Sukses

Lansia Korban Gempa Sulawesi Rentan Alami Penyakit Ini

Beberapa penyakit lebih rentan menyerang lansia yang menjadi korban gempa di Sulawesi. Apa saja dan bagaimana cara mengatasinya?

Klikdokter.com, Jakarta Gempa bumi dan tsunami merupakan bencana alam yang meninggalkan luka mendalam bagi masyarakat Indonesia. Dua kejadian tersebut mengingatkan tentang bencana yang menimpa Aceh 14 tahun silam. Kini, bencana itu meluluhlantakkan daerah Sulawesi Barat dan Sulawesi Tengah pada Jumat (28/09).

Saat terjadi bencana alam, masyarakat yang berada di lokasi kejadian umumnya akan tinggal sementara di pengungsian. Begitu banyak orang yang berkumpul di sana dengan kondisi ala kadarnya, termasuk para lansia. Sayangnya, kondisi lansia yang biasanya sudah mengalami penurunan fungsi tubuh membuat mereka rentan terserang penyakit.

Bencana alam dan risiko penyakit pada lansia

Dilansir dari Huffington Post, lansia adalah kelompok yang paling rentan terkena dampak buruk bencana. Hal ini karena mereka tidak dapat bergerak cepat untuk menyelamatkan diri, apalagi bila medannya terlalu sulit.

Tak hanya itu, para lansia juga terkadang lebih enggan untuk cepat-cepat mengungsi atau setidaknya meminta bantuan. Lansia umumnya menganggap rumahnya sebagai tempat yang paling aman. Mereka juga merasa takut kehilangan harta benda, hewan peliharaan, dan lainnya saat rumah ditinggal mengungsi.

Di sisi lain, tak sedikit lansia yang telah memiliki penyakit kronis sehingga semangat dan kemampuan dalam menyelamatkan diri terbilang rendah. Tiga perempat dari lansia di atas 65 tahun di Amerika Serikat telah memiliki setidaknya dua penyakit kronis.

Hal-hal seperti itu membuat mereka semakin lemah dan kehilangan tenaga untuk terhindar dari dampak buruk bencana alam. Saat di dalam rumah pun, para lansia kerap tidak ‘terlihat’ oleh tim penyelamat.

Penyakit yang rentan dialami lansia saat bencana

Kepala Petugas Medis Centers for Disease Control and Currently (CDC), George Mensah, MD., mengatakan bahwa setelah terjadi bencana alam yang besar, biasanya orang-orang hanya fokus pada air bersih, limbah pembuangan, dan keamanan pangan. Namun, sedikit sekali orang yang serius memikirkan dampak kronis, obat-obatan, serta peralatan yang dibutuhkan lansia setiap harinya.

Tak heran, CDC menyebutkan bahwa lansia lebih rentan penyakit-penyakit ini saat bencana alam terjadi:

  1. Memburuknya penyakit kronis

Karena keterbatasan obat, makanan sehat, dan kondisi di pengungsian yang tidak ramah lansia, penyakit kronis yang sudah diderita sebelumnya oleh para lansia akan memburuk.

Misalnya, pengungsi lansia yang menderita diabetes hanya membawa pasokan obat untuk tiga hari saja. Mungkin selama tiga hari itu kondisinya bisa tertangani oleh obat. Namun, bagaimana setelahnya?

Ya, mereka berisiko tinggi untuk mengalami kondisi kesehatan yang lebih serius ketimbang sebelumnya. Umumnya hal ini karena tidak ada cadangan obat dan makanan maupun minuman sehat.

  1. Depresi atau trauma

Trauma akibat berhadapan dengan bencana, kehilangan anggota keluarga, dan harta benda yang dikumpulkan susah payah selama ini, bisa membuat lansia mengalami depresi.

Contohnya pada saat badai Katrina di Amerika Serikat beberapa tahun lalu. Setelah badai, sebanyak 40 persen pengungsi mengalami gangguan stres pasca-trauma (PTSD). Hal ini ditandai dengan kecemasan yang parah, masalah tidur, gugup yang berlebihan, dan menghindari hal apa pun yang berkaitan dengan bencana tersebut.

  1. Nyeri sendi dan tulang

Berbagai organ penting di dalam tubuh lansia telah mengalami penurunan fungsi. Keadaan ini membuat kondisi tubuh lansia tak sehebat mereka yang masih berada di usia produktif.

Jadi, saat terjadi bencana alam, lansia lebih berisiko terkena reruntuhan bangunan, berjalan di medan sulit, dan lain sebagainya. Kejadian seperti ini bisa memicu cedera, yang secara otomatis memperbesar risiko nyeri sendi dan tulang.

Dalam rangka Hari Lansia Sedunia, mari tingkatkan kepedulian untuk menolong mereka yang terkena bencana, baik gempa, tsunami, atau lainnya. Ulurkan tangan Anda untuk meringankan beban para lansia dan korban lainnya dengan memberikan bantuan berupa makanan, obat, selimut, atau lainnya.

(NB/ RH)

0 Komentar

Belum ada komentar