Sukses

Mungkinkah Kanker Paru Seperti yang Dialami Istri Indro Warkop Dideteksi Sejak Dini?

Istri komedian Indro “Warkop” telah lama berbaring di rumah sakit karena kanker paru. Deteksi dini penyakit ini diperlukan agar bisa segera ditangani.

Klikdokter.com, Jakarta Nita Octobijanthy yang merupakan Istri pelawak Indro “Warkop” telah divonis mengidap penyakit kanker paru sejak Agustus 2017 silam. Sayangnya, kanker yang dideritanya sudah memasuki stadium akhir, sehingga peluang Nita untuk sembuh pun kecil. Pertanyaannya, dapatkah kondisi ini bia dideteksi sejak dini?

Hingga kini, kanker paru masih menjadi masalah kesehatan yang serius. Sesuai data Kementerian Kesehatan tahun 2017, penyakit ini masih menduduki peringkat pertama penyebab kematian akibat kanker di Indonesia.

Padahal, kanker paru yang ditemukan pada stadium dini, saat ukuran tumor masih kecil dan belum menyebar, memiliki angka kesembuhan yang lebih besar. Dengan pengobatan yang tepat, penderitanya dapat hidup lebih lama.

Pentingnya deteksi dini kanker paru

Para perokok aktif dan mantan perokok paling berisiko mengalami kanker paru. Demikian pula dengan mereka yang memiliki riwayat kanker paru dalam keluarga, kerap menjadi perokok pasif, berusia di atas 40 tahun, berjenis kelamin laki-laki, serta bekerja di lingkungan pabrik.

Bila Anda termasuk dalam kelompok tersebut, artinya Anda berisiko tinggi terkena kanker paru. Jika sudah demikian, sangat disarankan bagi Anda untuk melakukan gaya hidup sehat, deteksi dini, dan waspada akan sejumlah keluhan yang mungkin dirasakan.

Sebab, sering kali keluhan yang ditimbulkan dari kanker paru baru terasa ketika penyakit sudah berada pada stadium lanjut, sehingga cukup sulit untuk disembuhkan. Hal ini serupa dengan yang dialami oleh istri Indro “Warkop”.

Bahkan, sekalipun kanker paru menimbulkan gejala seperti sesak napas, batuk darah, atau nyeri dada, banyak yang tidak menganggapnya sebagai sesuatu yang serius. Akibatnya, diagnosis dapat tertunda dan kanker paru baru diketahui saat memasuki stadium lanjut.

Cara mendeteksi dini penyakit kanker paru

Hingga kini, belum banyak cara yang bisa dilakukan untuk benar-benar mendeteksi kanker paru secara dini. Di masa lampau, rontgen dada kerap digunakan sebagai metode deteksi dini. Akan tetapi, studi-studi terbaru menunjukkan bahwa metode ini tidak efektif dalam meningkatkan peluang hidup penderita kanker paru.

Metode lain yang sedang terus diteliti yakni low-dose CT (LDCT) scan atau CT scan dosis rendah, yang kerap digunakan pada orang yang berisiko tinggi terkena kanker paru, misalnya yang memiliki riwayat keluarga penderita kanker paru atau karyawan yang sehari-harinya bekerja di pabrik. Scan LDCT ini dapat menemukan area-area abnormal pada paru yang dicurigai kanker.

Hasil dari beberapa studi menemukan bahwa penggunaan scan LDCT tersebut dapat meningkatkan peluang hidup penderitanya dalam kurun waktu lima tahun setelah terdiagnosis, apalagi bila dilakukan setiap tahun sebelum timbulnya gejala.

Bahaya yang mungkin terjadi akibat deteksi dini

Meski demikian, deteksi dini dengan scan LDCT juga memiliki kekurangan yang layak menjadi perhatian. Pemeriksaan ini berpotensi menimbulkan overdiagnosis (diagnosis berlebihan) terhadap kecurigaan kanker.

Kelainan yang ditemukan saat pemeriksaan LDCT tentu memerlukan evaluasi lanjut, bisa berupa CT scan tambahan atau pemeriksaan lain yang lebih invasif seperti biopsi jaringan paru. Hal ini dapat menimbulkan risiko komplikasi pada mereka yang sebetulnya tidak memiliki kanker.

Scan LDCT menggunakan radiasi sinar X meski dosisnya lebih kecil dari CT-scan standar. Tapi, mengingat sebagian orang yang dicurigai kanker memerlukan evaluasi lanjut dengan CT-scan standar, maka mereka menjadi lebih banyak terpapar radiasi sinar X.

Namun perlu diperhatikan, paparan berulang radiasi sinar X ini dapat memicu tumbuhnya kanker payudara, paru, dan tiroid. Hal ini terjadi pada beberapa kasus pasien yang menderita kanker paru.

Hingga kini, scan LDCT belum bisa diandalkan sebagai cara terbaik untuk melakukan deteksi dini kanker paru, seperti layaknya pap mear yang digunakan untuk mendeteksi kanker serviks. Pun, belum ada metode deteksi dini kanker paru lain yang efektif untuk jangka panjang.

Walaupun belum ada metode terstandar yang bisa digunakan untuk mendeteksi kanker paru lebih awal, tetaplah melakukan upaya pencegahan dengan melakukan gaya hidup sehat dan menghindari rokok. Dan bila Anda tergolong berisiko tinggi mengalami kanker paru, waspadalah bila mengalami gejala kanker paru di atas. Segera periksakan diri Anda untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

(NP/ RH)

0 Komentar

Belum ada komentar