Sukses

Pentingnya Trauma Healing Bagi Relawan Bencana

Tak hanya korban gempa yang perlu diberikan trauma healing. Relawan bencana yang turut membantu sebenarnya juga membutuhkannya, lho.

Klikdokter.com, Jakarta Saat terjadi bencana alam, sebagian besar orang akan fokus pada trauma healing yang ditujukan untuk para korban. Hal ini memang sudah seharusnya dilakukan. Tapi jangan salah, relawan bencana yang membantu para korban ternyata juga memerlukannya, agar kesehatan mentalnya tetap terjaga.

Seorang relawan yang membantu di area bencana alam tentunya juga memiliki kesedihan yang mendalam di hatinya, meski hal tersebut tidak boleh ia tunjukkan. Karena jika ia terus larut dalam kesedihan, ia bisa menjadi kurang fokus dalam bertugas untuk menolong warga yang terdampak bencana.

Dilansir dari Posttraumatic Stress Disorder (PTSD) Amerika Serikat, benar bahwa bencana alam juga memengaruhi relawan dan petugas medis yang bertugas. Namun karena mengemban tugas penting, mereka harus pandai mengelola stres dan mendapatkan pemulihan atas traumanya sendiri. Hal ini perlu dilakukan agar mereka selalu siap dan percaya diri dalam menjalankan tugasnya.

Cara memulihkan trauma untuk para relawan

Saat korban gempa mengalami trauma, biasanya mereka meminta bantuan kepada relawan untuk meringankan rasa traumanya. Di sisi lain, Anda sebagai relawan sebenarnya juga merasakan trauma yang sama. Nah, untuk memulihkan diri agar terhindar dari stres, berikut ini adalah beberapa strategi yang perlu dilakukan:

  • Anggap stres sebagai hal biasa

Tidak ada bencana apa pun di dunia ini yang tidak membuat stres. Untuk itu, ingatkan diri Anda bahwa Anda tidak sendiri, masih banyak orang yang mungkin lebih menderita dari Anda. Dengan pemahaman demikian, respons stres pun akan memudar seiring berjalannya waktu. Namun, jika stres yang Anda rasakan tak kunjung hilang, ada baiknya Anda pergi berkonsultasi ke psikolog atau psikiater untuk memeriksakan kesehatan mental.

  • Menyibukkan diri dengan menawarkan bantuan

Saat merasa stres, tentu Anda membutuhkan aktivitas untuk mengalihkannya. Buat diri Anda sibuk dengan hal-hal positif, misalnya menawarkan bantuan di sekitar lingkungan posko. Dengan demikian, Anda akan lupa atau tak sempat memikirkan hal-hal sedih yang bisa membuat Anda semakin terpuruk.

Selain itu, menolong orang akan membuat Anda merasa berguna bagi sekitar, sehingga memberikan semangat tersendiri. Saat bencana mereda, cobalah berlibur dan melakukan aktivitas menyenangkan bersama keluarga atau sahabat agar stres yang tersisa tidak mengendap.

  • Menerima kehilangan

Jika Anda adalah relawan yang juga pernah mengalami musibah bencana alam, segera kendalikan diri Anda agar tidak histeris dan langsung terpuruk. Kehilangan yang Anda alami bisa ditumpahkan menjadi sebuah tulisan, ulasan, puisi, lagu, atau pun hal-hal seni lainnya. Jangan jadikan kehilangan sebagai kemunduran hidup, tapi jadikan hal tersebut sebagai sesuatu yang bisa menginspirasi korban untuk tetap semangat melanjutkan hidup.

  • Luangkan waktu untuk diri sendiri

Setelah berkutat dengan segala kegiatan di pengungsian, tentunya Anda membutuhkan waktu untuk beristirahat. Jadi, atur waktu untuk bersantai sejenak dan lakukan hal yang Anda senangi untuk mengembalikan energi positif.

  • Buat rencana berikutnya

Agar Anda lebih siap dan terbiasa dengan situasi bencana, pelajari dan catatlah tanda-tanda peringatan bencana yang sebelumnya mungkin pernah Anda alami. Siapkan pula peralatan darurat agar Anda, keluarga, dan kerabat bisa selamat dari bencana alam yang sewaktu-waktu bisa melanda lagi.

Masa-masa pasca bencana alam bisa sangat mengganggu kondisi psikis para korban yang selamat, sekaligus orang-orang yang terlibat di dalamnya, termasuk para relawan bencana. Oleh sebab itu, trauma healing juga penting bagi para relawan agar tetap semangat dalam membantu para korban di pengungsian.

[NP/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar