Sukses

Alasan Bahan Makanan yang Ditanam Sendiri Lebih Sehat

Bahan makanan yang dijual di pasaran sudah melewati berbagai proses hingga akhirnya sampai ke pedagang. Apakah sepenuhnya sehat dan aman?

Klikdokter.com, Jakarta Belakangan, banyak orang yang mulai menanam sendiri bahan makanan yang hendak dikonsumsi sehari-hari. Ini karena bahan makanan yang dijual bebas di pasaran disebut-sebut mengandung bahan kimia berbahaya yang bisa menimbulkan banyak masalah bagi kesehatan

Tidak dimungkiri, bahan makanan yang biasa dijual di pasaran memang ada yang menggunakan bahan kimia selama proses produksinya. Bahan kimia tersebut (pestisida) digunakan untuk menyuburkan tanah dan mengusir hama.

Tak sekadar itu, ada pula bahan makanan yang menggunakan radiasi untuk menghilangkan penyakit yang ada di dalamnya. Bahkan, tak sedikit yang menggunakan rekayasa genetika, antibiotik, atau suntikan hormon agar bahan makanan yang dimaksud lebih unggul.

Terlihat mengesankan karena mengedepankan kualitas, namun nyatanya tidaklah demikian. Fakta medis menyebutkan bahwa beberapa zat yang digunakan pada proses produksi bahan makanan yang umumnya dijual bebas di pasaran bisa mendatangkan beragam bahaya bagi kesehatan.

Makanan berlabel organik

Lantas, bagaimana dengan bahan makanan berlabel organik? Apakah lebih baik dan terbukti aman dikonsumsi? Jawabannya: relatif.

Bahan makanan organik baru bisa dikatakan lebih baik dan aman bagi kesehatan apabila berhasil lolos uji dan terbukti tidak menggunakan pestisida, radiasi, rekayasa genetika, antibiotik atau hormon dalam proses produksinya. Bila hanya label semata (bukan label resmi) atau tidak dijelaskan lebih detail pada produk kemasan, bisa saja bahan makanan tersebut bukan organik yang sesungguhnya.

Di Indonesia, label yang ditempel pada produk organik harus sesuai dengan sertifikasi organik yang diterbitkan oleh SNI Pangan Organik. Sedangkan untuk bahan makanan impor yang berasal dari Amerika, pelabelan organik dikeluarkan oleh USDA (The U.S. Department of Agriculture) dan tertulis lebih detail.

Oleh karena itu, bila membeli produk impor, Anda pasti akan menemukan perbedaan jenis label organik yang dikeluarkan oleh USDA (The U.S. Department of Agriculture). Pada label tersebut terdapat penjelasan bahwa bahan makanan organik terbagi menjadi beberapa jenis, yaitu: 100% organik, organik, dibuat dengan bahan organik, dan mengandung bahan organik.

  • 100% organik

Label 100% organik menandakan bahwa bahan makanan tersebut sudah lolos uji dan terbukti tidak menggunakan pestisida, radiasi, rekayasa genetika, antibiotik atau hormon dalam proses produksinya.

  • Organik

Bahan makanan organik saja artinya sebagian besar (95%) organik, namun ada sebagian kecil yang tidak organik.

  • Dibuat dengan bahan organik

Dibuat dengan bahan organik memiliki arti bahwa bahan yang disebut itulah yang organik (sekitar 70%), sementara kandungan lainnya mungkin tidak.

  • Mengandung bahan organik

Artinya, bahan makanan yang dimaksud mengandung bahan organik kurang dari 70%.

1 dari 2 halaman

Supaya sehat, haruskah menanam sendiri?

Tidak semua jenis bahan makanan yang beredar di pasaran mengandung bahan kimia berbahaya. Akan tetapi, bila Anda punya waktu luang, tidak ada salahnya menanam bayam, kacang panjang, bawang bombay, dan buah beri di halaman rumah sendiri. Pasalnya, jenis bahan makanan tersebut adalah yang paling sering ditemukan mengandung kadar pestisida tinggi.

Di samping itu, sebisa mungkin pilihlah jenis organik untuk beberapa bahan makanan khususnya apel dan pir. Karena kedua buah tersebut juga sering ditemui dengan kandungan pestisida tinggi.

Dan yang paling penting, di mana pun Anda membeli bahan makanan―khususnya sayur dan buah―cuci terlebih dahulu sebelum diolah atau dikonsumsi. Sedangkan untuk daging ayam atau daging merah, pastikan Anda hanya membelinya di pedagang yang terbukti aman atau memiliki sertifikat bebas suntik hormon maupun residu antibiotika.

Memang tidak mudah memilih bahan makanan sehat untuk dikonsumsi sehari-hari. Akan tetapi, bila Anda lebih teliti dan jeli dalam menyeleksi sesuatu yang hendak dikonsumsi, bukan tak mungkin kesehatan sekeluarga akan terus terjaga hingga nanti.

[NB/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar