingga risiko terjadinya patah tulang pun meningkat.

Penyakit ini juga merupakan penyakit yang digolongkan sebagai silent disease karena tidak menunjukkan gejala-gejala yang spesifik. Gejala dapat berupa nyeri pada tulang dan otot, terutama sering terjadi pada bagian punggung.

Beberapa gejala umum osteoporosis antara lain adalah patah tulang yang terjadi tanpa didahului trauma atau benturan yang signifikan, bentuk tulang punggung yang semakin membungkuk, menurunnya tinggi badan, dan nyeri punggung. Tiga tempat yang rawan akan terjadi osteoporosis antara lain tulang belakang, panggul, dan pergelangan tangan.

Ketahui tiga jenis osteoporosis ini

Ada beberapa jenis osteoporosis yang harus Anda ketahui, yaitu osteoporosis primer, osteoporosis sekunder, dan osteoporosis juvenil idiopatik. Penjelasan lengkapnya ada di bawah ini.

1. Osteoporosis primer

Jenis ini terdiri dari osteoporosis pascamenopause yang sering terjadi pada wanita dan osteoporosis senilis yang terjadi pada pria, terutama pada usia lanjut.

  • Osteoporosis pascamenopause

Osteoporosis jenis ini disebabkan karena kekurangan hormon estrogen. Pada wanita, hormon estrogen akan membantu proses pengangkutan kalsium ke dalam tulang. Biasanya, gejala osteoporosis timbul pada wanita yang berusia di antara 51-75 tahun. Akan tetapi, gejala tersebut dapat timbul lebih cepat ataupun lebih lambat.

Tidak semua wanita memiliki risiko yang sama untuk menderita osteoporosis pascamenopause. Wanita kulit putih dan Asia lebih mudah menderita penyakit ini daripada wanita kulit hitam.

Ras juga membuat menentukan osteoporosis ini. Ras kulit putih atau keturunan Asia memiliki risiko terbesar. Penyebabnya secara umum adalah rendahnya jumlah konsumsi kalsium pada wanita Asia, yang bersumber dari susu. Salah satu alasannya adalah sekitar 90 persen wanita Asia mengalami intoleransi laktosa dan menghindari produk makanan yang berasal dari produk susu dan turunannya.

1 dari 2 halaman

Selanjutnya

  • Osteoporosis senilis

Osteoporosis jenis ini disebabkan oleh berkurangnya jumlah kalsium dalam tubuh yang terkait dengan bertambahnya usia serta ketidakseimbangan antara kecepatan hancurnya matriks tulang dengan pembentukan regenerasi sel tulang yang baru.

Kata “senilis” sendiri memiliki makna, yakni keadaan yang hanya terjadi pada usia lanjut. Sesuai dengan istilahnya, osteoporosis jenis ini biasanya terjadi pada usia pria di atas 70 tahun.

Dalam banyak kasus, penyebab osteoporosis pada pria belum diketahui secara pasti. Namun, ini ada hubungannya dengan hormon testosteron yang turut andil dalam menjaga kesehatan tulang. Tubuh pria tetap memproduksi testosteron sampai usia lanjut. Akan tetapi, risiko osteoporosis tetap ada jika kadar testosteronnya rendah.

Umumnya, kadar testosteron rendah disebabkan karena beberapa hal, antara lain:

  • Penggunaan obat-obatan tertentu, seperti kortikosteroid
  • Mengonsumsi minuman keras secara berlebihan
  • Kondisi yang menyebabkan kadar testosteron lebih rendah dari kadar normal (hipogonadisme).

2. Osteoporosis sekunder

Osteoporosis jenis ini dialami oleh kurang dari 5 persen penderita osteoporosis. Kondisi osteoporosis sekunder dapat disebabkan oleh keadaan medis lainnya ataupun obat-obatan.

Osteoporosis sekunder umumnya disebabkan karena adanya penyakit yang berhubungan dengan:

  • Hipertiroidisme
  • Hiperparatiroidisme
  • Cushing’s desease
  • Hipogonadisme
  • Kelainan hepar
  • Gagal ginjal bersifat kronis
  • Kurang melakukan aktivitas fisik
  • Kebiasaan konsumsi minuman beralkohol
  • Pemakaian obat-obatan seperti kortikosteroid
  • Konsumsi kafein yang berlebihan
  • Kebiasaan merokok.

3. Osteoporosis juvenil idiopatik

Osteoporosis ini juga merupakan jenis osteoporosis yang penyebabnya tidak diketahui. Hal ini biasanya terjadi pada anak-anak dan dewasa muda yang memiliki kadar dan fungsi hormon yang normal, kadar vitamin yang normal, dan tidak memiliki penyebab yang jelas dari rapuhnya tulang.

Dengan mengetahui jenis-jenis osteoporosis, diharapkan pengetahuan Anda terhadap penyakit ini menjadi lebih baik. Ingatlah bahwa osteoporosis tidak hanya terjadi pada orang usia lanjut. Mereka yang terbilang masih muda juga bisa terkena penyakit tulang keropos ini. Oleh karena itu, penting sekali bagi Anda untuk mencegah osteoporosis sedini mungkin, apalagi osteoporosis baru memiliki gejala yang nyata sampai sudah mencapai tahap lanjut.

[RN/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar