Sukses

Kenali Penyebab Kanker Prostat yang Dialami Rudy Wowor

Aktor senior Rudy Wowor pagi ini meninggal dunia akibat kanker prostat. Apa penyebab penyakit ini?

Klikdokter.com, Jakarta Jumat pagi (5/10) kabar duka datang dari aktor senior Indonesia sekaligus penari dan koreografer, Rudy Wowor. Aktor berusia 74 tahun kelahiran Amsterdam tersebut meninggal dunia karena kanker prostat. Apa sebenarnya penyebab penyebab penyakit yang ditakuti para pria ini?

Berdasarkan data dari Riskedas 2013, tercatat prevalensi kanker prostat di Indonesia sebesar 0,2% atau sekitar 25.012 jiwa yang menderita kanker prostat dan bertambah seiring waktu. Sebernarnya, kanker prostat dapat ditangani apabila diketahui secara dini. Masalahnya banyak pria yang menganggap sepele kesehatan organ reproduksi mereka.

Kanker prostat, apa sebenarnya?

Kanker prostat seperti yang dialami aktor Rudy Wowor, merupakan penyakit akibat perubahan sel-sel di kelenjar prostat menjadi sel ganas yang menyebabkan prostat membesar, keras, dan berbenjol-benjol. Kelenjar prostat sendiri merupakan kelenjar yang terletak di bawah kandung kencing pria dan memiliki fungsi untuk menghasilkan air mani sebagai sumber nutrisi sperma.

Namun sayangnya, sampai saat ini penyebab kanker prostat belum diketahui secara jelas. Namun ada beberapa faktor risiko yang dapat meningkatkan terjadinya kanker prostat, antara lain:

1. Usia

Umumnya kanker prostat menyerang pria usia 50 tahun ke atas. Kanker ini jarang terjadi pada pria di bawah usia 40 tahun, kecuali ada riwayat keluarga yang memiliki kanker prostat. 6 dari 10 kasus kanker prostat ditemukan pada pria berusia lebih dari 65 tahun.

2. Riwayat keluarga

Kanker prostat dapat diturunkan dalam satu keluarga. Jika seseorang memiliki ayah atau saudara laki-laki yang memiliki kanker prostat, kondisi tersebut akan meningkatkan risikonya untuk mengalami kanker prostat.

3. Mutasi gen

Adanya mutasi gen BRCA2 meningkatkan risiko terjadinya kanker prostat pada pria. Selain itu juga, pada pria dengan sindrom Lynch - yaitu suatu kelainan gen yang diturunkan - juga berisiko tinggi untuk terkena kanker, termasuk di dalamnya kanker prostat. Penyebab mutasi gen tidak diketahui secara jelas, namun banyak informasi menyebutkan bahwa hal tersebut diakibatkan oleh adanya paparan radikal bebas.

4. Diet

Hubungan diet dengan terjadinya kanker prostat tidak begitu jelas. Namun pada beberapa penelitian menunjukkan bahwa pria yang sering mengonsumsi daging merah atau dairy product yang memiliki kandungan lemak tinggi meningkatkan risiko terjadinya kanker prostat.

5. Penyakit lainnya

Selain kanker prostat, penyakit prostat yang sering dialami adalah prostatitis atau peradangan pada kelenjar prostat, dan Benign Prostatic Hyperplasia (BPH). Benign Prostatic Hyperplasia merupakan kondisi pembesaran kelenjar prostat seiring bertambahnya umur.

Pada beberapa penelitian, prostatitis dapat meningkatkan resiko terjadinya kanker prostat. Namun demikian perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai hubungan keduanya. 

Sedangkan BPH pada dasarnya bersifat jinak, tetapi jika ia menyebar ke tempat lain dan berubah konsistensinya maka ia berubah menjadi ganas. Oleh sebab itu, seorang pria yang memiliki BPH harus rutin memeriksakan diri ke dokter untuk melihat perkembangan dari prostatnya. Jika perlu, dilakukan operasi pengangkatan prostat untuk mencegah terjadinya perubahan sel lebih lanjut.

1 dari 2 halaman

Tidak ada gejala spesifik di awal munculnya kanker prostat

Rata-rata pada awal penyakit kanker – termasuk kanker prostat – tidak timbul gejala yang spesifik. Awalnya mungkin Anda akan merasakan gangguan buang air kecil (BAK), misalnya pancaran air kencing lemah, sering BAK terutama pada malam hari, sulit memulai BAK dan perlu waktu.

Pada tahap selanjutnya mungkin pada saat BAK atau pada cairan semen akan disertai darah, selanjutnya akan mulai terjadi gangguan ejakulasi.  Jika kanker sudah menyerang ke bagian tubuh lain maka bisa saja penderita merasakan nyeri pada tulang. Selain itu, penderita juga tidak bisa menahan BAK, berat badan turun hingga mengalami kelumpuhan pada kaki.

Lakukan pemeriksaan sebagai upaya pencegahan

Untuk mencegah terjadinya kanker prostat, Anda dapat melakukan skrining sejak dini, terutama bagi Anda yang memiliki riwayat keluarga kanker prostat. Sebelum ada gejala, dokter biasanya akan menyarankan untuk dilakukan pemeriksaan darah PSA (prostat specific agent). 

Selain dengan pemeriksaan darah, dokter juga akan memeriksa prostat Anda dengan melakukan colok dubur. Pada pemeriksaan tersebut dokter akan menggunakan sarung tangan yang diberikan pelumas, lalu memeriksa prostat Anda melalui dubur. Dari perabaan inilah, dokter dapat menilai kondisi prostat Anda.

Selain melakukan skrining, beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mencegah kanker prostat adalah :

  • Olahraga

Olahraga membantu meningkatkan sistem imun dalam tubuh, meningkatkan sistem metabolisme dan melancarkan sirkulasi darah. Dengan meningkatnya kekebalan tubuh diharapkan dapat menekan pertumbuhan sel – sel yang tidak sehat.

  • Perbanyak makanan yang bergizi

Makanan yang memilki serat sehat bagi prostat. Selain itu mengkonsumsi tomat baik bagi kesehatan tomat, karena tomat mengandung antioksidan lycopene yang dapat menekan resiko terjadinya kanker prostat.

  • Rutin mengalami ejakulasi

Terdengar aneh memang, bahwa mengalami ejakulasi bisa menurunkan resiko terjadinya kanker prostat. Menurut Journal of American Medical Association, untuk mendapatkan manfaat perlindungan terhadap kanker prostat, perlu melakukan ejakulasi sebanyak 12 kali per bulan, bisa lewat berhubungan seks dengan istri atau masturbasi. Meski demikian Anda tidak boleh terlalu sering melakukan masturbasi karena juga bisa menimbulkan efek samping seperti iritasi kulit dan kecanduan.

Meninggalnya aktor Rudy Wowor akibat kanker prostat bisa menjadi peringatan bagi para pria. Sangat diperlukan kesadaran diri para pria untuk memeriksakan diri sedini mungkin dan lebih peka terhadap perubahan yang dialami. Karena angka kelangsungan hidup penderita kanker prostat sangatlah tinggi, sehingga dengan skrining Anda bisa mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

[RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar