Sukses

Waspadai Gangguan Mental yang Bisa Menyerang Anak Anda

Gangguan mental juga bisa menyerang anak. Ketahui gejala dan cara menanganinya sejak dini.

Klikdokter.com, Jakarta Kondisi tubuh anak memang belum sekuat orang dewasa, sebab daya tahan tubuhnya pun belum dapat bekerja secara optimal. Namun, selain masalah fisik, kesehatan mental anak juga harus dijaga agar terhindar dari gangguan mental. Penyakit ini sama bahayanya dengan penyakit fisik.

Kurangnya perbendaharaan kosakata yang dimiliki anak-anak untuk mengungkapkan perasaannya serta adanya perasaan cenderung takut disepelekan bisa memicu timbulnya gejala penyakit mental. Oleh sebab itu, berhati-hatilah dalam mengucapkan sesuatu pada si Kecil.

Penyakit mental yang biasa menyerang anak

Dilansir dari Mayo Clinic, pada dasarnya anak-anak dapat mengembangkan kondisi kesehatan mentalnya sama dengan orang dewasa. Namun, yang membedakan adalah cara mengekspresikannya.

Sebagai contoh, anak-anak yang depresi kerap kali lebih mudah tersinggung. Sedangkan, pada orang dewasa, saat depresi mereka cenderung menunjukkan kesedihan dan kehilangan minat. Adapun penyakit mental yang biasa menyerang anak-anak, meliputi:

  • Gangguan kecemasan

Kecemasan adalah bagian normal dari setiap anak, tetapi jika kecemasannya itu mulai berlebihan, tentu hal tersebut berubah menjadi hal yang tak baik. Ada beberapa jenis gangguan kecemasan, antara lain, gangguan obsesif-kompulsif, gangguan stres pascatrauma, dan fobia sosial.

  • ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder)

Kondisi ini umumnya menunjukkan gejala seperti sulit fokus, hiperaktif, dan berperilaku impulsif.

  • Gangguan spektrum autisme

Gangguan ini merupakan gangguan perkembangan serius yang muncul pada anak usia dini, yaitu sebelum usianya 3 tahun. Meskipun gejala dan tingkat keparahannya bervariasi, autisme selalu memengaruhi kemampuan anak dalam berkomunikasi dan berinteraksi dengan orang lain.

  • Gangguan makan

Jenis-jenis gangguan makan antara lain anorexia nervosa, bulimia nervosa, dan binge-eating disorder. Gangguan makan tersebut juga dapat menjadi kondisi serius yang mengancam jiwa anak-anak. Mereka akan sibuk dengan masalah makan dan berat badannya, sehingga tidak memedulikan hal-hal lain di luar hal tersebut.

  • Gangguan mood

Gangguan ini terdiri atas depresi dan gangguan bipolar, yaitu kondisi yang menyebabkan seorang anak merasakan perasaan sedih terus-menerus dan perubahan suasana hati yang ekstrem.

  • Skizofrenia

Penyakit mental kronis ini menyebabkan seorang anak kehilangan kontak dengan realita. Anak menjadi hidup di dunia imajinasinya sendiri. Skizofrenia biasanya muncul pada usia remaja akhir dan dewasa awal (usia 20-an).

1 dari 2 halaman

Tanda anak mengalami gangguan mental

Sebelum seorang anak menderita gangguan mental seperti yang telah dipaparkan sebelumnya, ada beberapa gejalanya, seperti:

  • Suasana hati yang berubah-ubah lebih dari 2 minggu
  • Menunjukkan ketakutan yang berlebihan terhadap sesuatu.
  • Jantungnya berdetak cepat dan napasnya pendek
  • Sering berkelahi atau mengungkapkan keinginannya untuk menyakiti orang lain
  • Kesulitan berkonsentrasi dan prestasi di sekolahnya menurun
  • Berat badannya menurun
  • Kehilangan nafsu makan
  • Sering mengeluh sakit kepala dan sakit perut
  • Melukai dirinya sendiri
  • Diketahui menggunakan obat-obatan terlarang.

Mengatasi anak dengan gangguan mental

Tanyakan dulu kepada guru, anggota keluarga lain, dan teman-teman dekat anak Anda, apakah mereka juga melihat gejala yang sama seperti yang Anda lihat. Jika iya, segera konsultasikan kepada dokter Anda.

Jika si Kecil terbukti mengalami gangguan mental, umumnya dokter akan melakukan perawatan berupa psikoterapi dan meresepkan beberapa obat-obatan. Selain itu, Anda juga disarankan untuk melakukan beberapa hal berikut:

  • Berkonsultasi dengan ahlinya. Bertanya kepada penyedia kesehatan mental tentang cara berinteraksi dengan anak berpenyakit mental dan bagaimana cara menangani perilaku yang sulit dikendalikan.
  • Cari cara untuk bersantai dan bersenang-senang dengan si Kecil. Jangan lupa untuk memuji kelebihan dan kemampuannya.
  • Bergabung dengan komunitas. Mencari tempat konseling keluarga dan komunitas orang tua yang memiliki nasib yang sama dengan Anda.
  • Komunikasikan dengan pihak sekolah anak. Beritahukan kepada pihak sekolah tentang kondisi mental anak Anda, supaya sekolah memiliki perlakuan khusus untuk dirinya.
  • Pelajarilah manajemen stres yang baik. Karena mendampingi anak dengan gangguan mental tentu akan cukup melelahkan, dan Anda harus dapat mengendalikan diri saat menghadapinya.

Sebagai orang tua, tentu Anda tak ingin tumbuh kembang anak terganggu karena ia mengalami gangguan mental. Oleh sebab itu, jangan sampai Anda mengabaikan apa yang terjadi pada si Kecil dan terlalu segan untuk meminta bantuan kepada pelayanan kesehatan mental, dokter, ataupun orang-orang terdekat saat anak memiliki gangguan mental. Pasalnya, semakin dini diatasi, semakin besar pula kemungkinan anak sembuh dari penyakit mental tersebut.

[NP/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar