Sukses

Urban Farming, Gaya Hidup Sehat atau Tren Semata?

Anda mungkin pernah mendengar istilah urban farming. Apakah ini benar gaya hidup sehat atau hanya tren zaman sekarang saja?

Klikdokter.com, Jakarta Urban farming telah menjadi salah satu perilaku yang sering diterapkan di wilayah perkotaan selama beberapa tahun terakhir. Hal ini dilakukan karena dianggap sebagai bagian dari gaya hidup sehat.

Bagi Anda yang belum tahu, urban farming adalah salah satu kegiatan yang dilakukan dengan memanfaatkan lahan-lahan kosong di wilayah perkotaan untuk bercocok tanam atau beternak secara mandiri. Lahan-lahan kosong yang dimaksud dalam kegiatan ini dapat meliputi beberapa area di rumah ataupun kantor.

Di rumah, kegiatan urban farming bisa dilakukan di pekarangan, teras, balkon, atap, dapur, ruang tamu, dan lainnya. Hal ini berlaku juga dapat dilakukan di wilayah perkantoran.

Pada pelaksanaannya, kegiatan bercocok tanam biasanya dilakukan dengan menggunakan pot, wadah, botol atau kaleng bekas sebagai tempat untuk bercocok tanam. Jenis tanaman yang digunakan biasanya berupa sayur atau buah yang bisa dikonsumsi, juga tanaman hias untuk memperindah penampilan rumah maupun kantor.

Beberapa contoh tanaman yang sering dijadikan pilihan, termasuk bayam, kangkung, daun bawang, seledri, buncis, dan selada. Sedangkan untuk buah-buahan yang biasa menjadi pilihan adalah tomat, melon dan lainnya.

Tujuan urban farming

Dengan cara bercocok tanam secara mandiri, pelakunya berharap bahwa hasil buah atau sayur yang ditanam terbebas dari zat-zat kimia berbahaya dan memiliki kualitas tinggi. Dengan demikian, sayur atau buah tersebut pun memiliki status gizi yang tinggi serta aman dikonsumsi.

Selain itu, urban farming juga sering dimanfaatkan sebagai sarana aktivitas fisik yang dapat membuat tubuh lebih aktif bergerak. Bahkan, beberapa orang yang melakukan urban farming mengaku bahwa tingkat stres yang mereka miliki menjadi lebih rendah sehingga kesehatan mental juga lebih terjaga.

Lebih jauh, kegiatan urban farming juga dapat menjadi sumber penghasilan sehingga mengurangi pengeluaran. Kegiatan ini pun turut meningkatkan produksi pangan berskala rumah tangga, yang pada akhirnya membawa manfaat untuk mengurangi kebutuhan impor.

Atas dasar tersebut, urban farming terbukti dapat membantu dalam mengatasi masalah sosial, ekonomi, kesehatan dan lingkungan secara bersamaan. Diharapkan kegiatan ini dapat meningkatkan kepedulian masyarakat perkotaan terhadap lingkungan sekitar. Karena sejatinya, menanam banyak tanaman hijau dapat menjadi upaya memperbaiki kondisi lingkungan, yang pada akhirnya berperan dalam mengurangi panas maupun polusi udara akibat dampak dari pemanasan global.

Terlepas dari bagian gaya hidup sehat atau hanya tren sesaat, urban farming tentu bisa mendatangkan banyak manfaat positif, terlebih bagi orang yang melakukannya. Jadi, jika Anda menganggap bahwa kegiatan ini adalah bagian dari gaya hidup sehat, tak ada salahnya bila ingin coba menerapkannya sendiri.

[NB/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar