Sukses

Hobi Bermain Gawai Bikin Anak Terlambat Bicara?

Hobi bermain gawai bisa jadi penghalang perkembangan bicara anak, sehingga anak jadi terlambat bicara. Bagaimana cara mengatasinya?

Klikdokter.com, Jakarta Bicara merupakan salah satu kemampuan yang harus dikuasai anak untuk dapat aktif secara sosial dan mampu untuk berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya dengan baik. Untuk itu, perkembangan bicara merupakan salah satu perkembangan dasar yang harus mendapat perhatian penting pada anak usia dini, 0-3 tahun. Nah, hobi bermain gawai di era digital ini bisa menjadi penghalang perkembangan bicara anak, sehingga anak jadi terlambat bicara.

Dampak penggunaan gawai oleh anak-anak

Gawai sering dijadikan “jalan pintas” untuk membuat anak tenang, diam, dan membiarkan orang tuanya tidak terlalu dibuat lelah dalam menjaga dan menemani anak. Namun, penggunaan gawai ini juga bisa memengaruhi perkembangan bicara anak. Bagaimana bisa?

Pada tahun 2015, jurnal medis “PloS One” memuat sebuah penelitian yang dilakukan pada anak-anak usia 2 tahun. Penelitian ini melibatkan 1778 anak usia 2 tahun di Korea.

Studi tersebut menyebutkan bahwa anak-anak yang menonton televisi lebih dari 2 jam per hari memiliki risiko yang lebih tinggi untuk mengalami keterlambatan dalam berbicara. Lebih jauh lagi, anak-anak yang menonton televisi lebih dari 3 jam per hari akan memiliki risiko tiga kali lebih besar dalam mengalami keterlambatan bicara.

Akademi Ilmu Kesehatan Anak Amerika Serikat (AAP) juga menemukan bahwa 20 persen anak usia 18 bulan sudah menggunakan gawai sekitar 28 menit per hari. Padahal, berdasarkan penelitian yang telah mereka lakukan sebelumnya: setiap 30 menit seorang anak menggunakan gawai atau menonton televisi, terdapat peningkatan risiko sebesar 49 persen pada seorang anak untuk mengalami keterlambatan bicara.

Pada penelitian lain yang dimuat di “The Hearing Journal”, disebutkan bahwa penyebab anak banyak terpapar oleh gawai dapat mengalami keterlambatan bicara adalah akibat komunikasi yang bersifat satu arah. Artinya, rendahnya kesempatan bagi anak untuk memberikan respons dalam berbicara menyebabkan anak tidak dapat berkembang dalam memberikan respons bicara.

1 dari 2 halaman

Lakukan ini agar anak tidak mengalami keterlambatan bicara

Orang tua punya peran besar dalam mencegah keterlambatan bicara anak. Meskipun Anda hidup dalam era digital dengan teknologi yang maju, tak ada yang dapat menggantikan peran komunikasi secara langsung. Komunikasi secara langsung bisa secara aktif melatih anak untuk meniru, memberikan respons dan tanggapan, serta belajar berbicara secara ekspresif.

Selain itu, AAP juga merekomendasikan untuk membatasi penggunaan gawai dan televisi serta memprioritaskan waktu bermain tanpa gawai setiap harinya.

  • Usia 18-24 bulan: penggunaan gawai disarankan untuk dibatasi hanya video call saja. Gunakanlah gawai dan tontonlah televisi bersama-sama, yaitu orang tua dan anak. Dengan menonton bersama, anak diharapkan dapat belajar sambil menonton dan berbicara langsung dengan orang tua.
  • Usia 2-5 tahun: batasi waktu penggunaan gawai dan menonton televisi hanya sebanyak 1 jam dalam sehari dengan menyaksikan tayangan yang berkualitas baik dan dikhususkan untuk anak. Pada usia ini, orang tua tetap disarankan untuk menemani anak dalam menggunakan gawai dan menonton televisi.

Selain itu, orang tua dapat menjadi contoh yang baik dengan membatasi penggunaan gawai. Buatlah peraturan untuk membatasi penggunaan gawai pada saat makan bersama, ketika di ruang tidur, di ruang bermain, dan pada saat acara kebersamaan. Biasakan juga untuk mematikan gawai atau televisi yang tidak ditonton agar tidak mengganggu interaksi antara orang tua dan anak.

Hindari menggunakan gawai sebagai “alat penenang”. Anak-anak harus tetap diajarkan untuk mengenali dan mengendalikan emosi mereka dengan baik, melakukan aktivitas yang bermanfaat untuk mengatasi kebosanan, belajar untuk tenang, dan menemukan cara untuk mengatur energi mereka tanpa gawai. Kemampuan ini akan sangat berguna bagi kehidupan anak-anak di masa depan.

Selain itu, orang tua juga perlu mengawasi apa saja permainan yang sering dimainkan atau aplikasi yang sering digunakan anak di gawainya. Ada banyak sekali aplikasi yang melabeli diri edukatif dan interaktif, tapi nyata aplikasi-aplikasi tersebut belum lulus uji yang baik untuk dinyatakan sesuai klaimnya.

Pengawasan dan bimbingan orang tua tetap merupakan yang terbaik untuk tetap mengawal perkembangan anak usia dini. Mulai sekarang, batasi penggunaan gawai pada anak. Jangan sampai hobi bermain gawai bikin anak terlambat bicara!

[RN/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar